(Minghui.org) Seorang pria di Kota Donggang, Provinsi Liaoning, menjalani persidangan pada tanggal 16 Oktober 2026 karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan kultivasi jiwa dan raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.

Pan Qiang ditangkap pada tanggal 25 Mei 2026 setelah polisi menemukan bahwa dia menempelkan stiker yang berisi informasi Falun Gong di dinding-dinding fasilitas umum. Istrinya, yang bukan praktisi Falun Gong, juga turut ditangkap dan ditahan selama satu minggu. Penangkapan tersebut diperintahkan oleh Kantor Keamanan Domestik Kota Donggang dan dilaksanakan oleh Kantor Polisi Xiangyang serta Kantor Polisi Huayuan.

Hakim Tian Xiaofei dari Pengadilan Distrik Zhen’an memimpin persidangan pada tanggal 16 Oktober. Dia bertanya kepada Pan apakah ada permintaan untuk mengganti hakim atau jaksa (permintaan pengunduran diri). Pan menjawab bahwa baik hakim maupun jaksa Wang Cong harus mundur dari kasus ini karena mereka adalah anggota Partai Komunis Tiongkok.

Hakim Tian memutuskan untuk menunda sidang sejenak. Saat sidang dilanjutkan, dia mengumumkan bahwa permintaan Pan untuk mengganti hakim dan jaksa ditolak. Kemudian, Pan mengangkat tangannya untuk memberikan kesaksian terhadap petugas yang menangkapnya ketika petugas tersebut menyeretnya sejauh lebih dari sepuluh meter dengan menarik borgol yang terpasang di tangannya. Bahkan setelah hampir lima bulan berlalu, bekas luka masih terlihat di pergelangan tangannya.

Ibu Pan yang berusia 82 tahun, yang bertindak sebagai pembela (bukan pengacara profesional), juga memberikan kesaksian yang menentang polisi karena mereka melarang dirinya dan pengacara setempat yang dia sewa untuk menemui Pan di Pusat Penahanan Kota Dandong. Kemudian, dia menyewa seorang pengacara dari Beijing yang bermarga Zhang. Pengacara ini pun sempat dilarang menemui putranya hingga dia mengajukan beberapa kali keberatan resmi. Lihat laporan terkait untuk rincian lebih lanjut.

Selama persidangan, pengacara Zhang bertanya kepada Pan mengenai kekerasan yang dilakukan polisi saat penangkapan. Pan mengatakan bahwa dia telah melaporkan hal tersebut kepada jaksa Wang saat jaksa itu memeriksanya di pusat penahanan. Tiba-tiba, Wang menyela pembicaraan pengacara Zhang tanpa izin dari hakim Tian.

Pengacara Zhang memprotes tindakan Wang yang melanggar prosedur pengadilan. Namun, Wang terus menyela pembicaraannya.

Dari pada mendisiplinkan jaksa Wang, hakim Tian justru menghentikan persidangan sebelum pemeriksaan silang selesai dilakukan. Belum jelas kapan persidangan akan dilanjutkan kembali.

Laporan Terkait:

Pria Liaoning Didakwa Karena Keyakinannya, Dilarang Bertemu Pengacara dan Ibunya