(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 1995 dan sekarang saya berusia 73 tahun. Setiap langkah perjalanan kultivasi saya telah dilakukan di bawah perlindungan belas kasih Guru. Saya ingin menceritakan beberapa pengalaman saya.
Terlindungi Saat Kecelakaan
Suatu pagi di bulan Desember 2021, saya pergi ke pasar petani untuk membeli perlengkapan Tahun Baru Imlek. Saya ditabrak mobil saat mengendarai sepeda listrik melewati persimpangan. Kaca spion kanan mengenai tulang rusuk kiri saya, dan saya jatuh ke tanah. Jika mobil itu melaju sedikit lebih jauh, ia akan melindas saya. Sangat berbahaya.
Mobil itu berhenti, dan seorang pemuda berusia dua puluhan dan seorang wanita paruh baya bergegas keluar, dan dengan cemas bertanya apakah saya terluka. Saya sudah berdiri. Saya memberi tahu mereka bahwa saya baik-baik saja, bahwa saya berlatih Falun Dafa, dan saya tidak akan menimbulkan masalah bagi mereka. Saya mengatakan bahwa pertemuan kami bukanlah kebetulan dan saya bertanya apakah mereka bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liga Pemuda, atau Pionir Muda. Saya menjelaskan bahwa Partai itu jahat, menentang langit dan bumi, telah merenggut banyak nyawa, dan menganiaya Falun Dafa. Saya mendesak mereka untuk mundur dari PKT dan organisasi-organisasi afiliasinya demi keselamatan mereka.
Mereka mengatakan bahwa mereka belum bergabung dengan organisasi-organisasi tersebut. Saya meminta mereka untuk mengingat, “Falun Dafa baik; Zhen Shan Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik,” agar mereka dapat menghindari kemalangan. Mereka berterima kasih kepada saya dan saya berkata, “Guru sayalah yang melindungi saya hari ini. Jika tidak, konsekuensinya akan tak terbayangkan. Kalian harus berterima kasih kepada Guru Li.”
Saya mengalami kecelakaan lain pada bulan Agustus 2023 selama pandemi COVID. Suatu sore sebelum pukul 6 sore, saya sedang memasak bubur di dalam panci presto. Saya sedikit membesarkan api sebelum mematikannya. Saya sedang menatap kompor ketika panci presto meledak. Saya mendengar suara keras saat bubur panas terciprat langsung ke kepala saya. Secara sepontan saya memanggil Guru dan berlari ke kamar mandi untuk membilas rambut. Saat membilas bubur dari rambut, saya tidak merasakan sakit. Putri saya memeriksa kulit kepala saya dan berkata bahkan tidak merah, hanya sedikit bubur yang tersisa.
Namun dapur berantakan. Meja dapur kaca tahan pecah hancur, dan tudung kompor rusak. Bubur menutupi langit-langit dan dinding, tetapi tidak setetes pun mengenai tubuh saya. Saya tahu Guru telah melindungi saya. Rasa terima kasih saya tak bisa diucapkan dengan kata-kata.
Memperbaiki Hubungan Keluarga
Meskipun saya tidak menyetujui pria yang dipilih putri saya, sebagai praktisi Falun Dafa, saya mengerti bahwa pernikahan telah ditakdirkan. Saya menyimpan pendapat untuk diri sendiri. Namun, emosi manusia muncul. Saya sering mengkritik menantu saya, dan terkadang ketika saya memarahi cucu, saya secara tidak langsung mengkritik menantu saya. Dia merasakan sikap saya dan menjauh.
Keluarga putri saya yang terdiri dari tiga orang tinggal bersama saya. Suatu hari, menantu laki-laki saya membawa cucu saya untuk tinggal di rumah ibunya, dan mengatakan bahwa anak itu perlu belajar tata krama yang baik. Putri saya kemudian memberi tahu saya bahwa menantu laki-laki saya marah kepada saya.
Kejadian ini menyadarkan saya. Saya bertanya pada diri sendiri: Dimana letak kesalahan saya? Mencari ke dalam diri, saya menemukan banyak keterikatan, termasuk rasa kesal terhadap putri dan menantu laki-laki saya karena tidak mendisiplinkan anak mereka, rasa superioritas, berpikir bahwa putri saya adalah lulusan universitas sementara menantu laki-laki saya tidak, dan kebiasaan menilai segala sesuatu yang dia lakukan berdasarkan standar saya sendiri.
Saya mulai memancarkan pikiran lurus untuk menghilangkan konsep manusiawi ini. Saya menyadari bahwa keyakinan saya sebelumnya bahwa saya dan menantu laki-laki saya memiliki dendam karma dari kehidupan masa lalu adalah salah. Bahkan, dia membantu saya dalam kultivasi. Dia juga memiliki hubungan dengan Guru, karena dia sedang menunggu untuk diselamatkan. Saya harus berterima kasih kepadanya karena telah mengungkap begitu banyak keterikatan saya sehingga saya dapat menghilangkannya.
Saya teringat film Once We Were Divine (Ganjingworld.com), yang menunjukkan bagaimana para praktisi Falun Dafa mengikuti Guru ke dunia ini, dan banyak makhluk hidup juga mengikuti, menunggu untuk diselamatkan. Tiba-tiba saya mengerti bahwa hubungan saya dengan menantu saya adalah hubungan yang sakral. Saya merasa beban berat terangkat dari tubuh saya. Hati saya menjadi ringan dan jernih. Semua perasaan negatif terhadap menantu saya lenyap.
Kesimpulan
Saya telah berlatih Falun Dafa selama sekitar 30 tahun. Meskipun saya belajar Fa, memancarkan pikiran lurus, dan menceritakan tentang Dafa kepada orang-orang secara teratur, saya tahu saya masih kurang jika dibandingkan dengan para praktisi yang gigih. Dalam waktu yang tersisa untuk berkultivasi, saya akan menghargai setiap momen untuk belajar Fa lebih banyak, berkultivasi dengan baik, menjaga Fa, dan mengikuti Guru pulang.
Sekali lagi, saya menyampaikan rasa terima kasih saya yang terdalam kepada Guru atas belas kasih dan penyelamatan-Nya yang tak terbatas.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org