(Minghui.org) Diselenggarakan oleh Anggota Dewan Kota Philadelphia, Jim Harrity, bersama Department of Behavioral Health and Intellectual Disability Services (DBHIDS) Kota Philadelphia, Wellness Expo tahunan kedua digelar di halaman Balai Kota pada tanggal 13 Oktober 2026. Praktisi Falun Gong memperkenalkan metode kultivasi tradisional mereka dalam acara tersebut. Banyak orang mengenal Falun Gong beserta prinsip-prinsipnya, yaitu Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar). Beberapa pengunjung bahkan mempelajari gerakan latihannya selama acara berlangsung.

Anggota Dewan Kota Philadelphia, Jim Harrity (kedua dari kiri), bersama para praktisi Falun Gong di Wellness Expo tahunan kedua. (Minghui.org)

Para praktisi memperagakan gerakan latihan. (Minghui.org)
Selama pameran, para praktisi mengumpulkan tanda tangan untuk petisi yang mendukung Undang-Undang Perlindungan Falun Gong dan Korban Pengambilan Organ Paksa (Falun Gong and Victims of Forced Organ Harvesting Protection Act).

Pengunjung Wellness Expo menandatangani petisi untuk mendukung Undang-Undang Perlindungan Falun Gong dan Korban Pengambilan Organ Paksa. (Minghui.org)
Anggota Dewan Harrity mengambil foto dan video di stan Falun Gong dan menyatakan akan membagikannya melalui media sosial miliknya. Menyinggung perihal penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok, Harrity mengatakan bahwa masyarakat Amerika harus menyuarakan dukungan bagi mereka yang teraniaya, ia sendiri telah menandatangani petisi tersebut sebagai seruan agar penganiayaan itu diakhiri. Ia menegaskan bahwa tindakan membunuh orang demi mengambil organ tubuh mereka adalah hal yang gila dan harus dihentikan.
Pengunjung pameran mempelajari gerakan latihan Falun Gong di halaman Balai Kota. (Minghui.org)
Beberapa orang mempelajari gerakan latihan Falun Gong dalam acara tersebut. Setelah bermeditasi, Angelita Byrd mengungkapkan, “Saya merasa rileks dan bebas. Saya bisa merasakan energi mengalir ke seluruh tubuh saya. Saya sangat bersyukur atas pengalaman ini! Terima kasih!” Ia juga membeli buku utama Falun Gong, Zhuan Falun.

Angelita Byrd (ketiga dari kiri) (Minghui.org)
Angelita terkejut saat mengetahui bahwa salah satu praktisi dalam kegiatan tersebut pernah dipenjara selama empat tahun di Tiongkok karena berlatih Falun Gong, dan bahwa beberapa praktisi dibunuh demi diambil organ tubuhnya. Ia berkata, “Sungguh memprihatinkan! Ini sangat mengganggu. Saya sungguh berharap keadaan akan membaik.” Ia berharap lebih banyak orang mengetahui tentang penganiayaan ini dan turut membantu mengakhirinya.
Norman Dobo, yang mempelajari gerakan latihan pertama dan ketiga, berkomentar, “Luar biasa! Saya merasa rileks.” Setelah mendengar tentang kejahatan Partai Komunis Tiongkok berupa pengambilan organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup, Norman berkata, “Mengerikan sekali! Saya pernah mendengarnya, tetapi tidak tahu banyak. Sulit membayangkan hal seperti itu bisa terjadi! Sungguh memprihatinkan!”

Norman Dobo (kiri) mempelajari gerakan latihan Falun Gong. (Minghui.org)
Josiah Albany, yang melakukan kelima gerakan latihan, mengatakan, “Saya merasa luar biasa! Saya sangat menyukainya!”

Josiah Albany mempelajari gerakan-gerakan latihan. (Minghui.org)
Saat melewati stan Falun Gong, Domenic Marcellino berkata, “Saya benar-benar bisa merasakan energi di sini, bahkan merasakannya hingga ke lubuk hati terdalam. Rasanya sungguh luar biasa!” Ia menyatakan setuju dengan prinsip-prinsip Falun Gong Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar) dan menegaskan bahwa penganiayaan tersebut adalah tindakan yang salah. Ia menandatangani petisi yang menyerukan penghentian kekejaman Partai Komunis Tiongkok (PKT) dalam mengambil organ tubuh praktisi saat mereka masih hidup.

Petugas kepolisian Ayers memegang bunga lotus yang bertuliskan, “Falun Dafa Baik! Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar) Baik!” (Minghui.org)
Wu, seorang pelajar asal Tiongkok, berkata, “Falun Gong luar biasa!” Ia menceritakan kepada seorang praktisi bahwa beberapa kerabatnya di Tiongkok berlatih Falun Gong. Ia juga menuturkan bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari semua organisasi komunis yang pernah ia ikuti bertahun-tahun lalu, setelah menerima telepon dari seseorang asal Taiwan.
Wu juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya praktisi Falun Gong dalam menyebarkan fakta kebenaran. “Salah satu alasan utama saya datang ke AS adalah karena saya menonton berita di NTDTV. Saya bisa menontonnya dengan menggunakan perangkat lunak anti-sensor internet sekali klik yang dibuat oleh praktisi Falun Gong. Saya berterima kasih atas upaya mereka!”
Ia mengatakan bahwa ia sangat senang bisa menyaksikan pertunjukan Shen Yun pada bulan April tahun ini: “Tarian-tariannya sangat indah. Sudah lama sekali saya ingin menontonnya, jadi begitu tiba di AS, saya langsung membeli tiket.”
Dua orang Tionghoa lainnya yang mengunjungi stan Falun Gong menyatakan mundur dari organisasi komunis yang mereka ikuti. Salah satunya adalah seorang mahasiswi di University of Pennsylvania. Ia juga sempat menyaksikan pertunjukan Shen Yun bersama keluarganya dan mengatakan bahwa pertunjukan tersebut sangat indah.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org

