(Minghui.org) Seorang wanita berusia 50 tahun di Kota Yinchuan, Daerah Otonomi Ningxia Hui, menderita atrofi otak dan neuropati kaki bagian bawah ketika ditahan karena keyakinannya pada Falun Gong. Dia tidak bisa berjalan sendiri atau mengurus dirinya sendiri. Namun pihak berwenang menolak permohonan jaminannya dengan alasan dia akan terus berlatih Falun Gong jika dibebaskan.

Shen Dongmei
Shen Dongmei, lahir pada Oktober 1976, ditangkap pada 2 November 2025, setelah polisi menggergaji kuncinya dan masuk ke rumahnya. Setidaknya 50 praktisi Falun Gong setempat lainnya ditangkap pada hari yang sama.
Shen ditahan di fasilitas yang tidak diketahui sebelum dipindahkan ke Pusat Penahanan Kota Yinchuan pada 9 November 2025. Hanya dua hari kemudian, seorang narapidana melihatnya sangat lemah dan tidak dapat berjalan sendiri. Dia membutuhkan orang lain untuk membantunya atau harus bersandar ke dinding untuk bergerak. Terlepas dari kondisinya, seorang penjaga wanita menegurnya dan memerintahkan dia untuk mengenakan rompi merah (seragam tahanan).
Penjaga juga tidak mengizinkan Shen berbaring di tempat tidur untuk beristirahat. Dia menolak untuk menjawab absen, dan kemudian penjaga menghukum teman satu selnya untuk memicu kebencian mereka terhadap Shen. Tidak jelas bentuk pelecehan apa lagi yang dialaminya.
Saudara perempuan Shen bermaksud menyewa pengacara untuknya, namun kantor polisi setempat menolak mengeluarkan surat keterangan yang membuktikan hubungan mereka sebagai saudara kandung. Karena itu, dia tidak bisa mendapatkan pengacara. Secara hukum, siapa pun dapat menyewa pengacara untuk orang lain tanpa harus membuktikan hubungan kekerabatan.
Departemen Kepolisian Kota Yinchuan menyerahkan kasus Shen dan sepuluh praktisi lainnya yang ditangkap pada hari yang sama ke Kejaksaan Distrik Xixia pada 13 Februari 2026. Pihak kejaksaan telah mengembalikan berkas perkara tersebut sebanyak dua kali, dan pihak kepolisian mengajukannya kembali setiap kali dikembalikan (terakhir kali pada akhir April 2026).
Kesebelas praktisi tersebut didakwa pada akhir bulan Juni 2026. Saudara perempuan Shen berhasil menyewa pengacara untuknya pada saat itu. Praktisi lain juga memiliki pengacara pembela,.
Selama menunggu persidangan, kondisi Shen terus memburuk. Dia tidak mampu mengurus dirinya sendiri dan harus dipindahkan dengan menggunakan kursi roda. Pada pertengahan Agustus 2026, keluarganya mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Distrik Xixia. Pihak kepolisian kemudian membawanya ke Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Yongning untuk menjalani pemeriksaan. Dia didiagnosis menderita atrofi otak dan neuropati pada tungkai bawah.
Pengadilan tetap menolak jaminan Shen setelah melihat laporan medisnya. Konferensi sebelum sidang diadakan pada 2 September 2026, dengan para praktisi hadir secara jarak jauh dari pusat penahanan, dan pengacara mereka bergabung dengan hakim dan jaksa di gedung pengadilan. Anggota keluarga mereka dilarang memasuki gedung pengadilan.
Pengacara Shen mencatat bahwa dia menggunakan kursi roda selama konferensi. Dia tampak sangat kesakitan. Keluarganya mengajukan permintaan jaminan lagi setelah konferensi.
Xie Yiqiang, salah satu praktisi lain yang sedang dituntut, disela oleh hakim berkali-kali ketika dia mencoba menyelesaikan pembacaan pernyataan pembelaannya. Hakim kemudian menghentikan konferensi dan mengatakan bahwa konferensi akan dilanjutkan pada 15 September. Dia juga mengumumkan tanggal persidangan pada tanggal 21-23 September.
Konferensi praperadilan dilanjutkan pada 15 September, namun hakim kembali membatalkannya di tengah jalan. Dia pun membatalkan sidang yang dijadwalkan pada 21-23 September.
Keluarga Shen baru-baru ini dipanggil ke Rumah Sakit Sanjia Distrik Xinshi untuk diinterogasi oleh polisi. Dokter yang merawatnya mengatakan mereka tidak bisa membiarkan dia dibebaskan dengan jaminan karena dia terus berlatih Falun Gong dan “memberi pengaruh negatif pada keluarganya.” Bagi keluarganya bahwa jelas sekali polisi dan dokter bekerja sama untuk memastikan agar dia tetap ditahan.
Tidak jelas apakah Shen ditahan di rumah sakit atau pusat penahanan pada saat penulisan artikel ini. Sebelum penganiayaan terakhirnya, dia ditangkap berkali-kali dan pernah menjalani tiga tahun kerja paksa.
Artikel Terkait:
Kota Yinchuan, Ningxia: 32 Praktisi Falun Gong Ditangkap dalam Dua Hari
Kota Yinchuan, Ningxia: 12 Praktisi Falun Gong Dilecehkan karena Keyakinan Mereka
The Police in Yinchuan City, Ningxia Province Set a Trap for Falun Gong Practitioners
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org