(Minghui.org) Saya lahir dalam keluarga tradisional berpendidikan tinggi, dan saya anak keempat dari lima perempuan. Ketika Falun Dafa diperkenalkan di seluruh Tiongkok, keluarga saya beruntung dapat mulai berlatih. Kami dibimbing oleh prinsip-prinsip Falun Dafa Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Moralitas kami meningkat, dan kami sehat serta bahagia. Saya ingin menceritakan bagaimana keluarga kami memperoleh manfaat baik secara fisik maupun mental.

Orang Tua Saya Beruntung Menemukan Falun Dafa

Orang tua saya sangat baik dan bekerja keras untuk merawat keluarga, tetapi kesehatan mereka buruk. Setelah memiliki lima anak, ibu saya sering menderita penyakit pascapersalinan. Yang terburuk adalah dia sensitif terhadap angin. Dia selalu memakai topi sepanjang tahun—topi tebal di musim dingin dan topi tipis di musim panas. Hanya untuk memasak setelah pulang kerja, dia harus beristirahat beberapa kali. Rumah kami dipenuhi dengan berbagai macam obat-obatan dan alat terapi. Ibu saya sering berolahraga di luar rumah untuk meningkatkan kesehatannya, tetapi tidak ada yang benar-benar membantu.

Pada awal tahun 1996, saat melakukan olahraga pagi, ibu saya memperhatikan sebuah tempat latihan Falun Dafa di lingkungan tempat tinggal kami. Seorang instruktur sukarelawan menceritakan tentang latihan tersebut dan mengajarkan perangkat latihan itu secara gratis. Saat ibu saya mendengarkan musik latihan, ia merasa sangat rileks dan memutuskan untuk berlatih Falun Dafa. Tidak lama setelah mempelajari Fa (ajaran) dan melakukan latihan, penyakitnya pun lenyap. Seseorang yang telah minum obat selama bertahun-tahun akhirnya merasakan bagaimana rasanya tidak sakit. Ia benar-benar merasakan keajaiban dan karakteristik luar biasa Dafa.

Suatu kali, saya dan saudara perempuan saya sedang berjalan di lingkungan kami, dan saya melihat seseorang berjalan di depan kami—orang itu tampak seperti ibu kami, tetapi dalam sekejap mata, dia menghilang. Ketika kami kemudian menanyakannya, ibu saya mengatakan bahwa itu memang dia, sedang pergi untuk membagikan materi klarifikasi kebenaran Dafa. Cara berjalannya ringan dan energik, sama sekali berbeda dari sebelum dia berlatih.

Ibu saya bercerita bahwa suatu malam, saat dia sedang membagikan materi klarifikasi fakta kebenaran, tidak ada lampu di tangga. Saat menuruni tangga, dia tersandung, pergelangan kakinya terkilir, dan merasakan sakit yang luar biasa. Dalam hatinya, dia memohon pertolongan Guru Li: “Guru, tolonglah saya. Saya masih memiliki banyak materi untuk dibagikan, dan begitu banyak orang baik telah tertipu oleh kebohongan Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang telah membuat mereka memfitnah dan membenci prinsip-prinsip Falun Dafa tentang Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Mereka perlu mengetahui fakta kebenaran.” Dengan keyakinan yang tulus dan hati yang penuh perhatian kepada orang lain, dia menyelesaikan pembagian semua materi yang dibawanya. Saat hendak pulang, dia tidak ingat pergelangan kaki mana yang terkilir—pergelangan kaki itu sembuh tanpa disadarinya.

Sebelum ayah saya berlatih Falun Dafa, dia menderita tuberkulosis, emfisema, dan silikosis. Setelah mempelajari Fa dan berlatih gerakan-gerakan Falun Dafa, dia sembuh tanpa pengobatan. Namun, dia berhenti berlatih setelah PKT mulai menganiaya Falun Dafa, dan kondisi paru-parunya kambuh. Dalam kondisi kritis, dia dilarikan ke rumah sakit, di mana selang-selang dimasukkan ke seluruh tubuhnya. Kondisinya tidak membaik. Direktur rumah sakit menyarankan keluarga kami untuk menghubungi rumah sakit lain untuk melihat apakah ada pilihan yang lebih baik.

Setelah ayah saya pulang, ia batuk darah. Ia kelelahan dan berbaring di tempat tidur sepanjang hari. Ia tidak bisa berbaring untuk tidur karena sulit bernapas. Dimotivasi  oleh ibu, ayah melanjutkan belajar Falun Dafa dan berlatih gerakan-gerakan tersebut. Dia pulih sepenuhnya dalam beberapa hari. Tubuhnya mengalami perubahan dramatis—rambutnya yang beruban sejak usia muda, bahkan tumbuh hitam kembali.

Saya Mulai Berlatih Falun Dafa

Saya memiliki kesehatan yang buruk sejak usia muda. Salah satu kenangan masa kecil saya yang paling jelas adalah berbaring di tempat tidur sambil menonton orang tua dan saudara perempuan saya makan; saya tidak bisa bergabung dengan mereka karena demam, gondongan, atau penyakit lain membuat saya tidak mungkin makan. Seiring bertambahnya usia, lebih banyak penyakit muncul: sesak napas, migrain, sembelit parah, radang sendi, dan banyak lagi. Meskipun masih muda, saya sudah merasa hidup ini tanpa harapan dan sering melihat diri saya di cermin dan bertanya, “Siapakah kamu?”

Saya kemudian menikah dan memiliki seorang putri. Pada tahun ketujuh pernikahan kami, suami saya berselingkuh. Merasa marah dan sakit hati, saya menceraikannya dan membesarkan anak kami sendirian. Itu terjadi pada tahun 2006. Khawatir saya tidak akan mampu mengatasinya dengan baik, ibu saya meminta saya untuk membaca buku Zhuan Falun. Pada hari pertama saya membaca buku berharga ini, ibu saya terkejut melihat bahwa saya tidak lagi menangis sepanjang waktu, dan tenang seperti air yang diam.

Ketika putri saya masih kecil dan memanggil, “Ibu, gendong saya,” saya ingin menggendongnya, tetapi saya tidak memiliki kekuatan. Dokter pernah mengatakan bahwa, meskipun saya baru berusia 30 tahun, tulang saya seperti tulang orang berusia 60 tahun. Setelah saya mulai berlatih Falun Dafa, semua penyakit saya lenyap. Saya merasa ringan dan lincah, dan terkadang saat berjalan, saya merasa seolah-olah bisa terbang. Pada tahun 2008, ketika rumah kami direnovasi, saya membantu membersihkan puing-puing konstruksi. Bebannya berat, namun saya mengangkat tas satu persatu keluar—sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya.

Saya juga mengajari putri saya membaca Zhuan Falun. Setiap kali dia menemukan kata-kata yang tidak dia ketahui, saya menjelaskannya kepadanya. Kemudian, ketika putri saya beberapa kali demam tinggi, suhunya kembali normal saat mendengarkan rekaman ceramah Guru Li Hongzhi. Putri saya sekarang sudah dewasa. Benih Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) telah berakar dan tumbuh di hatinya. Dia memperlakukan orang lain dengan tulus dan baik hati. Selain itu, baik pendidikan maupun kariernya berjalan lancar—semua berkat dari berlatih Falun Dafa.

Saudari-Saudari Saya Mulai Berlatih

Saya dan saudara-saudari saya makan di rumah ibu kami. Setelah makan, saudara perempuan saya yang ketiga sedang mencuci piring di dapur, dan kami berdua mengobrol. Saya bercerita kepadanya betapa luar biasanya Falun Dafa, termasuk hal-hal ajaib yang kami alami setelah saya dan putri saya mulai berlatih. Misalnya, bagaimana putri saya hampir tertabrak mobil yang meluncur menuruni bukit. Mobil itu tiba-tiba berbelok, dan putri saya tidak terluka. Di lain waktu, ketika saya mencolokkan kabel daya perekam kaset, bola api besar meledak keluar dari soket dengan suara keras. Steker dan kabelnya langsung terpisah. Tangan saya memegang steker saat itu, tetapi saya tidak terluka. Saudara perempuan saya yang ketiga sangat baik hati. Kemudian, dia dan putrinya mulai membaca Zhuan Falun.

Saudara perempuan saya yang ketiga dulu memiliki bercak hitam di wajahnya. Suatu kali putri saya dengan polosnya menatapnya dan berkata, “Bibi, wajah Bibi kotor,” lalu mencoba menyekanya dengan tangan kecilnya, tetapi bercak itu tidak hilang. Dia telah mencoba beberapa produk penghilang noda, tetapi tidak ada yang berhasil. Setelah ia mulai berlatih Falun Dafa, bercak-bercak di wajahnya berangsur-angsur menghilang. Ibu saya mengatakan bahwa latihan itu membersihkan tubuhnya. Selama seseorang mempelajari Fa dan berlatih dengan sungguh-sungguh, serta mengukur diri sendiri dengan standar Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar), setiap keadaan yang salah akan secara alami diperbaiki.

Pada musim semi tahun 2017, saudara ipar laki-laki saya yang ketiga merasa lemah dan pergi ke rumah sakit. Hasil tes menunjukkan bahwa tiga perempat arteri utama tersumbat. Keluarga menghubungi rumah sakit ternama, tetapi karena saat itu adalah Festival Qingming, rumah sakit memintanya untuk datang setelah liburan untuk tes lebih lanjut. Karena takut sesuatu akan terjadi padanya, saudara ipar saya sangat khawatir dan dengan sedih mendiskusikan keinginan terakhirnya dengan istrinya. Kami semua mengingatkannya untuk dengan tulus melafalkan, “Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik).” Beberapa hari kemudian, tes lebih lanjut menunjukkan bahwa arterinya tersumbat 99 persen. Dia segera dirawat di rumah sakit dan menjalani operasi pemasangan stent. Dokter mengatakan bahwa arterinya, seperti yang terlihat di layar, setipis sehelai rambut, dan pasien dalam kondisi ini dapat meninggal kapan saja. Namun saudara ipar saya mampu bertahan hingga operasi karena keyakinannya bahwa Dafa itu baik. Dia kemudian mulai membaca buku-buku Dafa bersama saudara perempuan saya yang ketiga. Dia juga menyarankan ibunya untuk mempelajari Fa dan mempraktikkan latihan tersebut.

Saudara perempuan saya yang kedua dibesarkan dengan kepercayaan ateis, jadi dia tidak percaya pada kultivasi. Namun, dia melihat bagaimana ayah kami pulih dari sakit kritis. Dia tidak mengerti: Bagaimana mungkin penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh rumah sakit bisa sembuh hanya dengan membaca buku Dafa dan berlatih gerakan-gerakan tertentu? Dia sulit memahami bagaimana penyakit kronis orang tua kami bisa hilang setelah berlatih Falun Dafa. Ibu memintanya untuk membaca Zhuan Falun bersama kami. Karena rasa bakti, dia setuju. Setelah kami terus membaca bersama untuk beberapa saat, saudara perempuan saya yang kedua berkata pada dirinya sendiri, “Entah bagaimana, tetapi saya juga ikut berlatih,” yang berarti dia telah mulai berlatih Falun Dafa.

Dalam keluarga ipar kedua saya, garis keturunan mereka telah diturunkan melalui satu laki-laki selama beberapa generasi. Keluarga mereka hanya memiliki satu anak laki-laki di setiap generasi selama beberapa generasi. Karena saudara perempuan kedua saya melahirkan seorang anak perempuan, mertuanya tidak puas dan bersikap dingin terhadapnya. Keluarga ipar perempuan yang lebih muda yang terdiri dari tiga orang tinggal bersama orang tua mereka sepanjang tahun. Terlepas dari semua ini, saudara perempuan kedua saya tidak membantah atau mengeluh. Mengingat ajaran Guru bahwa “Zhen, Shan, Ren adalah Satu-satunya Kriteria Pengukur Baik Buruk Seseorang,” (Zhuan Falun), ia menetapkan standar tinggi untuk dirinya sendiri, berusaha menjadi orang baik. Ia memperlakukan mertuanya dengan baik dan berbudi luhur, menghormati mereka seperti ia menghormati orang tuanya sendiri. Mertuanya sekarang memperlakukannya seperti anak perempuan mereka sendiri.

Melihat kebaikan Falun Dafa tercermin dalam diri saudari kedua saya, suaminya menjadi sangat mendukung latihannya. Di pagi hari, dia akan mengingatkannya, “Sudah waktunya. Bangun dan lakukan latihan.”

Sejak mempelajari Fa dan berlatih gerakan, saudari kedua saya terus mengalami keajaiban Dafa. Misalnya, beberapa lepuh muncul di atas pinggangnya, menyebabkan rasa sakit menusuk yang membuatnya tidak bisa tidur. Itu didiagnosis sebagai herpes zoster. Dia menangis karena kesakitan, tetapi kemudian menyadari bahwa rasa sakitnya mereda ketika dia melakukan latihan. Saat dia terus belajar Fa dan berlatih, dia segera pulih.

Ketika putri adik bungsu saya demam saat masih kecil, orang tua saya membacakan Zhuan Falun kepadanya dan mengajarinya melafalkan, “Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik).” Pada suatu kesempatan, anak itu demam selama lima atau enam hari tanpa ada perbaikan. Saudara ipar saya menjadi cemas, mengatakan bahwa jika demamnya tidak mereda keesokan harinya, mereka akan pergi ke rumah sakit. Secara ajaib, demamnya hilang keesokan paginya. Adik saya dan putrinya belajar Fa, dan saudara ipar saya terkadang juga membaca buku-buku Dafa. Dia juga membantu ibu saya mendistribusikan materi klarifikasi fakta kebenaran.

Sebagai anak bungsu dalam keluarga kami, adik perempuan saya jarang melakukan pekerjaan rumah tangga dan tidak terlalu mahir dalam pekerjaan rumah setelah menikah. Dipandu oleh prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar), ia menyadari pentingnya memikirkan orang lain dan bersikap tanpa pamrih. Ia belajar memasak, melakukan pekerjaan rumah tangga, dan merawat keluarganya dengan baik. Ia juga mengubah sikap buruknya terhadap mertuanya di pedesaan, membeli hadiah ulang tahun untuk mereka dan mengantarkannya sendiri, yang membuat generasi yang lebih tua sangat senang.

Tempat kerja adik perempuan saya direstrukturisasi, dan posisi manajemen dipangkas. Orang-orang menggunakan koneksi dan cara-cara tidak resmi untuk melindungi pekerjaan mereka. Adik saya bingung bagaimana menghadapinya dan tidak bisa tidur. Larut malam, dia membuka Zhuan Falun tetapi tidak bisa membaca satu halaman pun untuk waktu yang lama. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk melepaskan dan membiarkan semuanya berjalan secara wajar. Secara kebetulan, posisi lain yang membutuhkan keahlian profesionalnya terbuka, dan adik saya kebetulan sangat cocok, jadi dia ditugaskan ke peran manajemen itu. Apa yang tampak kebetulan sebenarnya adalah pengaturan Guru untuknya. Ketika seseorang bertanya kepada adik saya koneksi apa yang dia gunakan untuk mendapatkan posisi itu, ibu saya tersenyum dan berkata kepada adik saya, “Koneksimu benar-benar kuat—itu Guru dan Falun Dafa.”

Kami, para saudari, sering pulang mengunjungi orang tua kami. Ketika kami membaca buku Dafa bersama, kakak perempuan tertua kami belajar Fa bersama kami, meskipun dia masih belum sepenuhnya percaya pada kultivasi. Pengalaman hidup dan mati ibu kami mengubah pikirannya.

Suatu hari di musim dingin lalu, setelah ibu saya keluar dari kamar mandi, tiba-tiba ibu merasa sesak napas. Bibir dan anggota badannya berubah ungu, dan dia duduk di tempat tidur kesulitan bernapas. Kami, para saudari, segera menggenggam tangan di depan dada dan meminta pertolongan Guru. Bersama-sama, kami dengan tulus melafalkan, “Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik)! Guru, tolong selamatkan Ibu.” Setelah beberapa saat, ibu saya pulih. Keesokan harinya, hal yang sama terjadi lagi setelah ibu menggunakan kamar mandi. Kami segera meminta pertolongan Guru sekali lagi dan dengan tulus melafalkan kata-kata yang sama. Ibu saya pulih lagi, dan kami tahu Guru telah menyelamatkan nyawanya lagi. Selama beberapa hari berikutnya, ibu saya berulang kali mengalami kejadian sesak napas yang berbahaya.

Sekitar hari keenam, setelah ibu saya keluar dari kamar mandi, ia kembali terengah-engah, dan kepalanya miring ke satu sisi. Ketika saya menyentuhnya, tangannya sangat dingin, dan jari-jarinya mengepal erat. Saya mencoba mengangkat kepalanya, dan mengguncangnya, tetapi tidak ada respons. Saya terkejut. Saya mencubit area di antara hidung dan bibir atasnya, tetapi ia tetap tidak bereaksi. Saudari-saudari saya memohon kepada Guru untuk menyelamatkannya. Kemudian, sebuah keajaiban terjadi: Ibu saya perlahan membuka satu mata, wajahnya secara bertahap kembali normal, dan ia kembali dari ambang kematian.

Kakak perempuan tertua saya berkata dengan emosional, “Jika Ibu adalah orang biasa—seorang wanita berusia hampir 90 tahun yang otaknya telah kekurangan oksigen dalam waktu lama beberapa kali—sekalipun ia selamat, kemungkinan besar ia akan berada dalam keadaan vegetatif.” Setelah menyaksikan sendiri seluruh proses Ibu kembali dari ambang kematian beberapa kali, kakak perempuan tertua saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Guru yang penuh belas kasih dan agung menyelamatkan nyawa ibu kami tujuh kali. Ia menyaksikan mukjizat yang diwujudkan oleh Dafa yang tidak dapat dijelaskan oleh sains. Ia mengerti bahwa Falun Dafa bukanlah latihan biasa dan bahwa Guru Li ada di sini untuk menyelamatkan orang. Setelah itu, ketika ia membaca Zhuan Falun, pola pikirnya benar-benar berbeda. Beberapa hari yang lalu, suaminya juga membaca beberapa halaman Zhuan Falun. Yang mengejutkannya, nyeri lututnya, yang tidak kunjung sembuh setelah menghabiskan ribuan yuan untuk plester obat, hilang setelah membaca buku itu. Suaminya memintanya untuk mengajari ibunya belajar Fa dan mempraktikkan latihan-latihan tersebut.

Kami Bermandikan Cahaya Fa

Seluruh keluarga kami beruntung memiliki hubungan yang telah ditakdirkan dengan Dafa dan memasuki kultivasi satu demi satu. Sejak kami mulai berlatih Falun Dafa, seluruh keluarga kami terbebas dari penyakit dan menikmati kesehatan yang baik. Kami tidak lagi terikat pada kepentingan materi atau berdebat tentang siapa yang memberi lebih banyak. Keluarga kami harmonis, tetangga kami bergaul baik dengan kami, dan para pemimpin serta rekan kerja kami berbicara baik tentang kami.

Dibimbing oleh prinsip-prinsip Dafa, keluarga besar kami tidak lagi tersesat. Seiring Dafa menyebar luas di Tiongkok, kami terhubung dengan hubungan suci yang telah ditakdirkan ini. Pada periode terakhir ini, seluruh keluarga kami beruntung dapat mendengar Fa, memasuki kultivasi, dan memulai jalan untuk kembali ke asal kami yang sebenarnya.

Betapa beruntungnya kami dapat berlatih Falun Dafa di kehidupan ini dan bermandikan cahaya Fa. Setiap langkah di jalur kultivasi kami dipenuhi dengan belas kasih dan perlindungan Guru yang tak terbatas. Setiap anggota keluarga kami memiliki kisah yang layak untuk sebuah buku. Karena keterbatasan ruang, saya hanya berbagi beberapa pengalaman dengan Anda.