(Minghui.org) Delapan warga Kota Pingdu, Provinsi Shandong ditangkap pada 7 Januari 2026 karena keyakinan mereka yang sama terhadap Falun Gong, praktik kultivasi jiwa raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.
Penangkapan terjadi di dua rumah pribadi. Salah satu praktisi masih ditahan pada saat penulisan ini.
Menurut sumber internal, Departemen Kepolisian Kota Qingdao melancarkan gelombang penganiayaan baru terhadap praktisi Falun Gong setempat pada November 2025. Lembaga kepolisian bawahannya, termasuk Departemen Kepolisian Kota Pingdu, diinstruksikan untuk mengganggu keluarga para praktisi dan memantau para praktisi, sebelum melakukan penangkapan. Qingdao mengawasi Pingdu.
Lima Orang Ditangkap Bersama
Li Yuju [Wanita], 62 tahun, Zhang Jie [Wanita], 58 tahun, Quan Shumei [Wanita], 60-an tahun, dan Jiang Kefeng [Pria], 64 tahun, ditangkap di rumah Wang Huimin [Wanita], saat mereka berlima sedang belajar ajaran Falun Gong bersama. Wang, yang berusia 60-an tahun, sangat terkejut dengan kehadiran polisi yang tiba-tiba sehingga ia pingsan. Rumahnya digeledah, dan ia dibebaskan dengan jaminan pada 9 Januari.
Li dibawa ke Tim Investigasi Kriminal Departemen Kepolisian Kota Pingdu. Polisi menggerebek rumahnya pukul 7 malam itu. Keesokan harinya ia dipindahkan ke Kantor Polisi Jalan Taishan dan kemudian ke Kantor Polisi Tonghe. Putranya menyewa pengacara untuk membelanya. Ia dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan fisik pada 9 Januari, sebelum ditahan secara kriminal di Pusat Penahanan Kota Qingdao. Ia tetap ditahan hingga hari ini.
Zhang dibawa ke Kantor Polisi Liyuan dan menjalani pemeriksaan fisik keesokan harinya. Ia kemudian dijatuhi hukuman penahanan administratif selama sepuluh hari dan dibebaskan pada 17 Januari.
Jiang dibebaskan beberapa jam setelah penangkapannya, hanya untuk ditahan kembali pada 15 Januari. Setelah beberapa jam di Kantor Polisi Liyuan, ia dibawa ke Penjara Mencun, tempat ia menjalani hukuman penahanan administratif selama lima hari.
Tiga Orang Lainnya Ditangkap Bersama
Hou Xiuzhen [Wanita], 81 tahun, sedang menjamu Sun Changhe [Pria], 75 tahun, seorang pensiunan pekerja pembangkit listrik, dan Cui Xiangying [Wanita], 62 tahun, pada 7 Januari, ketika ia mendengar suara-suara aneh di halaman depan rumahnya. Ia melihat ke luar jendela dan melihat polisi di mana-mana di halaman. Mereka membawanya ke Kantor Polisi Chengguan dan menggeledah rumahnya dua kali. Ia dibebaskan pada malam berikutnya.
Sun juga dibawa ke Kantor Polisi Chengguan. Polisi membawanya ke rumah sakit setempat pada pukul 9 malam keesokan harinya untuk pemeriksaan fisik. Ia dibebaskan pada 9 Januari.
Cui menolak untuk ikut dengan polisi dan diborgol. Setelah mengetahui bahwa ia sebelumnya pernah dijatuhi hukuman kerja paksa selama tiga tahun karena berlatih Falun Gong, polisi mengancam akan memenjarakannya lagi. Mereka kemudian mengindikasikan rencana untuk menahannya selama satu minggu. Selama pemeriksaan fisik pada malam berikutnya, tekanan darah sistoliknya adalah 220 mmHg (padahal kisaran normalnya adalah 120 atau lebih rendah). Pengukuran ulang masih menunjukkan tekanan darah yang sangat tinggi. Polisi memerintahkan dokter untuk memberinya obat hipertensi, sebelum membawanya ke pusat penahanan setempat. Para penjaga di sana mengukur tekanan darahnya dan menolak untuk menerimanya setelah melihat angka 202 mmHg. Polisi membebaskannya malam itu, 8 Januari.
Beberapa Praktisi Lain Juga Dilecehkan
Pada awal Januari 2026, tiga praktisi Falun Gong lokal lainnya juga dilecehkan, termasuk Hou Xiuxiang [Wanita], Sheng Shuli [Wanita], dan Hou Meixian [Wanita], 74 tahun. Rumah mereka digeledah. Setelah polisi mendobrak masuk ke rumah Hou Meixian, mereka mengunci pintunya dari dalam untuk mencegah keluarganya masuk. Mereka pergi tanpa menangkapnya.
Tiga praktisi lain juga mengalami pelecehan terhadap anggota keluarga mereka, yang tidak berlatih Falun Gong, termasuk suami Wang Dongmei, suami Qu Yuanzhi, dan putra Zhan Zhongxiang.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org