(Minghui.org) Di bagian barat Tiongkok Timur Laut, terdapat sebuah tambang logam non-ferro yang besar—salah satu yang terbesar di wilayah tersebut. Tambang ini didirikan hampir 70 tahun yang lalu. Kawasan pertambangan ini terletak di sebuah kota kecil dekat jalan raya nasional, sehingga akses transportasinya sangat mudah. Jalan utama menuju kawasan pertambangan membentang sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Daerah pegunungan di sekitarnya pun sangat indah.

Sebelum tahun 1949, saat menduduki Tiongkok Timur Laut, pihak Jepang menemukan sebuah jalur endapan mineral di lokasi ini. Konon, peta jalur endapan tersebut berbentuk seperti seekor sapi. Tambang yang ada saat ini terletak tepat di bagian yang digambarkan sebagai kepala sapi dalam peta tersebut. Setelah Perang Dunia II berakhir, keberadaan cadangan mineral yang besar ini terungkap melalui peta-peta yang ditinggalkan oleh pihak Jepang. Hingga hari ini, tidak ada yang tahu di mana letak bagian tubuh sapi lainnya dalam peta tersebut. Tentu saja, semua ini berdasarkan cerita yang diwariskan oleh para tetua setempat.

Tambang ini resmi didirikan di lokasi tersebut pada tahun 1958. Kala itu, banyak anak muda dari berbagai penjuru negeri direkrut untuk bekerja di sana. Mereka datang dengan beragam harapan—beberapa bahkan membawa serta keluarganya —dan mendedikasikan diri untuk membangun tambang tersebut. Banyak di antara mereka yang menghabiskan seluruh hidupnya bekerja di tempat ini.

Di kedalaman bawah tanah, tambang ini menyimpan cadangan mineral yang melimpah. Setelah puluhan tahun dieksploitasi, sumber daya mineral di bawah tanah masih tetap berlimpah, dengan bijih yang mengandung berbagai jenis logam berkadar cukup tinggi. Populasi di kawasan pertambangan ini pun berangsur-angsur meningkat. Dalam sensus penduduk tahun 1980-an, jumlah penduduk mencapai puncaknya dengan lebih dari 30.000 jiwa, sementara jumlah karyawan tumbuh hingga lebih dari 10.000 orang.

Falun Dafa Menyebar Luas di Seluruh Kawasan Pertambangan

Falun Dafa menyebar luas di kawasan pertambangan pada tahun 1996. Orang-orang mulai saling bercerita betapa ajaibnya Dafa. Hampir setiap hari ada praktisi baru, dan dalam waktu singkat, mereka yang berlatih mengalami perubahan luar biasa baik secara fisik maupun mental.

Setelah berlatih Dafa, beberapa orang yang telah sakit selama bertahun-tahun sembuh dari penyakitnya; hubungan antar anggota keluarga yang telah dibebani oleh kebencian selama bertahun-tahun membaik, dan keluarga yang hampir hancur menjadi harmonis kembali. Para pekerja tidak lagi berusaha memanfaatkan posisi mereka atau mengambil sesuatu untuk diri mereka sendiri, dan mereka melakukan pekerjaannya dengan baik serta bekerja dengan tekun tanpa mengeluh. Orang-orang di kawasan pertambangan tidak dapat menahan diri untuk memuji Dafa. Seseorang berkata, “Falun Dafa benar-benar menakjubkan. Falun Dafa dapat mengubah hati orang.” Dafa dengan cepat menyebar ke seluruh kawasan pertambangan dan kota-kota sekitarnya.

Berikut adalah beberapa contoh dari orang tambang yang mendapat manfaat fisik dan mental setelah belajar Dafa.

Ada seseorang yang berlatih qigong lain dan menjadi agak terkenal di daerah setempat. Ia sering menggunakan qigong untuk mengobati penyakit orang lain, tetapi pada akhirnya ia sendiri menderita beberapa penyakit. Sebuah tumor besar tumbuh di lehernya, dan tidak dapat diobati, sehingga membahayakan nyawanya. Setelah seseorang memperkenalkan Dafa kepadanya, ia tiba-tiba mengerti. Ia mengesampingkan qigong lain dan mengabdikan dirinya untuk berlatih Falun Dafa. Tak lama kemudian, tumor di lehernya tampak menyusut hari demi hari hingga menghilang. Istri dan putrinya kagum dengan keajaiban ini dan juga mulai berlatih.

Seorang wanita muda pemilik toko menderita fibroid di rahimnya dan sedang bersiap untuk operasi. Tepat pada saat itu, ia mulai berlatih Dafa. Ia dan suaminya juga memperkenalkan Dafa kepada banyak orang. Tanpa disadari, tumor di perutnya menghilang. Melihat keajaiban itu, banyak kerabatnya mulai berlatih Dafa.

Seorang wanita yang hampir berusia 60 tahun menderita banyak penyakit. Ia selalu mengenakan topi katun tebal, bahkan di musim panas. Setelah belajar Dafa, penyakit kronis yang telah mengganggunya selama beberapa dekade semuanya lenyap tanpa minum obat apa pun, dan ia akhirnya dapat melepas topi katunnya. Sejak saat itu, wajahnya berseri-seri dan ia berjalan dengan cepat. Ia menjadi orang yang sama sekali berbeda. Beberapa senior yang melihat perubahan ajaibnya sangat ingin berlatih Dafa.

Seorang pemuda dengan banyak kebiasaan buruk tidak mau tunduk pada siapa pun, dan tidak ada yang berani memprovokasinya. Suatu hari, ia pergi ke apotek untuk membeli obat, dan seseorang memperkenalkan Falun Dafa kepadanya. Ia langsung tertarik. Setelah selesai membaca Zhuan Falun, pandangan dunianya mengalami perubahan yang luar biasa. Ia menyadari bahwa ia seharusnya tidak lagi hidup seperti sebelumnya. Ia menghentikan semua kebiasaan buruknya dan tidak pernah lagi menyakiti orang lain. Sejak saat itu, ia menjadi rendah hati dan damai serta mengembangkan karakter moral yang tinggi. Seseorang yang mengenalnya berkata, “Dafa dapat membawa orang jahat kembali ke jalan yang benar. Ini menunjukkan betapa baiknya latihan ini.”

Setelah menyaksikan contoh-contoh nyata ini dengan mata kepala sendiri, jumlah praktisi di kawasan tambang dengan cepat bertambah menjadi hampir 400 orang. Orang-orang sangat memuji efek ajaib Falun Dafa. Dalam rapat di berbagai tempat kerja, para pemimpin sering memuji praktisi Dafa atas kinerja kerja mereka yang luar biasa dan karakter moral yang tinggi. Pagi-pagi sekali, para praktisi terlihat melakukan latihan bersama di banyak tempat, termasuk lapangan olahraga di kawasan pertambangan dan taman bermain sekolah. Setelah belajar Dafa, mereka semua dengan ketat mematut diri sesuai dengan prinsip Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar).

Dalam kehidupan nyata, baik itu pejabat tinggi atau miliarder, tidak ada yang dapat menghindari penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan uang pun tidak dapat membeli obat mujarab yang menyembuhkan penyakit. Dalam masyarakat saat ini, tidak ada hal lain yang dapat mengubah hati manusia. Adalah Falun Dafa yang memperbaiki hati manusia, memungkinkan mereka untuk menjadi sehat secara fisik tanpa biaya dan kembali ke nilai-nilai tradisional.

Pimpinan Mengikuti Perintah Penganiayaan, Tambang Mengalami Kemerosotan

Ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) memulai penganiayaan terhadap Dafa pada tahun 1999, situasi berubah secara drastis. Di bawah tekanan dari atasan, para pimpinan berbagai departemen di kawasan pertambangan tersebut mematuhi perintah dan turut serta menindas para praktisi Dafa di wilayah itu. Mereka yang tetap teguh berlatih dan pergi ke Beijing untuk mengajukan permohonan bagi Dafa, harus menghadapi penganiayaan berupa denda, pemecatan, masa percobaan di tempat kerja, hingga dikirim ke sesi pencucian otak, pusat penahanan, atau kamp kerja paksa. Semua orang diperiksa dan ditekan untuk menandatangani apa yang disebut sebagai “surat pernyataan jaminan.” Mereka juga menerapkan kebijakan yang menyeret pihak lain, dengan mengancam posisi pekerjaan para pimpinan unit kerja maupun kerabat dari praktisi tersebut. Setiap hari, pengeras suara di seluruh kawasan pertambangan menyiarkan nama-nama praktisi Dafa yang telah dijatuhi hukuman. Kampanye kekerasan terhadap para praktisi ini terasa seolah-olah Revolusi Kebudayaan telah kembali terjadi.

Masyarakat Tiongkok, yang telah mengalami trauma psikologis akibat berbagai kampanye politik PKT di masa lalu, merasa sangat ketakutan. Sebagian orang kehilangan rasa keadilan, sebagian lainnya bertindak demi melindungi diri sendiri, sementara ada pula yang bersimpati kepada para praktisi namun tetap mengikuti arahan dari atasan. Terlebih lagi, banyak orang memercayai propaganda media PKT yang menyerang Dafa. Teman dan kerabat menjauhi para praktisi, sementara pihak pimpinan melakukan diskriminasi terhadap mereka. Para praktisi kehilangan pekerjaan dan dikenai denda. Mereka kehilangan segalanya dan mengalami kesulitan luar biasa untuk sekadar bertahan hidup.

Saya dipaksa untuk menghabiskan waktu yang lama dalam sesi pencucian otak yang diselenggarakan oleh tempat kerja. Suatu hari, seorang pimpinan di tempat kerja mendesak saya, “Berhentilah berlatih. Tulis saja surat pernyataan jaminan, lalu kembalilah bekerja.”

Saya menatapnya dan menjawab dengan tegas, “Propaganda itu semuanya bohong. Saya akan tetap menjadi praktisi seumur hidup.” Pimpinan itu pun berbalik dan pergi.

Pada saat itu, berbagai unit kerja, kantor keamanan, dan komunitas setempat semuanya terseret ke dalam penganiayaan terhadap Dafa. Bahkan mereka yang tahu bahwa Dafa telah diperlakukan secara tidak adil pun tidak berani angkat bicara. Suasana di kawasan pertambangan seolah-olah tertutup oleh awan gelap.

Kondisi ekonomi pertambangan tersebut kemudian merosot dengan cepat. Bijih yang ditambang tidak dapat terjual atau terpaksa dijual dengan harga sangat rendah, sementara perusahaan menumpuk utang yang sangat besar dan berada di ambang penghentian operasional. Para pekerja tidak menerima upah selama berbulan-bulan dan harus bekerja dengan sistem giliran (shift). Rata-rata, hanya 70 persen dari upah mereka yang dibayarkan. Upah tersebut tidak mencukupi bagi sebagian orang untuk menafkahi keluarganya, sehingga mereka mengambil cuti tanpa bayaran dan pergi ke tempat lain untuk mencari pekerjaan. Banyak keluarga jatuh dalam kesulitan keuangan.

Orang-orang Menerima Berkah karena Mendukung Dafa

Di tengah suasana yang keras dan berbagai kesulitan, para praktisi Dafa tetap teguh dalam keyakinan mereka, tanpa mengeluh ataupun menyesal. Berkat moralitas yang tinggi dan sikap kerja yang tekun, mereka berhasil mengubah lingkungan di sekitar mereka. Orang-orang mulai mempertimbangkan kembali pandangan mereka. Seseorang berkata, “Setiap praktisi Dafa ini begitu lurus dan baik hati. Mereka sama sekali tidak seperti yang digambarkan di televisi.” Seorang pimpinan bahkan berkomentar, “Jika saya memiliki beberapa praktisi Dafa lagi di tim saya, pekerjaan saya akan jauh lebih mudah.” Kebohongan PKT (Partai Komunis Tiongkok) yang memfitnah Dafa tidak lagi dapat dipertahankan. Para pimpinan maupun rekan kerja secara bertahap mengubah sikap mereka terhadap para praktisi Dafa.

Saat penganiayaan pertama kali dimulai, para pimpinan sempat khawatir jika terdapat praktisi Dafa di tempat kerja mereka, karena mereka tidak ingin dimintai pertanggungjawaban atau terseret dalam masalah. Oleh karena itu, mereka sempat berupaya menyingkirkan para praktisi Dafa. Namun, setelah mengetahui bahwa PKT telah merekayasa bukti dan memfitnah Dafa, memahami kebenaran yang sesungguhnya, serta melihat bahwa para praktisi Dafa adalah pribadi yang tulus, baik hati, dan toleran, beberapa pimpinan justru berebut untuk menempatkan praktisi Dafa di dalam tim mereka. Di tempat kerja, lingkungan keluarga, maupun di antara para tetangga, sikap yang tadinya tidak peduli dan diskriminasi berubah menjadi keramahan serta dukungan. Rasa hormat masyarakat terhadap Dafa pun pulih kembali seperti sedia kala. Setiap kali Dafa disebut dalam percakapan sehari-hari, orang-orang akan menanggapi dengan sepakat, “Mereka adalah orang-orang baik.”

Para praktisi Dafa senantiasa menjaga perilaku mereka dengan baik, dan dengan demikian membuktikan kebenaran Dafa. Materi informasi mengenai Dafa tersebar hingga ke rumah-rumah di setiap sudut kawasan pertambangan tersebut. Satu per satu kebohongan yang memfitnah Dafa terbongkar, dan masyarakat pun benar-benar tersadarkan. Mereka saling mendiskusikan bahwa insiden bakar diri di Lapangan Tiananmen hanyalah sebuah rekayasa yang digunakan untuk memfitnah dan menganiaya Dafa. Dihadapkan pada fakta-fakta yang ada, kebohongan dan tuduhan PKT terhadap Dafa runtuh dengan sendirinya. Ketika pihak berwenang kembali dikerahkan untuk menjalankan kampanye “sapu bersih” atau melontarkan ancaman terhadap para praktisi Dafa, beberapa pimpinan hanya bersikap formalitas atau mengabaikan instruksi tersebut, bahkan ada pula yang justru melindungi para praktisi Dafa.

Seorang petugas kepolisian dari kantor keamanan pun akhirnya memahami kebenaran tentang Dafa. Ketika atasannya memerintahkan dia untuk menggeledah rumah seorang praktisi Dafa, dia tidak punya pilihan lain selain pergi karena adanya tekanan. Sekelompok petugas pun berangkat; dia masuk ke dalam rumah itu terlebih dahulu dan melihat meja di sana dipenuhi dengan buku-buku Dafa. Dia segera berlari kembali ke luar, mencegah petugas lain untuk masuk, seraya berkata, “Tidak ada apa-apa di rumah ini. Ayo kita pergi ke tempat lain.” Hal ini terjadi beberapa kali, dan setiap kali itu pula dia melindungi praktisi Dafa. Kemudian, dia dipindahkan ke unit kerja lain dan dipromosikan menjadi wakil direktur. Dia menerima berkah karena telah melindungi para praktisi Dafa.

Berkat upaya terus-menerus dari para praktisi Dafa dalam mengklarifikasi fakta selama bertahun-tahun, lebih dari separuh penduduk telah mundur dari organisasi-organisasi PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan tidak lagi ingin mengaitkan diri mereka dengan PKT. Masyarakat dengan antusias meminta kalender yang berisi fakta kebenaran tentang Dafa, dan banyak pengemudi taksi menggantungkan tulisan “Falun Dafa Hao” (Falun Dafa baik) di dalam kendaraan mereka. Sebagian besar pekerja tambang bawah tanah meyakini Dafa. Saat turun ke dalam tambang, mereka terbiasa melafalkan, “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao” (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik) dan mereka semua mengenakan amulet Dafa. Mereka percaya bahwa para dewa akan melindungi dan menjaga keselamatan mereka.

Karena masyarakat di kawasan pertambangan memahami fakta kebenaran tentang Dafa, berkah pun datang silih berganti. Semua rumah hunian sederhana dimasukkan ke dalam rencana pembongkaran dan relokasi, sehingga penduduk dapat pindah ke gedung apartemen modern yang baru. Perekonomian tambang tersebut pulih dan berkembang pesat. Harga bijih terus meningkat, dan upah para karyawan pun naik. Gaji dan bonus dibayarkan setiap bulan, bahkan bonus akhir tahun yang diterima pun cukup besar. Saat ini, di tengah kondisi banyak perusahaan lain yang mengalami kinerja keuangan buruk, situasi keuangan tambang tersebut justru terus membaik. Falun Dafa mengubah nasib tambang tersebut. Masyarakat mampu membedakan yang baik dari yang jahat serta bertindak dengan menjunjung keadilan, sehingga mereka pun menerima berkah dari Langit.

Berikut adalah beberapa contoh orang yang menjadi sehat dan terhindar dari bahaya dengan melafalkan, “Falun Dafa Hao” (Falun Dafa baik).

Seorang praktisi Dafa menuturkan, “Saya dan rekan kerja sedang bekerja bersama di bawah tanah di dalam tambang. Suatu kali, rekan saya tertimpa bijih tambang yang jatuh hingga ia tidak bisa bergerak. Kami membawanya keluar dari kawasan tambang, dan saat tiba di terowongan utama, kami menggunakan gerobak bijih untuk mengangkutnya ke luar. Ia berbaring dalam dekapan saya, jadi saya memintanya untuk melafalkan, ‘Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.’ Ia sangat meyakininya dan terus melafalkannya. Saya membawanya keluar dari tambang, lalu kami membawanya ke rumah sakit. Saat itu, ia sudah bisa berjalan sendiri. Dokter memeriksanya dan tidak menemukan masalah apa pun. Sungguh suatu keajaiban, karena biasanya orang yang tertimpa batu jatuh di dalam tambang akan meninggal dunia atau mengalami cedera parah. Belakangan, rekan saya mengatakan bahwa ia dengan tulus melafalkan ”Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao” (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik) sepanjang waktu, dan bahwa Dafa telah menyelamatkan nyawanya.”

Seorang praktisi Dafa menuturkan, “Ayah saya adalah seorang pensiunan tambang yang kini berusia 77 tahun. Ibu dan saya berlatih Falun Dafa, dan ayah selalu mendukung serta meyakininya juga. Suatu malam pada musim gugur tahun 2023, sekitar tengah malam, ayah menelepon saya dan mengatakan bahwa perutnya terasa sangat sakit. Saya segera pergi ke rumahnya, membopongnya ke dalam mobil, lalu berkendara menuju rumah sakit kota yang berjarak lebih dari 60 kilometer. Di sepanjang perjalanan, saya dan ayah melafalkan dengan lantang, “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao” (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik)’ Saat rasa sakitnya menjadi sangat hebat, ayah melafalkannya dalam hati. Ketika rasa sakitnya sedikit mereda, ia melafalkannya dengan suara lantang. Sekitar 15 menit kemudian, ayah berkata, ‘Nak, ini benar-benar manjur! Rasa sakitnya sudah hilang sama sekali. Luar biasa. Ayo kita pulang saja. Kita bisa pergi ke rumah sakit besok untuk memeriksakannya.’

“Keesokan harinya, kami pergi ke rumah sakit kota. Pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita kolesistitis (peradangan kantong empedu), batu empedu, dan batu di saluran empedu utama, dengan kondisi saluran empedu yang tersumbat total. Dokter menyatakan perlunya tindakan operasi dan menjadwalkan pemeriksaan MRI untuk melihat tingkat keparahan penyumbatan tersebut, sebagai acuan selama operasi. Saya mendampingi ayah menjalani MRI. Sepanjang waktu, ia terus melafalkan, Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik). Sore harinya, saat saya menunjukkan hasil MRI kepada dokter, dengan penuh keheranan dokter tersebut berkata, “Batu di saluran empedu sudah hilang. Tidak perlu operasi lagi. Berikan saja suntikan anti-inflamasi selama dua hari, dan besok sudah bisa pulang.” Ayah dengan gembira berkata pada saya, “Guru Dafa telah menolong Ayah.”

“Sejak saat itu, setiap malam sebelum tidur, ayah selalu melafalkan Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao” (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik) beberapa kali. Setelah kejadian ini, keyakinan ayah terhadap keajaiban Dafa menjadi semakin mendalam.”

Seorang praktisi Dafa lainnya menuturkan, "Saya bekerja sebagai staf akuntansi di sebuah unit kerja pertambangan, yang bertanggung jawab atas pengelolaan material, perencanaan, permintaan barang, serta pemakaian material untuk seluruh unit. Posisi ini dianggap sangat menguntungkan karena sering kali ada tawaran suap. Terkadang, ada orang yang mendekati saya dan meminta agar saya membuatkan surat permintaan material untuk mereka, dengan iming-iming hasilnya bisa dibagi dua. Saya selalu menjawab, 'Saya berlatih Dafa. Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu.' Karena saya bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab—serta tidak pernah mengambil sepeser pun untuk kepentingan pribadi—atasan menaruh kepercayaan penuh pada saya. Belakangan, ia bahkan memercayakan seluruh pengelolaan uang dan aset yang berkaitan dengan gaji serta bonus karyawan pada saya. Ia berkata, 'Saya tidak akan pernah menemukan orang lain yang bisa dipercaya seperti Anda.'

“Saya memiliki seorang rekan kerja dekat yang sering mendengarkan saya bercerita tentang Dafa. Saya mengatakan kepadanya bahwa saat menghadapi bahaya, melafalkan Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik) dapat membantu seseorang terhindar dari bahaya.

“Pada suatu tahun, kota tersebut mengalami banjir yang hanya terjadi sekali dalam seratus tahun. Sebuah desa di dekatnya tersapu bersih, dan ratusan orang kehilangan nyawa. Rumah rekan kerja saya ini terletak di pegunungan. Kebetulan suaminya sedang bertugas di tempat kerja pada hari itu, sehingga hanya dia dan putrinya yang berada di rumah. Hujan deras terus mengguyur. Kilat menyambar dan guntur menggelegar di luar, sementara bebatuan dari gunung berjatuhan dengan suara gemuruh. Dalam ketakutan yang luar biasa, ia memeluk putrinya, dan mereka berseru bersama, ‘Falun Dafa baik! Sejati-Baik-Sabar baik! Guru Li, tolong selamatkan kami!’ Keesokan harinya, saat ia melangkah keluar, ia benar-benar terpana. Dua parit yang sangat dalam telah terbentuk akibat terjangan air di kedua sisi rumahnya, namun rumah tanah miliknya tetap utuh tanpa kerusakan sedikit pun, seolah-olah terlindungi oleh perisai pelindung. Yang lebih menakjubkan lagi, hanya satu sudut ladangnya yang terkikis air, sementara tanaman di ladangnya sama sekali tidak rusak. Padahal, wilayah lain mengalami kerugian yang sangat parah. Saat bertemu dengan saya, ia dengan penuh semangat menceritakan bagaimana ia berhasil lolos dari bahaya pada hari itu. Ia mengatakan bahwa melafalkan Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik) telah menyelamatkan nyawanya dan putrinya; ia merasa sangat bersyukur kepada Dafa dan berjanji akan terus melafalkannya sesering mungkin.”

Seorang praktisi menuturkan, “Ibu saya tinggal bersama kami, dan kami semua berlatih Dafa. Berbagai penyakit yang diderita ibu saya lenyap setelah ia mulai berlatih. Setelah penganiayaan dimulai pada tahun 1999, saya dan suami turut dianiaya, bahkan suami ditangkap berkali-kali. Polisi dan aparat setempat sering datang ke rumah untuk melecehkan kami. Ibu terus-menerus mencemaskan kami hingga akhirnya ia tidak sanggup lagi menanggung beban tersebut. Saudara-saudara saya yang lain juga mendesak ibu untuk berhenti berlatih Dafa. Lambat laun, ia pun berhenti melakukan latihan dan belajar Fa.

“Tak terasa, setahun berlalu. Pada tahun 2005, muncul sebuah benjolan di sudut mata kanan ibu. Benjolan itu terus membesar hingga akhirnya menutupi separuh mata kanannya. Saudara-saudara membawa ibu ke rumah sakit universitas kedokteran untuk menjalani pemeriksaan. Setelah diperiksa oleh para spesialis, mereka menyatakan bahwa itu adalah tumor ganas yang memerlukan tindakan operasi. Jika operasi dilakukan, separuh rongga mata kanannya harus diangkat, dan dokter tidak dapat menjamin apakah mata kirinya bisa diselamatkan. Saat itu, ibu hampir berusia 80 tahun, dan seluruh keluarga merasa sangat bingung serta tidak tahu harus berbuat apa.

“Pada hari operasi, ibu dibaringkan di meja operasi dan dihubungkan dengan berbagai peralatan. Tak lama kemudian, dokter tiba-tiba berkata, ‘Bu, kapasitas paru-paru Anda tidak mencukupi. Oleh karena itu, risiko operasinya terlalu tinggi. Kami tidak dapat melakukan operasi tanpa formulir persetujuan dari Anda dan keluarga.’ Saudara-saudara saya mendiskusikan hal tersebut dan tidak berani menandatangani formulir persetujuan tersebut, sehingga ibu pun kembali ke rumah.”

“Saya memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara dengannya, “Bu, dulu Ibu begitu teguh dalam berlatih Dafa. Semua penyakit Ibu lenyap, dan Guru telah melakukan begitu banyak hal untuk Ibu. Kita tidak boleh melupakan itu. Setelah Ibu berhenti berlatih, penyakit itu pun kembali. Bahkan dengan menghabiskan banyak uang di rumah sakit pun, Ibu tidak bisa diselamatkan. Bu, Ibu harus memahami apa artinya ini. Rumah sakit tidak mau melakukan operasi, dan ini justru menunjukkan bahwa Guru masih menjaga Ibu. Guru tidak mencampakkan Ibu dan masih menganggap Ibu sebagai seorang praktisi. Kembalilah berlatih Dafa.’ Ibu menjawab, ‘Bukannya Ibu tidak mau berlatih. Selama bertahun-tahun ini, Ibu merasa takut dan khawatir karena apa yang terjadi padamu, Ibu tidak sanggup menanggungnya. Namun, di dalam hati, Ibu tidak pernah melupakan Dafa.” Saya berkata, “Bu, mulai sekarang, tidak akan terjadi apa-apa pada kita. Jangan khawatir, berlatih saja.” Ibu berjalan ke depan foto Guru, lalu dengan berlinang air mata berkata kepada Guru, “Guru, saya telah berbuat salah. Saya akan berlatih Dafa lagi.”

“Begitu, ibu kembali berlatih Dafa. Setiap hari, ibu tekun belajar Fa secara mendalam, melakukan latihan, serta melafalkan ‘Falun Dafa baik.’ Kemudian, sebuah keajaiban terjadi. Tumor di matanya mengecil dari hari ke hari. Setelah lebih dari sebulan, tumor tersebut hilang—lenyap secara ajaib. Kerabat dan tetangga pun takjub dan menyaksikan betapa luar biasanya Falun Dafa. Melihat hal ini, saudara-saudara mendukung keputusan ibu untuk berlatih Dafa. Dua saudari saya bahkan menjadi sangat meyakini Dafa dan mulai membawa amulet Dafa kemana pun mereka pergi.”

Ada begitu banyak contoh orang di kawasan pertambangan yang merasakan manfaat dari melafalkan “Falun Dafa baik.” Mereka yang telah memahami fakta kebenaran merasa berterima kasih kepada para praktisi Dafa dan berkata, “Terima kasih!”

Para praktisi Dafa selalu menjawab dengan penuh hormat, “Jangan berterima kasih kepada saya. Berterima kasihlah kepada Guru Dafa. Falun Dafa yang telah menyelamatkan Anda.”