(Minghui.org) Saya sering membantu di stan informasi Falun Dafa yang terletak di pintu masuk sebuah lokasi wisata terkenal di Taiwan. Arus orang yang berlalu-lalang di sana tidak pernah putus. Awalnya, lokasi ini didirikan terutama agar wisatawan Tiongkok dapat melihat dan mendengar fakta kebenaran Falun Dafa.

Seiring dengan perubahan situasi politik antara Taiwan dan Tiongkok, jumlah wisatawan Tiongkok telah menurun secara signifikan. Kami telah menyesuaikan pendekatan kami dan memperluas jangkauan kepada penduduk setempat serta wisatawan mancanegara.

Kami telah menjumpai banyak orang di lokasi tersebut dan saya ingin berbagi pengalaman beberapa lansia. Usia mereka yang lanjut tampaknya justru membuat semangat dan kerinduan mereka untuk belajar Fa menjadi semakin kuat.

Seorang Kurir Pengantar Makanan Berusia 74 Tahun

Pada suatu siang yang terik, seorang kurir pengantar makanan lanjut usia, yang tampak berkulit kecokelatan akibat sinar matahari namun terlihat bugar, duduk di bangku dekat kami untuk berteduh dan beristirahat. Dia melihat beberapa praktisi Falun Dafa sedang memperagakan latihan dan bertanya, “Apakah ini Falun Gong? Apa manfaat kesehatan yang didapat dari latihan ini?”

Setelah saya menjelaskan beberapa fakta dasar tentang Falun Dafa kepadanya, dia berkata dengan suara lantang, “Saya sudah menduganya. Melakukan latihan ini membuat tubuh sehat! Mengapa Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus menindas praktisi Falun Gong, seolah-olah mereka adalah musuh? Itu karena Falun Dafa adalah ajaran Buddha, sebuah keyakinan. PKT itu ateis, jadi mereka tidak percaya pada Tuhan dan tidak ingin orang lain percaya pada Tuhan. Saya seorang Kristen dan saya tahu bahwa PKT juga menganiaya umat Kristen di Tiongkok.

“Tidak seperti kebanyakan orang, saya mendengarkan dan memikirkan sendiri segala sesuatunya, dari pada sekadar mengikuti perkataan orang lain secara membabi buta.”

Saya mengacungkan jempol sebagai tanda setuju, lalu dia bertanya, “Anda mengatakan bahwa Falun Gong kini dipraktikkan secara luas di lebih dari seratus negara dan wilayah. Pasti latihannya sangat bagus. Jadi, bagaimana caranya untuk mulai belajar? Saya sangat ingin belajar lebih banyak dan mendalaminya.”

Saya merasakan bahwa dia memiliki keinginan kuat untuk mencari Jalan (Dao) dan berhasrat memperoleh Fa, jadi saya menjelaskan kepadanya konsep-konsep kultivasi.

Dia berkata kepada saya, “Sebenarnya, saya sudah pernah mendatangi puluhan gereja. Akhirnya, saya menemukan gereja saya saat ini ketika berusia 40 tahun, yaitu 34 tahun yang lalu. Saya sependapat dengan ajarannya.”

Saya berkata, “Anda selama ini memang sedang mencari Jalan itu!”

Dia menjawab, “Tentu saja, saya harus mencarinya. Apakah Anda punya buku Zhuan Falun? Saya ingin membacanya sekarang juga! Saya akan membelinya dari Anda.”

Saya memberikan buku Zhuan Falun kepadanya dan mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membacanya. Dia segera mengerti: “Anggaplah seolah-olah Tuhan hadir saat saya membacanya. Tuhan senantiasa berada di sisi saya. Saya mengerti hal ini dan saya akan mempraktikkannya.”

Dia membuka buku itu saat itu juga dan mulai membaca. Sekitar setengah jam kemudian, dia mendapat panggilan wawancara untuk posisi sebagai penyedia layanan perawatan jangka panjang dan harus pergi. Dia berkata kepada saya, “Tahukah Anda mengapa saya melamar pekerjaan ini? Saya ingin membagikan Injil. Merawat lansia berarti menghabiskan waktu yang lama bersama mereka, jadi saya bisa membagikan kabar baik seperti ini kepada mereka sembari bekerja.”

Saya mengingatkannya untuk menyelesaikan buku itu dalam waktu singkat. Dia meyakinkan saya, “Jangan khawatir, saya pasti akan menyelesaikannya!” Dia dengan hati-hati menaruh buku itu di bagian paling atas kotak pengiriman dan menutupnya dengan plastik untuk melindunginya dari cuaca.

Dia tersenyum, melambaikan tangan tanda perpisahan, dan berkata, “Bersikaplah tulus dan penuh hormat di hadapan kata-kata Dewa, seolah-olah Tuhan sedang melihat. Saya bisa melakukan itu meskipun baru memulai jalan kultivasi. Sampai jumpa lagi di lain waktu.”

Seorang Pria Lansia dari Irlandia

Suatu sore yang gerimis, seorang pria lanjut usia lewat di dekat saya. Dia tampak tersesat. Tiba-tiba,dia berkata, “Aduh, kaki saya! Sakit sekali.” Saya segera membantunya menyeimbangkan diri dan bertanya apakah dia bersedia mengucapkan dua kalimat penuh berkah bersama saya: “Falun Dafa baik, Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik.” Dia setuju dan bahkan bersikeras agar saya mengajarinya cara melafalkan kalimat-kalimat tersebut dalam bahasa Mandarin. Dia perlahan-lahan melafalkannya dalam bahasa Mandarin satu per satu dan rasa sakit di kakinya pun segera mereda.

Dia bercerita bahwa dia berasal dari Dublin, Irlandia. Lebih dari sekali, dia pernah menjumpai aksi damai besar-besaran di Dublin yang mengungkap penganiayaan tersebut, jadi dia mengetahui tentang penganiayaan terhadap Falun Gong yang dilakukan oleh PKT. Dia mendukung latihan ini namun tidak banyak mengetahuinya.

Setelah pandemi, dia mulai menghabiskan setidaknya separuh tahunnya di Taiwan, terutama untuk mempelajari pengobatan tradisional Tiongkok. Dia menderita insomnia kronis dan kakinya sering gemetar tak terkendali. Dia sudah mencoba pergi ke pusat kebugaran serta berlatih Tai Chi dan yoga, namun tidak ada yang membuahkan hasil. Setelah mencoba berobat ke dokter Timur maupun Barat tanpa keberhasilan, dia memutuskan untuk mempelajari pengobatan tradisional Tiongkok secara mandiri. Kemampuan bahasa Mandarinnya cukup baik untuk memahami farmakologi, termasuk tanaman obat dan resep-resep pengobatan.

Saya tersenyum dan berkata, “Hari ini, Anda telah menemukan obat mujarab yang sesungguhnya, jauh lebih baik daripada pengobatan apa pun! Ini sungguh ajaib, namun hanya jika Anda menjadi seorang praktisi Dafa.”

Matanya berbinar penuh semangat dan sikapnya berubah layaknya seorang anak kecil: “Saya mau! Katakan, bagaimana caranya saya bisa menjadi praktisi? Tahukah Anda bahwa saya hanya bisa tidur dua atau tiga jam sehari? Saya selalu merasa mengantuk dan kekurangan energi di siang hari. Saya sudah menderita selama bertahun-tahun.”

Saya memperlihatkan situs web Falun Dafa kepadanya dan menavigasikan ke bagian buku-buku Dafa serta video panduan latihan, sembari menjelaskan setiap bagian secara rinci. Karena dia tinggal di daerah terpencil, saya menyarankan agar dia mulai belajar secara mandiri melalui internet. Akan lebih baik jika dia bisa bergabung dalam sesi latihan bersama pada hari libur.

Dia mengatakan bahwa dia merasa prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) sangat bermakna, lalu bertanya mengenai arti setiap kata tersebut dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.

Sayangnya, kemampuan bahasa Inggris saya terbatas, namun saya menyemangatinya untuk segera menyelesaikan pembacaan buku Zhuan Falun. Dia menjawab, “Pasti. Saya tidak sabar untuk membacanya. Saya juga akan memperkenalkannya kepada guru bahasa Mandarin saya!”

Sepasang Lansia Tionghoa-Amerika

Suatu malam, saat gerimis turun, seorang wanita lanjut usia menghampiri dan bertanya, “Bolehkah saya meminta satu eksemplar koran ini? Sejak tiba di Taiwan, saya belum sempat membaca koran lokal Anda sama sekali.”

Kami mempersilakan dia dan suaminya untuk berteduh di bawah payung besar di stan kami. Mereka bercerita bahwa mereka telah tinggal di Amerika Serikat selama beberapa dekade. Setelah sempat kembali ke Tiongkok beberapa hari sebelumnya untuk mengunjungi kerabat, mereka datang ke Taiwan untuk berwisata.

Wanita itu berkata, “Taiwan kini begitu terkenal. Ini adalah kunjungan pertama kami, namun kami tidak ingin melihat gedung-gedung pencakar langit atau pembangunan yang serba modern itu. Kami sudah melihat terlalu banyak hal semacam itu di Tiongkok daratan. Tidak ada lagi nuansa tradisional yang tersisa di sana.” Berangkat dari hal tersebut, saya berkata, “Taiwan telah melestarikan dan meneruskan budaya tradisional Tiongkok, oleh karena itu, sebagai masyarakat, kita lebih beradab dan lebih memperhatikan tata krama yang baik dibandingkan dengan mereka yang di Tiongkok daratan. Kekacauan dalam masyarakat Tiongkok daratan bermula dari penganiayaan yang dilakukan PKT terhadap praktisi Falun Dafa, yang berkultivasi berdasarkan prinsip Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar). Dominasi budaya Partai yang mendorong kebohongan, kejahatan, dan pertikaian telah menyebabkan kemerosotan moral secara umum dan membuat seluruh rakyat Tiongkok menderita.”

Saya menceritakan kepada mereka bahwa Falun Dafa pernah dipraktikkan secara luas di seluruh Tiongkok. Pada masa itu, orang-orang terdorong untuk berbuat baik, standar moral mereka meningkat, serta mereka memperoleh manfaat baik secara fisik maupun mental. Lebih dari 100 juta orang telah menapaki jalan untuk kembali ke jati diri mereka yang sejati.

Istrinya segera berkata, “Ya ampun, kami sama sekali tidak tahu tentang hal ini. Saya berasal dari Tiongkok, tetapi saat itu kami sudah berada di Amerika Serikat. Satu-satunya perhatian kami kala itu adalah bertahan hidup dan menjalani kehidupan penuh kebebasan yang tidak pernah bisa kami rasakan di Tiongkok. Kami melewatkan begitu banyak hal. Apakah Anda memiliki buku Zhuan Falun? Saya sangat ingin membacanya.”

Suaminya berkata, “Falun Gong sungguh luar biasa. Saya berharap istri saya akan segera mulai belajar dan berlatih. Sudah beberapa tahun sejak dia pensiun, dan dia terus-menerus mengeluh karena merasa tidak bisa mengikuti tren atau hal-hal yang populer di masyarakat Amerika. Saat kembali ke Tiongkok, dia merasa asing dan tidak bisa menyesuaikan diri. Saya sudah sangat lelah mendengarnya. Saya tidak menyangka dia akan begitu senang mengenal Falun Gong. Rasanya seolah-olah dia telah menemukan harta karun. Saya rasa, dia datang ke sini khusus untuk menemukan Falun Gong. Tolong ceritakan lebih banyak kepadanya.”

Kami berbincang selama lebih dari tiga jam. Mereka benar-benar lupa bahwa mereka merasa lelah dan lapar.

Menurut saya, inilah kegembiraan dan sukacita yang tak terlukiskan yang dirasakan orang-orang saat pertama kali mendengar tentang Dafa. Begitu mereka terhubung dengan Dafa, segala hal lainnya seolah menjadi tidak berarti jika dibandingkan dengannya. Saya sangat berterima kasih kepada Guru Li Hongzhi karena telah mengatur agar saya dapat mengklarifikasi fakta kebenaran di tempat-tempat wisata. Setiap kali melihat kerinduan yang tulus dari orang-orang terhadap Fa serta antusiasme di wajah mereka saat menantikan informasi tentang Dafa, saya diingatkan untuk menghargai kesempatan sekali seumur hidup ini dan tidak pernah mengendurkan semangat.