(Minghui.org) Saya ingat, pada hari saya mengenal Falun Dafa, saya sedang menggembala domba di gunung. Saat itu saya merasa sakit dan sangat lelah hingga menangis. Saya berlutut di tanah dan menatap ke langit sambil berkata: "Mengapa saya sangat menderita? Adakah jalan untuk terbebas dari semua ini?" Tepat saat itu, saya melihat sebuah patung Buddha besar memancarkan cahaya keemasan di puncak gunung. Sosok itu hilang ketika saya berlari ke arahnya.
Setelah kembali ke rumah, seseorang mendatangi saya dan bertanya apakah saya ingin belajar Falun Dafa; saya pun menyetujuinya. Saat itu usia saya 51 tahun dan penglihatan saya mulai menurun. Namun, ketika saya membaca Zhuan Falun, setiap hurup tampak besar, dan saya dengan cepat mengenali hurup-hurup yang sebelumnya asing bagi saya. Guru Li telah menyelamatkan hidup saya.
Kini usia saya 78 tahun. Dulu saya didera berbagai penyakit dan tidak ada uang untuk berobat, sehingga saya mengira tinggal menunggu ajal saja. Kemudian saya mulai belajar Dafa pada tahun 1999, dan Guru memurnikan tubuh saya. Saya merasakan gelombang energi hangat mengalir ke seluruh tubuh, dan penyakit-penyakit itu pun lenyap dalam waktu satu bulan.
Kerabat, tetangga, teman, dan teman kelas saya menyaksikan kekuatan ajaib Dafa dan kemudian mundur dari organisasi Partai Komunis Tiongkok (PKT). Satu orang berkultivasi Dafa, seluruh keluarga memperoleh manfaatnya. Keluarga saya kini percaya bahwa Dafa dapat menyelamatkan orang, dan mereka pun menerima berkah.
Saya telah mengalami banyak hal ajaib selama berkultivasi Dafa. Saya tidak berpendidikan tinggi dan tidak pandai mengungkapkan diri, namun saya memahaminya di dalam hati.
Kakak Ipar Berkata, “Nama Saya Dihapus dari Neraka”
Kakak ipar suami berusia 87 tahun tahun ini. Ia meninggal dunia secara tak terduga di rumahnya pada awal tahun ini. Butuh empat orang untuk memakaikan pakaian padanya karena tubuhnya sudah kaku. Saat selesai memakaikan pakaian, kakak ipar suami bernapas panjang dan hidup kembali. Ia berkata: “Nama saya dihapus dari neraka. Mereka bilang tidak menemukan nama saya di daftar, jadi mereka mengembalikan saya lagi.”
Saya pernah mengunjunginya dua tahun lalu dan menceritakan kepadanya tentang Dafa serta penganiayaan yang terjadi. Ia menggunakan nama aslinya untuk mundur dari Liga Pemuda Komunis dan Pionir Muda. Dengan demikian, ia memahami mengapa namanya dihapus dari daftar di neraka setelah ia hidup kembali. Ia meminta putra dan menantunya untuk menyampaikan hal itu kepada saya dan mengucapkan terima kasih. Saya berkata kepada mereka, “Berterima kasihlah kepada Guru.” Putranya berkata: “Terima kasih, Guru.”
Jalan Untuk Menyelamatkan Orang Telah Diterangi oleh Guru
Guru mengajarkan Fa untuk menyelamatkan semua makhluk hidup, serta meminta kepada para praktisi untuk membantu Guru dalam pelurusan Fa dan menyelamatkan orang-orang. Saya sering merenungkan tanggung jawab saya dan mewujudkannya dengan tindakan nyata.
Seorang praktisi lain berencana memancarkan pikiran lurus bersama saya pada siang hari, lalu pergi ke sebuah desa untuk menempel dan membagikan selebaran klarifikasi fakta demi menyelamatkan orang-orang. Desa itu berjarak sekitar 2,5 mil (sekitar 4 km), dan kami harus mendaki punggung bukit ada makam di atasnya. Namun, karena ada keperluan mendadak, praktisi tidak bisa pergi bersama saya; jadi, saya pun pergi sendiri untuk membagikan materi. Dulu saya sangat takut pada makam, tetapi kali ini saya sama sekali tidak takut, dan rasa takut itu tidak pernah muncul lagi sejak saat itu.
Di waktu lain, pada tengah malam saya pergi sendiri ke sebuah desa untuk membagikan materi klarifikasi fakta. Jalan pegunungan saat itu sulit dilalui, punggung bukitnya curam, dan keadaan sangat gelap gulita. Dalam perjalanan pulang, seberkas cahaya secara ajaib menyinari jalan dan menerangi langkah saya pulang. Saya merasa Guru berada di sisi saya, sehingga saya mempercepat langkah dengan perasaan ringan bagaikan burung melayang-layang. Saya tiba di rumah dengan selamat. Kita tidak mungkin menapaki jalan penyelamatan orang tanpa perlindungan Guru. Guru telah memuluskan dan menerangi jalan tersebut; tugas kita hanyalah melangkah di jalan itu.
Suatu hari pada tahun 2023, saya naik minibus desa untuk mengklarifikasi fakta kepada orang-orang. Ketika saya naik ke dalam bus, petugas penjual tiket berkata: "Ada polisi di bagian depan bus. Berdiri di belakang untuk sementara waktu." Bus itu penuh, dan seseorang berkata: "Sudah ditetapkan secara resmi bahwa Falun Dafa adalah tipe organisasi tertentu."
Saya memohon kepada Guru untuk menguatkan pikiran lurus saya. Kemudian saya menepuk punggung pria itu, dan saya mengenalinya saat dia berbalik. Saya berkata: "Jangan bicara sembarangan. Falun Dafa bukanlah sebuah organisasi. Anda boleh belajar jika punya takdir pertemuan, dan bebas pergi jika tidak ingin berlatih. Ini adalah Fa Buddha dan Guru hadir untuk menawarkan penyelamatan bagi umat manusia. Guru mengajarkan orang untuk berbuat baik dan mengikuti prinsip Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar). Falun Dafa tidak melanggar hukum dan sesuai dengan Konstitusi Tiongkok. Justru PKT-lah yang tidak mengizinkan orang untuk meyakini Zhen, Shan, Ren. Moralitas dalam masyarakat kita sedang merosot. Pejabat tingkat rendah korup, dan pejabat tingkat tinggi bahkan lebih korup lagi."
Banyak penumpang tampak mengkhawatirkan saya. Mereka berdiri untuk melihat apakah petugas polisi yang di depan mendengar perkataan saya. Kebanyakan dari mereka tahu bahwa Dafa baik dan merasa khawatir terhadap saya. Orang itu pun berhenti bicara sembarangan. Dengan penguatan Guru, saya melepaskan rasa takut dan berbicara membela Dafa. Guru melindungi saya dan melenyapkan unsur-unsur jahat.
Melepaskan Kenyamanan, Mengambil Materi Dafa, dan Menyelamatkan Makhluk Hidup
Selama bertahun-tahun, saya rutin setiap minggu mengambil materi klarifikasi fakta Dafa dari tempat produksi, baik dalam cuaca hujan maupun cerah. Saya menyelamatkan orang-orang yang saya temui di perjalanan; saya tidak takut sulit atau orang-orang akan salah paham, saya tidak mencari kenyamanan, dan hanya berharap agar mereka dapat terselamatkan.
Setelah memancarkan pikiran lurus pada pagi hari tanggal 1 Maret tahun ini, saya melihat jalanan tertutup es, jadi saya memutuskan naik minibus untuk mengambil materi bukannya naik sepeda. Saat saya tiba di jalan raya minibus itu baru saja berangkat, dan saya pun tertinggal. Lokasi produksi materi Dafa berjarak 6 mil (sekitar 9,6 km) dan butuh waktu 90 menit berjalan kaki ke sana. Karena tidak ada bus lain yang bisa dinaiki, saya memutuskan untuk berjalan kaki. Sambil berjalan, saya melafalkan puisi "Pikiran Lurus dan Perbuatan Lurus" Hong Yin II:
"Sang Maha Sadar tidak takut pada penderitaan
Tekadnya bagaikan dilebur dari intan
Tiada keterikatan pada hidup dan mati
Dengan lapang hati menelusuri jalan pelurusan Fa."
("Pikiran Lurus dan Perbuatan Lurus" Hong Yin II.)
Setelah berjalan cukup lama, sebuah mobil menepi dan pengemudinya menawarkan tumpangan. Saya berkata: "Terima kasih, tapi tujuan saya sudah dekat." Kemudian, saya berpikir seharusnya saya memberi tahu Dafa kepadanya, jadi saya menerima tawarannya. Saya bertanya apakah ia pernah mendengar tentang pentingnya mundur dari PKT demi keselamatannya, dan ia menjawab belum pernah. Saya menceritakan kepadanya tentang "Batu Ajaib Tersembunyi" di Provinsi Guizhou yang berisi tulisan meramalkan PKT runtuh, serta menyarankannya mundur dari Partai. Ia setuju mundur menggunakan nama aslinya. Saya memberinya sebuah amulet klarifikasi fakta Falun Dafa dan memintanya untuk melafalkan, "Falun Dafa baik – Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik" demi keselamatannya. Saya menawarkan bayaran atas tumpangan itu, namun ia menolak, "Anda adalah orang baik. Ada orang yang tidak mau membayar bahkan jika saya memintanya, tetapi anda bersedia membayar meskipun saya tidak meminta. Terima kasih."
Saya menjawab: "Saya adalah praktisi Dafa. Guru kami mengajarkan untuk berbuat baik dan tidak memanfaatkan orang lain. Sebaiknya anda berterima kasih kepada Guru kami." Ia berkata: "Terima kasih, Guru."
Saya bersyukur bahwa ia memahami kebaikan Dafa dan telah mundur dari PKT.
Menantu Perempuan Berubah
Istri dari putra sulung saya memiliki temperamen keras dan sering membentak saya. Saat putra saya tidak ada di rumah, dia sering memerintah saya dengan kasar, berteriak keras, dan membanting pintu. Saya pilih untuk tidak berdebat dengannya. Saya bekerja di ladang dan memasak makan malam setelah pulang ke rumah. Namun, begitu makanan siap dan putra saya hendak pulang, menantu saya akan keluar dari kamarnya dan berkata: "Ibu, silakan masuk saja. Saya yang akan selesaikan sisa pekerjaannya."
Kami menyambut putra saya dengan senyum saat ia pulang, dan saya tidak pernah mengeluhkan sikap istrinya. Seiring berjalannya waktu, para tetangga mulai merasa muak dengan perilaku menantu saya. Saya adalah praktisi Dafa, jadi saya menanggungnya; dan bukan hanya sekadar di permukaan saja, saya memastikan diri untuk tidak menyimpan marah terhadapnya. Saya mengkhawatirkannya dan berharap dia akan menjadi lebih baik. Saya sempat memberinya nasihat tentang bagaimana seharusnya bersikap, namun dia tidak mau mendengar.
Beberapa tahun kemudian, suatu hari saya mengalami kecelakaan mobil dan pingsan. Tubuh saya berlumuran darah yang keluar dari mulut. Keluarga segera membawa saya ke rumah sakit, namun sepanjang sore itu saya tetap tak sadarkan diri. Rekan-rekan kerja putra saya datang menjenguk. Keluarga diberitahu untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, upacara pemakaman, dan mereka sangat khawatir. Saya sadar kembali dan ingin pulang, namun staf rumah sakit dan keluarga tidak mengizinkan, sehingga saya harus menginap semalam. Saya menyadari bahwa punggung saya tidak bisa digerakkan. Kemudian pada tengah malam, saya merasakan perubahan pada tubuh saya dan meminta bantuan seseorang untuk mengantar ke kamar kecil. Saya merasa lebih baik dan tahu bahwa Guru telah memulihkan posisi punggung saya ke keadaan semula. Cobaan kecil itu bukanlah apa-apa di bawah perlindungan Guru. Nyawa saya mungkin sudah melayang jika saya tidak berlatih Dafa.
Hari berikutnya, saya meminta pulang, namun staf rumah sakit dan keluarga menolak. Saya meyakinkan mereka bahwa kondisi saya baik-baik saja karena Guru sedang memperbaiki untuk saya, dan saya akan pulih jauh lebih cepat jika belajar Fa serta melakukan latihan di rumah. Saya juga tidak ingin mengonsumsi obat apa pun. Para dokter terkejut melihat pemulihan saya yang begitu cepat; mereka menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. Mereka pun yakin dan akhirnya mengizinkan saya pulang.
Setelah saya kembali ke rumah, menantu perempuan saya yang sulung dan adiknya membakar dupa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Guru. Menantu sulung berkata: "Ibu, nyawa Ibu mungkin sudah melayang jika tidak belajar Dafa. Mengapa Ibu tidak belajar Fa sambil berbaring di atas kang (tempat tidur bata yang bisa dipanaskan) saja?" Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya adalah bukti nyata bahwa Guru akan melindungi selama saya berkultivasi Dafa. Menantu saya mempersembahkan buah kepada Guru dan memberitahu saya: "Ibu, saya percaya pada apa yang Ibu katakan. Teruslah belajar Fa." Setelah pulang, saya merasa cukup sehat untuk kembali bekerja di ladang, namun menantu saya melarangnya. Saya berhasil selamat dari bahaya besar karena Guru melindungi saya.
Menantu perempuan saya yang sulung mengalami perubahan drastis setelah menyaksikan kekuatan Dafa dan kebaikan hati seorang praktisi; sejak saat itu, dia tidak pernah lagi membentak saya. Dia kini meyakini Dafa, lebih pengertian, dan turut serta mengerjakan pekerjaan rumah. Para tetangga pun kini iri melihat hubungan kami yang harmonis.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org