(Minghui.org) Minghui.org melaporkan baru-baru ini, Wu Xi, 55 tahun, dari Kabupaten Fangzheng, Provinsi Heilongjiang, dijatuhi hukuman dua tahun karena berlatih Falun Gong.
Wu ditangkap pada pagi hari tanggal 4 Desember 2025, ketika sedang berjalan ke sebuah pameran. Setelah dia memberikan kalender yang berisi informasi tentang Falun Gong kepada pejalan kaki, sebuah sedan hitam tiba-tiba datang mendekat. Beberapa petugas berpakaian preman dari Kantor Keamanan Domestik Gaoleng keluar dari mobil lalu menangkapnya beserta Yu Su’e, seorang praktisi Falun Gong berusia 76 tahun yang bersamanya.
Malam itu, polisi menggeledah rumah Yu dan menyita buku-buku Falun Gong miliknya serta barang-barang berharga lainnya. Mereka kemudian mendatangi rumah seorang lansia yang dilayani oleh Wu sebagai asisten rumah tangga. Karena tidak menemukan apa pun yang mereka cari, mereka pun pergi ke rumah Guan Yuqin dan membuka pintunya menggunakan kunci yang ditemukan di dalam tas Wu. Guan, yang juga merupakan praktisi Falun Gong, sebelumnya telah memberikan kunci cadangan rumahnya kepada Wu.
Ketiga praktisi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan fisik. Yu dan Guan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ditahan sehingga mereka dibebaskan. Wu dibawa ke fasilitas penahanan di Kota Harbin, yang membawahi Kabupaten Fangzheng. Dia kemudian dipindahkan ke fasilitas lain di Kabupaten Boli, Provinsi Heilongjiang.
Gao Qiang, salah satu petugas yang melakukan penangkapan, bersama Li Xiang, kemudian menyerahkan kasusnya ke Kejaksaan Kabupaten Boli. Pengadilan Kabupaten Boli menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada Wu, dan dia dijebloskan ke Penjara Songbin di Kota Harbin. Rincian lain mengenai penuntutannya tidak diketahui.
Wu memiliki gelar sarjana dari Universitas Sains dan Teknologi Changchun dan gelar magister dari Universitas Jilin. Dia pernah mengajar di Universitas Jilin. Setelah dia mulai berlatih Falun Gong pada 1997, dia pulih dari detak jantung tidak teratur dan gastritis. Sebelum mengalami penganiayaan yang terakhir ini, dia telah ditangkap berkali-kali karena tetap teguh dengan keyakinannya dan pernah menjalani dua hukuman penjara dengan total enam setengah tahun.
Tiga Kali Penangkapan Antara Tahun 2000 dan 2002
Wu pergi ke Beijing pada Juli 2000 untuk mengajukan permohonan berlatih Falun Gong. Dia ditangkap dan dikawal kembali ke Heilongjiang. Dia ditahan di Pusat Penahanan Kota Gaoleng. Direktur Piao Chun dan beberapa petugas melakukan berbagai penyiksaan padanya, meliputi pemukulan, menggantungnya, dan memaksanya berlari selama berjam-jam.
Suatu kali, Piao memukulnya, sementara petugas Jin bersamaan menampar wajahnya. Petugas Song kemudian menendangnya dari belakang, menjatuhkannya ke tanah. Kepalanya terbentur patung singa batu saat dia terjatuh dan terluka. Sekelompok petugas lain kemudian menghujaninya dengan tendangan dan pukulan.
Saat Wu tetap menolak menulis pernyataan meninggalkan Falun Gong, Piao mendatangkan saudara perempuannya ke pusat penahanan untuk memukulinya. Atasannya memutus hubungan kerja, dan pacarnya memutuskan hubungan dengannya. Uang pensiun ayahnya juga dihentikan. Sebelum dia dibebaskan, Kantor 610 setempat memaksanya membayar denda yang sangat besar.
Wu kembali melakukan perjalanan ke Beijing pada musim dingin tahun 2001 dan ditangkap kembali. Saat ditahan di Pusat Penahanan Distrik Xicheng di Beijing, dia menolak mengungkapkan identitasnya dan melakukan mogok makan sebagai bentuk protes. Petugas menahannya diatas ranjang dan memaksanya makan. Mereka tidak mengizinkannya ke kamar kecil dan memasangkan kateter urine padanya. Mereka membiarkan kateter tersebut terpasang selama beberapa hari.
Wu dua kali dilarikan ke rumah sakit kepolisian untuk perawatan darurat. Dia kemudian dijatuhi hukuman satu setengah tahun kerja paksa di Kamp Kerja Paksa Tuanhe, yang menolak menerimanya karena berat badannya jauh di bawah batas normal. Polisi membebaskannya pada hari ke-93 aksi mogok makannya. Ayah dan saudara laki-lakinya menggendongnya keluar dari pusat penahanan.
Polisi dari Kota Changchun, Provinsi Jilin, menangkap Wu pada Januari 2002 saat dia sedang tinggal sementara di sana. Mereka menahannya di kursi besi di dalam ruang penyiksaan. Mereka menutupi kepalanya dengan kantong plastik hingga dia hampir mati lemas. Mereka memasang kembali kantong itu di kepalanya dan baru melepasnya saat dia hampir pingsan. Mereka mengulangi penyiksaan ini berulang kali. Mereka juga menendang dan memukulinya, menyulutnya dengan puntung rokok, serta menjepit jari-jarinya.
Interogasi disertai dengan penyiksaan ini berlangsung dari pukul 10 pagi hingga pukul 7 malam. Polisi kemudian membawanya ke Pusat Penahanan Ketiga Changchun, yang menolak menerimanya. Dia dibawa kembali ke kantor polisi dan mengalami penyiksaan lebih lanjut. Busa keluar dari sudut mulutnya. Barulah setelah itu polisi membawanya ke rumah sakit. Dia hampir tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Polisi memberi tahu saudara perempuannya untuk menjemputnya. Dia pulih dengan cepat karena berlatih Falun Gong dan membaca ajaran Falun Gong.
Status Pendaftaran Rumah Tangga dan Kartu Identitasnya Dicabut pada 2010
Pada 2010, Biro Kehutanan Kabupaten Fangzheng memindahkan status pendaftaran rumah tangga milik Wu dan ayahnya dari instansi tersebut [sistem pendaftaran rumah tangga di Tiongkok dapat dikaitkan dengan pihak pemberi kerja]. Hingga hari ini, mereka tidak memiliki tempat untuk mencatatkan domisili resmi mereka. Akibatnya, mereka tidak memiliki kartu identitas, yang membuat mereka tidak dapat mendapatkan pekerjaan purnawaktu.
Dua Hukuman Penjara Sebelumnya dengan Total 6,5 Tahun
Wu ditangkap lagi pada 2017 karena memproduksi materi informasi Falun Gong. Pengadilan Distrik Songbei di Kota Harbin menjatuhkan hukuman tiga tahun padanya di bulan Desember tahun tersebut dan dia dikirim ke Penjara Wanita Provinsi Heilongjiang.
Penangkapan berikutnya pada 2021 setelah dia dilaporkan membagikan materi informasi tentang Falun Gong. Petugas dari Kantor Polisi Shangzhi menjebloskannya ke Penjara Kota Harbin selama 15 hari. Kemudian dia dipindahkan ke Pusat Penahanan Kedua Kota Harbin atas penahanan kriminal. Dia kemudian dijatuhi hukuman tiga setengah tahun. Saat menjalani hukuman di Penjara Wanita Provinsi Heilongjiang, petugas menghukum teman satu selnya karena dia menolak meninggalkan Falun Gong. Para teman satu selnya kemudian menyalahkannya karena membuat mereka sengsara. Mereka memukulinya sangat keras hingga hampir mematahkan tulang punggungnya. Dia dibebaskan pada 19 November 2024, kemudian ditangkap lagi pada 4 Desember 2025.
Laporan Terkait:
Dua Belas Praktisi Falun Gong Diadili Secara Tidak Sah di Pengadilan Harbin
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org