(Minghui.org) Di usia 30 tahun, saya seperti apotek berjalan, didera berbagai penyakit: nefritis, penyakit paru-paru, dan pusing. Ketika kondisi paru-paru saya kambuh, saya akan batuk sepanjang malam. Saya mencoba berbagai macam obat, tetapi pada akhirnya, tidak ada yang membantu.

Saya hanya bisa berjalan sekitar seratus meter sebelum berhenti dan beristirahat, dan terus-menerus bolak-balik ke rumah sakit. Seiring waktu, semua dokter dan perawat mengenali saya, dan mereka akan bercanda, "Pasien muda kronis itu datang lagi."

Suatu ketika, saat seluruh tubuh saya bengkak, tetangga saya datang berkunjung. Melihat kondisi saya, dia berseru, "Kamu harus pergi ke rumah sakit!"

Saya menjawab, “Saya tidak mau. Saya sudah muak dengan pengobatan modern—itu tidak berhasil. Jika saya mati, biarlah. Saya sudah cukup menderita.”

Saya menyeret tubuh saya yang lemah melewati hari-hari dalam keadaan linglung, nyaris tak mampu bertahan. Saya tak punya energi untuk hidup, tetapi apa yang akan terjadi pada anak saya jika saya mati? Melihat putri saya yang masih kecil, polos, cerdas, dan cantik, gelombang kesedihan melanda diri saya.

Pada tahun 1997, saya terserang flu berat dan merasa sangat tidak enak badan. Tetapi saya tidak bisa mengambil cuti sakit lagi, jadi saya memaksakan diri untuk pergi bekerja meskipun dalam kondisi lemah. Setelah berjuang untuk sampai ke sana, saya bertemu dengan seorang operator ketel uap. Melihat betapa sulitnya saya berjalan, dia menyuruh saya masuk untuk berbaring sebentar. Saya ambruk di tempat tidur dan tidak bisa bangun. Melihat penderitaan saya, dia mengambil sebuah buku dan berkata, "Saya punya buku istimewa. Maukah saya bacakan untuk Anda?" Saya mengangguk agar dia mulai membaca.

Dia membaca sementara saya berbaring di tempat tidur, mendengarkan. Cara bicaranya yang terbata-bata membuat saya berpikir dia membaca terlalu lambat. Tiba-tiba saya duduk dan berkata, "Biar saya coba." Tanpa diduga, saya malah lebih terbata-bata lagi, saya bahkan tidak bisa membaca sebaik dia! Saya hanya berhasil membaca sebagian kecil sebelum berhenti, dan kami hanya saling menatap. Kemudian dia tersadar, menunjuk saya, dan berseru, "Anda menjadi lebih baik!"

Pada saat itu, pikiran saya terasa benar-benar kosong. Saya sangat gembira, berdiri dan berjalan mengelilingi ruangan tiga kali, merasa seringan bulu. Saya merasa sangat ajaib dan sangat nyaman. Saya belum pernah mengalami perasaan seindah ini sepanjang hidup saya. Dengan gembira, saya bertanya padanya, "Buku apa ini?" Dia berkata itu adalah buku tentang kultivasi. Saya menjawab, "Jika kultivasi sebaik ini, saya juga ingin berkultivasi."

Saya mulai belajar ajaran Falun Dafa dan berlatih gerakan, dan sejak saat itu, saya menjadi orang yang sehat dan seorang pengikut Falun Dafa sejati. Itu terjadi pada tahun 1997.

Suatu ketika, tepat sebelum saya mulai latihan, saya tidak bisa menggerakkan lengan dan kaki di satu sisi. Saya tahu itu adalah Guru yang sedang memurnikan tubuh saya, jadi saya tidak merasa gugup atau takut. Setelah beberapa saat, saya kembali bisa menggerakkannya, dan saya melakukan latihan seperti biasa.

Suatu kali, saya sedang berjalan pulang setelah membagikan materi informasi Dafa, tiba-tiba kepala dan sisi kiri tubuh saya mulai terasa aneh. Saya terus terhuyung ke arah parit di pinggir jalan, dan saya tidak bisa menjaga keseimbangan. Saya berpikir, "Ini adalah kekuatan lama yang mencoba mengambil nyawa saya. Saya sama sekali tidak bisa menerimanya. Saya menolaknya." Begitu pikiran lurus ini muncul, saya segera kembali normal.

Ketika saya memancarkan pikiran lurus, telapak tangan saya terkulai dan saya merasa mengantuk. Sebuah artikel di Minghui menyarankan agar seseorang membaca bagian "Kesadaran Utama Harus Kuat." (Ceramah 6, Zhuan Falun) Saya mulai membacanya, dan benar saja, pikiran saya menjadi jernih, tidak ada lagi rasa kantuk! Dafa benar-benar ajaib!

Dafa mengajarkan orang untuk berbuat baik dan berbudi luhur. Sebelum berlatih Falun Dafa, seperti orang lain, saya mencintai harta benda dan senang memanfaatkan orang lain. Tetapi dengan mengikuti Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar) untuk menjadi orang baik, keterikatan saya pada keuntungan dan harta benda berkurang.

Ketika petugas penagih tagihan listrik di lingkungan kami datang untuk menagih tagihan listrik saya, dia memberi saya kembalian yang terlalu banyak. Saya tidak langsung menyadarinya. Baru setelah dia pergi saya menyadarinya. Sambil berteriak memanggilnya, saya berlari ke bawah, menjelaskan situasinya, dan mengembalikan uang kembalian yang berlebih. Dulu, saya mungkin akan langsung memasukkan uang berlebih itu ke saku dan menganggap diri saya beruntung.

28 tahun menempuh jalan yang lurus ini telah dipenuhi dengan liku-liku, kesulitan dan kemunduran, namun, di atas segalanya, ada kebahagiaan dan sukacita yang luar biasa. Jauh di lubuk hati saya, saya tahu bahwa kebahagiaan dan sukacita ini adalah anugerah dari Guru. Hidup saya adalah anugerah dari Guru. Saya tidak akan pernah bisa membalas kebaikan dan berkah Guru yang tak terbatas. Mulai sekarang, saya akan mengikuti Guru dengan saksama, melakukan tiga hal dengan baik, dan menyelamatkan lebih banyak orang!