(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa sebelum Partai Komunis Tiongkok melancarkan penganiayaan pada tanggal 20 Juli 1999. Setelah penganiayaan dimulai, saya kehilangan lingkungan untuk belajar Fa bersama dan melakukan latihan bersama orang lain.

Demi alasan keamanan, kami hanya bisa belajar Fa dalam kelompok kecil yang terdiri dari dua atau tiga orang, dan kami harus melakukan latihan secara mandiri di rumah. Tak terelakkan, ada gerakan yang tidak akurat.

Hal ini terutama terjadi pada praktisi lanjut usia: meskipun mereka dengan tekun melakukan tiga hal setiap hari, perubahan fisik mereka terlihat sedikit, dan bahkan ada beberapa yang telah meninggal.

Tentu saja, hal ini mungkin disebabkan oleh xinxing dan faktor-faktor lainnya, namun gerakan itu sendiri sangat penting dalam mengubah tubuh fisik seseorang. Saya ingin berbagi beberapa pemahaman saya.

Suatu sore di bulan Desember lalu, saya pergi ke rumah seorang praktisi untuk belajar Fa. Setelah memancarkan pikiran lurus, kami mulai melakukan latihan, dan kami ingin saling memeriksa gerakan satu sama lain.

Karena penganiayaan dimulai tak lama setelah saya mulai berlatih, saya tidak pernah ada kesempatan untuk melakukan latihan bersama-sama dengan praktisi. Saya tidak tahu apa artinya berkultivasi atau berlatih dengan sungguh-sungguh; saya hanya belajar gerakan dengan meniru praktisi lain dan mengira saya sudah menguasainya. Ketika seorang praktisi lain menunjukkan bahwa gerakan saya salah, saya sangat terkejut! Saya berpikir: Saya sudah berlatih selama 26 tahun, namun gerakan saya salah, apakah saya benar-benar seorang praktisi?

Guru mengajarkan kepada kita:

“Gerakan pada satu aspek adalah menggunakan daya Gong anda yang tangguh untuk memperkuat kemampuan Gong dan sistem mekanis, dengan demikian tercapai keadaan Fa melatih manusia, sedang pada aspek yang lain, di dalam tubuh masih akan dievolusikan banyak makhluk berjiwa.” (Maha Metode Menuju Kesempurnaan)

Jika gerakan tidak dilakukan dengan benar, mungkinkah kita memiliki energi untuk memperkuat fungsi dan mekanisme yang telah dipasang oleh Guru? Apalagi mengevolusi menjadi suatu bentuk kehidupan.

Malam itu, setibanya di rumah, saya mengambil buku Maha Metode Menuju Kesempurnaan dan berlatih sesuai petunjuk Guru. Saya melakukan kelima perangkat gerakan latihan di depan cermin sampai saya menguasainya dengan benar. Saya sulit sekali memperbaiki gerakan, kaki saya gemetar saat melakukan latihan kedua, tangan dan lengan saya bergetar, serta tubuh saya terasa kaku dan mati rasa. Namun, menjelang minggu ketiga, segalanya menjadi jauh lebih mudah.

Suatu malam, saya bermimpi berada di sebuah ruangan yang sangat luas dengan dua tempat tidur, masing-masing terletak di ujung ruangan. Saya duduk di tepi salah satu tempat tidur, dengan sebuah mesin yang tampak seperti alat tenun di hadapan saya. Dua roda menonjol keluar dari bagian belakang mesin, miring tajam ke arah kanan, dan benang di bagian depannya telah putus.

Saya memanggil orang yang berada di tempat tidur satunya dan berkata: “Mesin saya rusak; tolong coba periksa?” Orang itu memeriksanya, dengan sedikit mendorong bagian dasarnya, dan kedua roda itu pun bergeser kembali ke posisi semula. Dia bilang: “Sudah beres.”

Mengenai benang-benang yang terlepas, saya perlu menelusurinya kembali dari awal satu per satu untuk menyambungkannya kembali. Saat saya bangun, saya menyadari bahwa Guru sedang memberi isyarat kepada saya bahwa mekanisme aslinya sempat tidak selaras, namun kini telah kembali ke jalurnya dan sambungannya telah pulih. Saya tahu ini adalah cara Guru menyemangati saya.

Seminggu kemudian, saat saya melakukan latihan, saya merasakan sensasi panas di seluruh tubuh. Saat memeluk roda, rasanya seolah-olah kaki saya berpijak di atas awan, sungguh sebuah sensasi yang menakjubkan, seperti sedang berkendara di atas awan. Sejak saat itu, tubuh saya terasa ringan dan segala keluhan fisik pun lenyap.

Belas kasih Guru sungguh tak terlukiskan dengan kata-kata. Meskipun saya telah mengacaukan mekanisme yang dipasang Guru untuk saya, Guru tidak mencampakkan saya; sebaliknya, Guru justru memberikan peningkatan yang signifikan. Saya sungguh merasa sangat malu dan menyesal karena gagal memenuhi harapan Guru yang telah mencurahkan upaya tak kenal lelah serta penyelamatan yang belas kasih.

Merenungkan pemahaman yang diperoleh dari proses perbaikan gerakan ini, saya berdiskusi dan membandingkan catatan dengan beberapa praktisi. Saya mendapati bahwa tiga dari tujuh praktisi tersebut melakukan gerakan dengan cara yang salah, bahkan ada yang menambahkan gerakan ekstra. Walaupun semua praktisi ini memperoleh Fa sebelum tanggal 20 Juli 1999.

Jika kita tidak melakukan latihan dengan benar, bukankah kita secara tidak sengaja mengubah metode kultivasi yang diajarkan Guru? Bukankah ini masalah yang serius? Saya membagikan hal ini sebagai referensi bagi rekan-rekan praktisi, terutama para praktisi lama, dengan harapan kita semua menjadikan Fa sebagai pedoman, memperbaiki gerakan sesuai dengan Maha Metode Menuju Kesempurnaan, menghindari penyimpangan yang tidak perlu, serta maju dan meningkat bersama-sama. Mari kita tunaikan misi agung menyelamatkan makhluk hidup dan kembali pulang bersama Guru.

Terima kasih, Guru! Terima kasih, rekan-rekan praktisi! Ini adalah pemahaman saya pada tingkat saat ini. Mohon tunjukkan jika ada hal yang kurang tepat.

Artikel-artikel di mana para kultivator berbagi pemahaman mereka biasanya mencerminkan persepsi individu pada suatu titik waktu berdasarkan kondisi kultivasi mereka, dan disampaikan dengan maksud untuk peningkatan bersama.