(Minghui.org) Sejak Tian Xingbao dimasukkan ke Penjara Baoding pada tahun 2019 untuk menjalani hukuman penjara sepuluh tahun karena berlatih Falun Gong, warga Kota Shenzhou, Provinsi Hebei ini telah dilarang dikunjungi oleh keluarganya.
Tian hanya diperbolehkan menelepon keluarganya sebulan sekali. Namun, keluarganya belum menerima telepon darinya selama enam bulan terakhir. Mereka terus menyetor uang ke rekeningnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi mereka tidak dapat memastikan apakah ia diizinkan mengakses rekening tersebut.
Penangkapan dan Hukuman Penjara
Tian ditangkap pada 17 Mei 2018, setelah kamera pengawas merekamnya memasang poster Falun Gong. Polisi menggeledah rumahnya keesokan paginya dan menyita printer, kertas, dan uang tunai lebih dari 10.000 yuan.
Ketika dua pengacara Tian pergi ke Pusat Penahanan Kota Shenzhou untuk mengunjunginya pada tanggal 24 Agustus 2018, para penjaga awalnya menolak permintaan mereka. Para pengacara menunjukkan bahwa hal itu ilegal dan mengatakan mereka akan mengajukan gugatan. Baru kemudian para penjaga mengizinkan mereka bertemu dengan Tian.
Kepolisian Shenzhou kemudian menyerahkan kasus Tian ke Kejaksaan Kabupaten Anping. Jaksa menolaknya pada tanggal 17 September dengan alasan kurangnya bukti, tetapi menerima kasus tersebut setelah polisi menyerahkannya kembali.
Pengacara Tian kembali mengunjunginya di pusat penahanan pada tanggal 11 Oktober dan meninjau kasus tersebut di kejaksaan, yang kemudian meneruskan kasus tersebut ke Pengadilan Kabupaten Anping pada tanggal 5 November.
Selama sidang pengadilan pada tanggal 21 Desember 2018, Tian dan dua pengacaranya membela hak konstitusionalnya atas kebebasan berkeyakinan. Jaksa kemudian meminta agar dakwaan terhadapnya dicabut dan kasus tersebut dikembalikan ke polisi untuk pengumpulan bukti tambahan.
Antara tanggal 9 hingga 11 Januari 2019, petugas dari Kantor Polisi Weiqiao melecehkan saudara laki-laki Bapak Tian dan anggota keluarga lainnya. Jaksa penuntut kembali mendakwanya tak lama setelah itu.
Pengadilan Kabupaten Anping menggelar sidang kedua kasus Tian pada tanggal 28 Januari 2019. Bukti "tambahan" yang diajukan terdiri dari barang-barang yang sama yang disita dari rumah Tian dan lokasi tempat ia memasang poster Falun Gong. Salah satu pengacaranya menghadiri sidang dan mengajukan pembelaan tidak bersalah untuknya. Tian tetap berpendapat bahwa latihan Falun Gong tidak melanggar hukum apa pun dan bahwa mengikuti prinsip Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) akan membuat masyarakat menjadi lebih baik.
Jaksa penuntut merekomendasikan hukuman penjara tujuh hingga 15 tahun. Hakim menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Tian dengan denda 50.000 yuan. Tian mengajukan banding ke Pengadilan Menengah Kota Hengshui, yang menguatkan putusan awalnya pada tanggal 8 Juni 2019.
Tak lama kemudian, Tian dimasukkan ke Penjara Kota Baoding. Karena keluarganya menolak membayar denda pengadilan, pihak penjara tidak mengizinkan mereka mengunjungi Tian.
Penjara Baoding
Sejak dimulainya penganiayaan terhadap Falun Gong pada tahun 1999, ribuan praktisi di Provinsi Hebei telah ditahan di Penjara Baoding, yang juga dikenal sebagai Penjara Pertama Provinsi Hebei. Para praktisi yang dipenjara di sana menjadi sasaran berbagai macam penyiksaan jika mereka tidak melepaskan Falun Gong.
Zuo Hongtao, dari Kota Qinhuangdao, Provinsi Hebei, jatuh sakit parah saat menjalani hukuman 13 tahun di penjara. Beliau meninggal pada tanggal 6 Agustus 2024, pada usia 67 tahun. Pihak penjara mengkremasi jenazahnya tanpa persetujuan keluarganya.
Laporan Terkait:
Prosecutor Withdraws Indictment Against Falun Gong Practitioner in His Court Hearing
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org