(Minghui.org) Praktisi Falun Dafa mengadakan kegiatan untuk memperkenalkan latihan di Grote Markststraat di Den Haag pada pertengahan Februari 2026. Mereka melakukan latihan, membagikan brosur, dan memberi tahu pejalan kaki tentang penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT).


Praktisi mengadakan kegiatan di Den Haag pada pertengahan Februari 2026 untuk memperkenalkan Falun Dafa
Setelah melihat peragaan latihan dan papan informasi, seorang warga berkomentar, “Anda sangat tenang—ini sangat kontras dengan lingkungan yang berisik.”
Dia menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan PKT setelah mengetahui bahwa kelompok yang damai seperti itu telah dianiaya di Tiongkok selama 27 tahun. Dia segera kembali dan membaca papan informasi yang berisi informasi tentang penganiayaan PKT. Seorang praktisi memberitahunya tempat latihan di Den Haag. Dia mengatakan dia tertarik dan akan mencobanya.


Orang-orang membaca papan informasi tentang Falun Dafa dan penganiayaan yang dilakukan oleh PKT
Dua wanita dari AS sangat tertarik dengan Falun Dafa dan bertanya di mana mereka dapat belajar cara melakukan latihan. Ketika mereka diberi tahu di mana lokasi latihan kelompok terdekat, salah satu dari mereka dengan gembira mengatakan bahwa dia tinggal di dekatnya. Karena mereka adalah pegawai pemerintah, mereka tidak menandatangani petisi, tetapi mereka mengatakan mereka mendukung acara praktisi. Salah satu dari mereka berkata, “Apa yang Anda lakukan itu penting. Biarkan lebih banyak orang tahu tentang ini.”
Mengutuk Pengambilan Organ Paksa oleh PKT


Orang-orang berbaris untuk menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya pengambilan organ paksa oleh PKT

Gomydo Marqus dan istrinya
Gomydo Marqus dan istrinya melewati tempat tersebut dan menandatangani petisi. Gomydo mengatakan bahwa pengambilan organ paksa seharusnya tidak ada. Dia setuju dengan prinsip Falun Dafa “Zhen Shan Ren” (Sejati Baik Sabar), dan mengatakan bahwa prinsip tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Henk Pietdrsma (paling kiri) dan temannya
Henk Pietdrsma, seorang mahasiswa yang tinggal di Zoetermeer, dan temannya menandatangani petisi yang menyerukan menghentikan pengambilan organ secara paksa yang disetujui oleh PKT. Dia berkata, “Saya menentang pengambilan organ secara paksa. Sangat mengerikan untuk mengambil organ tanpa persetujuan seseorang, terutama dari praktisi ini.
“Partai Komunis mempertahankan pemerintahan satu partai, tidak seperti sistem demokrasi Belanda, di mana banyak partai mewakili kepentingan berbagai kelompok. Di Tiongkok, hanya ada satu Partai, dan orang-orang tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan kehendak mereka sendiri.”

Istana Perdamaian di Den Haag adalah rumah bagi Mahkamah Internasional, Mahkamah Arbitrase Permanen, dan Akademi Hukum Internasional Den Haag
Den Haag terkenal secara internasional sebagai tempat kedudukan Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional. Ini adalah kota terbesar ketiga di Belanda, ibu kota Holland Selatan, dan jantung politik negara tersebut. Pemerintah pusat Belanda, parlemen, dan hampir semua kedutaan asing berlokasi di sana. Sebagai satu-satunya kota besar Belanda yang terletak langsung di Laut Utara, Den Haag menikmati jalur transportasi yang nyaman dan telah menjadi tujuan populer bagi pengunjung internasional.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org