(Minghui.org) Keluarga kami pergi ke kampung halaman suami saya untuk merayakan Tahun Baru Imlek pada 1997. Ibu mertua berkata, “Semua orang di desa mempelajari Falun Dafa. Latihan ini bisa menyembuhkan penyakit dan meningkatkan kesehatan seseorang, dan semua orang mengatakan itu luar biasa.” Mendengar hal tersebut, saya memutuskan untuk mencobanya.
Saya bukan orang asli sana, jadi saya tidak familier dengan orang-orang maupun daerah tersebut. Suami membantu saya menemukan buku dan musik latihan. Pada saat itu, kaset musik latihan sangat langka dan tidak ada salinan tersedia, jadi suami saya membeli kaset kosong, menemukan perekam kaset terbaik di desa, dan meminta seseorang untuk merekam musik untuk saya. Suami tidak mempermasalahkan jarak jauh yang harus dia tempuh untuk membantu hal ini, dan dia melakukannya dengan sangat sabar. Dia benar-benar mendukung saya berlatih, dan saya belajar Fa setiap hari.
Epilepsi Lenyap
Saya berkata pada keluarga saya, “Falun Dafa sungguh luar biasa. Begitu satu orang berlatih, satu keluarga mendapat manfaatnya. Fa sangat luas, dan medan energinya luar biasa.” Setelah mulai berlatih, kesehatan saya membaik dan penuh dengan energi. Melihat perubahan saya, suami menjadi semakin mendukung saya berlatih. Terkadang dia mendengarkan ceramah audio Guru bersama saya.
Suami saya menderita epilepsi sejak usia 12 tahun. Keluarga membawanya ke berbagai tempat untuk menemui dokter pengobatan tradisional Tiongkok, pengobatan barat, dan pengobatan tradisional. Salah satu pengobatan memintanya memakan kelabang dan kalajengking kering. Setelah menjumpai berbagai macam dokter, kondisinya justru semakin memburuk. Keluarganya miskin, jadi mereka akhirnya berhenti mencari pengobatan. Keluarga telah mengatur pernikahan untuknya sejak dia kecil, namun saat keluarga dari pihak wanita mendengar tentang penyakitnya, mereka membatalkannya.
Suami pernah memberitahu saya, “Jangan takut saat aku mengalami kejang, aku pasti akan bangun.” Saya melihatnya mengalami kejang beberapa kali. Dia bekerja dan tampak baik-baik saja, kemudian dia tiba-tiba pingsan, terjatuh di mana pun dia berada. Dia terbaring di tanah dengan busa di mulutnya, dengan mata mendelik ke atas, dan sekujur tubuhnya kejang-kejang. Setelah sadar, dia linglung dengan tatapan kosong di matanya selama beberapa hari sebelum berangsur-angsur kembali normal. Setiap kali saya melihat hal ini saya terkejut dan ketakutan.
Sejak berlatih Falun Dafa, dia mendukung saya dan juga sangat percaya pada prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Guru. Ajaibnya, epilepsi suami saya lenyap. Sudah 26 tahun hingga kini, dan dia tidak pernah perlu minum satu pil pun untuk kondisi itu. Saya yakin dia menerima berkah luar biasa karena mendukung Dafa.
Gejala COVID Suami Saya Lenyap dengan Melafalkan “Falun Dafa Baik” secara Tulus
Saat virus PKT (COVID-19) sedang merebak, hampir semua orang di sekitar sini terinfeksi. Pada saat itu saya pergi ke rumah praktisi Falun Dafa lain untuk mengurus sesuatu, dan begitu saya pulang ke rumah, suami berkata, “Aku mengalami demam. Sepertinya aku terkena virus,” dia kemudian menjelaskan apa yang terjadi.
Tiba-tiba dia mengalami demam dan merasa lemas sekitar pukul 9 malam. Dia masih sanggup merebus air panas dengan irisan jahe dan sedikit gula merah, meminum dua gelas, dan terbaring di sofa. Dia mulai melafalkan, “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati-Baik-Sabar adalah baik).” Dia tidak tahu berapa kali dia melafalkannya sebelum akhirnya tertidur. Saat bangun pukul 11 malam, demamnya lenyap, dan dia merasa segar dan kuat kembali.
Keesokan paginya, dia mengangkat lengannya dan dengan gembira berkata, “Sekarang aku sudah sehat, benar-benar sehat!” Dia sangat gembira seperti anak kecil.
Orang lain yang menderita virus harus mengonsumsi obat-obatan, disuntik, dan bahkan ada yang dimasukkan ke rumah sakit. Suami saya percaya pada Guru Li dan Dafa serta dengan tulus melafalkan, “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati-Baik-Sabar baik).” Dalam waktu dua jam gejalanya lenyap.
Pemulihan setelah Slogan Jahat Dihapus
Saat penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang sangat parah, slogan yang memfitnah Falun Dafa sering tampak di dinding sepanjang jalan. Saya dan suami bekerja di luar kota saat itu. Di hari libur, atau saat kami sedang keluar melakukan sesuatu, saya membersihkan slogan-slogan yang saya lihat memfitnah Guru dan Dafa. Saya melakukannya agar slogan jahat tersebut tidak meracuni pikiran orang-orang.
Suatu pagi, suami sedang keluar mengerjakan sesuatu. Siang itu kami berdua pergi ke pabrik untuk bekerja. Saat kami bekerja dia mulai merasa demam. Demam itu menjadi semakin parah, dan pengobatan tidak membantu. Karena merasa tidak enak badan, dia kembali ke asrama untuk istirahat, sementara saya lanjut bekerja.
Saya sedikit cemas karenanya, jadi setelah beberapa saat saya pergi ke asrama untuk melihat kondisinya. Dia terbaring di kasur, tampak sangat kesakitan. Dia berkata, “Biasanya saat aku mengalami demam, aku tidak meminum obat, atau aku menelan dua kapsul dingin dan baik-baik saja. Kali ini berbeda. Aku ingin berkeringat, tapi tidak bisa, dan demamnya tidak turun-turun. Aku merasa tidak enak badan dan tidak bisa tidur.”
Dia lalu berkata, “Ada hal yang belum aku ceritakan padamu.” Saya bertanya-tanya hal apakah itu. Apa yang membuatnya sampai sesakit ini? Dia hampir tidak bisa berbicara dan tidak mempunyai energi. Saya berdiri di sana tertegun. Dia melanjutkan, “Saat keluar hari ini, aku melihat slogan di sepanjang jalan yang memfitnah Guru dan Falun Dafa. Aku tidak membersihkannya, dan tidak ingin kamu tahu, bila aku memberitahumu, kamu akan pergi dan membersihkannya. Jadi aku diam saja. Kini Guru menggunakan demam dan rasa sakit di tubuhku ini untuk menyadarkanku. Aku seharusnya menghentikan kejahatan yang memfitnah Dafa dan meracuni orang-orang. Pergilah dan cabut slogan-slogan yang menghina Guru dan Dafa! Dafa adalah Fa lurus, dan saya salah.”
Setelah mendengar kisahnya secara menyeluruh, saya mengerti. Suami saya tahu bahwa Falun Dafa dan Guru adalah baik, namun karena takut, dia tidak menghentikan pelaku kejahatan memfitnah Guru dan Dafa dan juga tidak membiarkan saya melakukannya, membuat slogan-slogan tersebut tetap berada di sana dan meracuni pemikiran orang-orang. Demam tinggi dan perasaan tidak nyaman adalah kesempatan yang diberikan oleh Guru agar dia terselamatkan. Saya menenangkannya dan menyuruhnya beristirahat. Saya berkata, “Sekarang kamu menyadari kesalahanmu, Guru akan menyelamatkanmu.”
Karena toko akan tutup saat saya pulang kerja, saya pergi dan membeli cat semprot berbeda warna dan meninggalkannya di asrama. Saya memberitahu suami, “Beristirahatlah sekarang. Jangan bekerja hari ini.” Kemudian saya lanjut bekerja. Di siang hari dia mulai bercucuran keringat sampai selimutnya basah. Namun demamnya berangsur-angsur mereda, dan dia bahkan bisa tidur siang. Saat saya pulang kerja, dia sudah bersemangat dan merasa jauh lebih baik.
Saya mengambil cat semprot dan menutupi slogan-slogan jahat. Saat saya kembali, suami bertanya, “Apa kamu menutupi semuanya?”
Saya menjawab, “Ya, semuanya.” Setelah saya menghapus slogan, sakit suami saya lenyap.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org