(Minghui.org) Seorang wanita berusia 68 tahun di Kota Weihai, Provinsi Shandong, dijebloskan ke Penjara Wanita Provinsi Shandong untuk menjalani hukuman selama satu tahun karena berlatih Falun Gong.

Xu Aiqin ditangkap pada 22 Oktober 2023 karena memberikan kalender berisi informasi tentang Falun Gong kepada orang-orang. Petugas yang melakukan penangkapan dari Kantor Polisi Kota Gushan juga menggeledah rumahnya. Dia ditahan selama 15 hari dan dibebaskan pada 6 November.

Xu ditahan kembali antara bulan Juni dan Juli 2025. Pihak berwenang tidak memberitahu keluarganya tentang status kasusnya. Minghui.org mengonfirmasi hukuman penjara yang dijatuhkan kepadanya pada Januari 2026, namun kelengkapan tentang dakwaan, persidangan dan hukuman yang dijatuhkan belum jelas.

Penganiayaan Sebelumnya

Karena memegang teguh keyakinannya, Falun Gong, Xu telah berulang kali menjadi sasaran setelah Partai Komunis Tiongkok memerintahkan penganiayaan pada 1999.

Xu pertama kali ditangkap pada 10 September 2006, setelah dilaporkan karena berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong. Dia ditahan selama satu bulan dan polisi memeras uang 6.000 yuan darinya sebelum mereka membebaskannya. Ayahnya sangat terpukul dengan penangkapan putrinya dan meninggal dunia tak lama setelahnya. Setelah penangkapan itu, petugas Kepolisian Kota Gushan secara teratur mengganggunya. Mereka terkadang mengikutinya dan menggeledah tasnya saat dia berbelanja bahan makanan.

Xu ditangkap lagi pada Mei 2012. Petugas dari Departemen Kepolisian Kota Weihai menggeledah rumahnya dan menyita buku-buku Falun Gong serta pemutar media miliknya. Dia ditahan selama sepuluh hari dan di interogasi. Dia berhasil melarikan diri saat polisi membawanya ke Pusat Pencucian Otak Wangcun. Dia bersembunyi dan tidak berani pulang ke rumah selama satu tahun.

Petugas dari Kantor Polisi Perbatasan Gushan mendobrak masuk ke rumah Xu pada pukul 5 pagi tanggal 29 Juni 2021, dan membawanya ke Pusat Pencucian Otak Kota Weihai selama sepuluh hari. Setelah itu, pihak berwenang terus mengganggunya, sering memotret tanpa persetujuannya.

Pada 2022, polisi mengganggu Xu hampir setiap bulan. Sekelompok petugas secara berkala mendobrak masuk ke rumahnya dan mencari apapun yang berkaitan dengan Falun Gong.

Pada 29 September 2022, Xu baru saja selesai mandi, saat dua petugas mendobrak masuk. Sementara satu petugas menanyakan kemana dia pergi dua hari yang lalu, lainnya menggeledah kamar dan memotretnya.