(Minghui.org) Pengadilan Tinggi Provinsi Liaoning memutuskan pada tanggal 2 Maret 2026 bahwa tunjangan pensiun yang ditangguhkan harus dikembalikan kepada pasangan suami istri di Ladang Minyak Liaohe, Kota Panjin, provinsi tersebut. Mereka menerima uang tersebut dalam waktu sepuluh hari setelah putusan.

Cui Zhongxin (pria), 89 tahun, dan istrinya, Qi Guoxin, 84 tahun, keduanya merupakan pensiunan dari Ladang Minyak Liaohe. Cui bekerja di bagian pendidikan dan Qi adalah seorang dokter yang sudah pensiun. Tunjangan pensiun mereka dihentikan pada bulan September 2020 karena mereka tidak mampu membayar kembali total pensiun sebesar 270.000 yuan yang diberikan kepada mereka selama masa hukuman penjara tiga tahun (April 2012 – April 2015) karena berlatih Falun Gong.

Falun Gong adalah latihan spiritual yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak bulan Juli 1999.

Pasangan itu diberi tahu bahwa tunjangan pensiun mereka hanya dapat dipulihkan setelah mereka melunasi “utang” mereka.

Konstitusi Tiongkok, Undang-Undang Asuransi Sosial, Undang-undang Ketenagakerjaan, dan Undang-Undang Perlindungan Hak dan Kepentingan Lansia semuanya melindungi tunjangan pensiun yang diperoleh dengan susah payah oleh para pensiunan. Tidak ada undang-undang yang menetapkan bahwa praktisi Falun Gong harus ditangguhkan pensiunnya saat menjalani hukuman [yang tidak sah] karena keyakinan mereka.

Pasangan tersebut mengajukan gugatan terhadap Otoritas Eksplorasi Minyak Liaohe, Kantor Petisi Ladang Minyak Liaohe, dan Kantor Jaminan Sosial Ladang Minyak Liaohe karena menahan uang pensiun mereka.

Pengadilan Ladang Minyak Liaohe memutuskan menolak gugatan pasangan tersebut. Mereka mengajukan banding ke Pengadilan Menengah Ladang Minyak Liaohe, yang membatalkan keputusan pengadilan tingkat pertama dan memerintahkan persidangan ulang.

Cui dan Qi menambahkan terdakwa baru ke dalam kasus persidangan ulang mereka, yaitu Pusat Layanan Asuransi Sosial Provinsi Liaoning, yang mengawasi Kantor Jaminan Sosial Ladang Minyak Liaohe dan berada di bawah Departemen Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Provinsi Liaoning. Karena perubahan ini, pengadilan tingkat menengah memerintahkan Pengadilan Transportasi Kereta Api Shenyang untuk menangani kasus persidangan ulang tersebut.

Pengadilan Transportasi Kereta Api Shenyang mendengarkan kasus tersebut pada tanggal 26 Juni 2023, dan memutuskan menolak gugatan pasangan tersebut pada tanggal yang tidak diketahui.

Pasangan tersebut mengajukan permohonan pengawasan administratif kepada Kejaksaan Transportasi Kereta Api Shenyang, meminta agar kejaksaan tersebut menyelidiki putusan terbaru yang merugikan mereka. Di Tiongkok, kejaksaan diberi wewenang untuk memeriksa putusan yang dikeluarkan oleh pengadilan tingkat pertama. Jika mereka menganggap putusan pengadilan tersebut tidak tepat, mereka dapat mengajukan banding atas nama para pemohon.

Kejaksaan Transportasi Kereta Api Shenyang menetapkan bahwa penangguhan pensiun pasangan tersebut memang melanggar hukum dan meneruskan kasus tersebut ke Kejaksaan Provinsi Liaoning, yang menyetujui keputusan kejaksaan tingkat bawah dan kemudian mengajukan kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi Provinsi Liaoning.

Pengadilan tinggi mengadakan sidang pada tanggal 16 Januari 2026. Dua jaksa dari Kejaksaan Provinsi Liaoning hadir untuk mendukung pasangan tersebut, yang juga diwakili oleh seorang pengacara.

Salah satu jaksa membacakan permohonan banding pasangan tersebut. Perwakilan dari pihak terdakwa, termasuk Otoritas Eksplorasi Minyak Liaohe, Kantor Petisi Ladang Minyak Liaohe, dan Kantor Jaminan Sosial Ladang Minyak Liaohe, serta Pusat Layanan Asuransi Sosial Provinsi Liaoning, menyampaikan pernyataan pembelaan mereka.

Ketika tiba giliran Cui berbicara menjelang akhir sidang, dia menjelaskan betapa sulitnya bagi dirinya dan istrinya untuk mencari keadilan. Setelah sembilan kali sidang di dua tempat (Panjin dan Shenyang) selama empat tahun, mereka akhirnya dapat berdiri di hadapan hakim pengadilan tinggi untuk menyampaikan kasus mereka. Mereka meminta pengadilan tinggi untuk mengembalikan uang pensiun mereka, sebagaimana direkomendasikan oleh Kejaksaan Provinsi Liaoning.

Pengadilan tinggi memutuskan mendukung Cui dan Qi pada tanggal 2 Maret 2026, dan memerintahkan agar tunjangan pensiun mereka yang ditangguhkan dikembalikan dalam waktu sepuluh hari. Sejak itu mereka telah menerima tunjangan pensiun yang ditahan dari bulan September 2020 hingga Maret 2026.

Laporan Terkait:

Persidangan Ulang Pasangan Suami Istri Dilakukan dalam Pertarungan Hukum untuk Mengembalikan Pensiun yang Ditangguhkan Secara Tidak Sah

Persecution of Falun Gong Practitioners at Liaohe Oil Field in Liaoning Province

Crimes Committed by Zhang Shoujiang, Yi Xiuyan, and Others at the Panjin Forced Labor Camp, Liaoning Province (Part II)

The Criminal Records of Policemen Zhang Shoujiang and Yu Xiuyan in the Panjin Forced Labor Camp, Liaoning Province (1)

Police at Panjin City Forced Labor Camp Torture Falun Gong Practitioners with Cruel and Unusual Methods

Snapshot of Falun Gong Practitioners Whose Lawsuits Against Jiang Zemin Were Received by Minghui on October 16-17, 2015

Kamp Kerja Paksa Tiongkok dan Kengerian Mereka Belum Berakhir, Hanya Berubah Nama

84 Falun Gong Practitioners Confirmed Still Detained in Liaoning Women's Prison (Graphic Photo)