(Minghui.org)

Nama: Du Zuying
Nama Tionghoa: 杜足英
Jenis Kelamin: Perempuan
Usia: 59 tahun
Kota: Yingcheng
Provinsi: Hubei
Pekerjaan: Mantan pekerja perusahaan manufaktur kimia
Tanggal Meninggal: 6 Oktober 2026
Tanggal Penangkapan Terakhir: 21 Juni 2022
Tempat Penahanan Terakhir: Pusat pencucian otak

Seorang wanita berusia 59 tahun di Kota Yingcheng, Provinsi Hubei, mengalami serangan jantung pada 6 Oktober 2026 dan meninggal dunia pada hari yang sama.

Beberapa bulan sebelum kepergiannya, Du Zuying mengalami pelecehan secara langsung setidaknya dua kali, yang dilakukan oleh petugas dari Kantor Polisi Kota Praja Dongmafang, serta berulang kali dihubungi melalui telepon oleh staf Komunitas Yidong. Mereka melontarkan ancaman dan memintanya untuk berhenti berlatih Falun Gong.

Penganiayaan terus-menerus yang ia alami karena keyakinannya pada Falun Gong pada akhirnya merenggut nyawanya.

Sebelum serangkaian pelecehan terakhirnya, Du Zuying dan suaminya, Xiong Wende (juga dikenal sebagai Xiong Wenzhi, seorang karyawan di Perusahaan Garam 728), telah berulang kali mengalami penganiayaan karena berlatih Falun Gong. Du Zuying bahkan dipecat dari pekerjaannya di Shuanghuan Company, sebuah perusahaan manufaktur kimia.

Dipaksa Mengonsumsi Obat-obatan di Rumah Sakit Jiwa Selama Sebulan pada Tahun 2001

Pada Juli 2001, petugas He Zhongping dan Liu Qiang dari Kantor Polisi Xinji menangkap Du Zuying dan menempatkannya di Rumah Sakit Jiwa Kota Xiaogan, meskipun ia tidak mengalami gangguan jiwa. Ia dipaksa mengonsumsi obat-obatan psikiatris di luar kehendaknya. Tujuh orang menahannya, menarik kepalanya ke belakang, dan menutup hidungnya. Mereka kemudian membuka paksa mulutnya dan memasukkan obat-obatan psikiatris ke dalam. Setelah itu, mereka memerintahkannya untuk menjulurkan lidah guna memastikan bahwa ia telah menelan obat tersebut. Pemberian obat secara paksa seperti itu dilakukan empat kali sehari.

Saat suami Du menjenguknya di rumah sakit, ia berkata kepada suaminya, “Saya tidak akan pernah bunuh diri. Jika terjadi sesuatu pada diri saya, itu pasti karena pihak rumah sakit telah melakukan sesuatu yang menyebabkan kematian saya.”

Du baru diperbolehkan keluar dari rumah sakit satu bulan kemudian. Pemberian obat-obatan setiap hari seperti ini mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada otaknya. Ia tidak pernah pulih sepenuhnya dan membutuhkan bantuan untuk mengurus dirinya sendiri.

Suami Terpaksa Hidup Jauh dari Rumah selama Dua Tahun (2008–2010)

Pada 2 Juli 2008 sekitar pukul 19.00, Zuo Yongan dari Kantor Keamanan Domestik Kota Yingcheng mendatangi rumah Du bersama dua petugas kepolisian dan seorang tukang kunci. Mereka membongkar paksa pintu rumah tersebut dan menggeledah isinya selama hampir dua jam.

Polisi berupaya menangkap Du, namun Xiong menghalangi mereka. Petugas memelintir lengan Xiong ke belakang punggungnya. Rasa sakit yang luar biasa membuatnya tidak mampu berbicara. Xiong kemudian ditangkap.

Dua hari berselang, Xiong berhasil meloloskan diri dari Departemen Kepolisian Kota Yingcheng. Ia terpaksa hidup jauh dari rumah selama hampir dua tahun untuk menghindari penangkapan. Selama kepergiannya, Du harus berjuang seorang diri untuk mengurus dirinya sendiri.

Suami Dipenjara selama Dua Tahun (2017–2019)

Pada 7 November 2017, lebih dari sepuluh petugas menggerebek rumah pasangan tersebut. Mereka di antaranya adalah Lu Hengfei dari Kantor Polisi Kota Dongmafang; Lu Hongzhou dan Yu Meng dari Kantor Keamanan Domestik Kabupaten Yunmeng; serta Yu Qingbo dari Kantor Keamanan Domestik Kota Hanchuan. Wang Feng, seorang staf dari Kantor Komunitas Yizhong, turut hadir di lokasi.

Lu mencengkeram Du dengan erat, sementara empat petugas lainnya menangkap Xiong. Seorang petugas lainnya merekam seluruh kejadian tersebut.

Keesokan harinya, Xiong dijebloskan ke dalam ruang tahanan Kabupaten Yunmeng. Saat mendatangi tempat tersebut, Du mendapati bahwa surat pemberitahuan penahanan memuat dua tanda tangan yang mengatasnamakan dirinya, padahal ia tidak pernah menandatangani dokumen apa pun. Wakil Kepala Kantor Polisi Wuluosi, Zhou Xiao—yang menangani kasus ini—berdalih bahwa pemberitahuan penahanan melalui telepon sudah cukup, dan polisi diperbolehkan menandatangani dokumen atas nama Du.

Pada 21 November 2017, Xiong dipindahkan ke Pusat Cuci Otak Tangxunhu. Ia ditahan di sana selama satu bulan, sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi yang tidak diketahui. Pengadilan Kota Anlu menjatuhkan hukuman dua tahun penjara padanya pada September 2018, dan ia kemudian ditahan di Penjara Fanjiatai.

Pelecehan dalam Beberapa Tahun Terakhir

Seorang staf komunitas bernama Wang menelepon Du pada pertengahan Desember 2021 untuk melakukan pelecehan. Ia kemudian mendatangi rumah Du dan memerintahkannya untuk tidak lagi berlatih Falun Gong.

Petugas dari Departemen Kepolisian Distrik Caidian, Kota Wuhan, menangkap Du pada 7 Mei 2022 dan menginterogasinya di Kantor Polisi Kota Dongmafang.

Pada akhir Mei 2022, Wang menelepon Du dan memerintahkannya untuk melapor ke Pusat Cuci Otak Tian’e pada 3 Juni tahun tersebut. Du menolak untuk mematuhinya. Beberapa minggu kemudian, pada 21 Juni, petugas dari Kantor Polisi Kota Dongmafang menangkap Xiong dan justru menempatkannya di pusat cuci otak tersebut.

Petugas dari Kantor Polisi Kota Dongmafang melecehkan Du di rumah setidaknya dua kali pada 2026. Wang beserta staf komunitas lainnya juga berulang kali menelepon untuk melontarkan ancaman kepadanya, hingga akhirnya Du meninggal dunia pada 6 Oktober 2026.

Laporan Terkait:

Xiong Wende of Yingcheng City, Hubei Province, Homeless as a Result of the Persecution

Many Practitioners Recently Arrested in Yingcheng City, Hubei Province

Murderers within the Regime Dare to Be Ruthless and Insolent

The Current Situation of Eleven Practitioners in Yingcheng City, Hubei Province

Chief Justice Who Sentenced Dafa Practitioners To Illegal Jail Terms Goes to Prison Himself