(Minghui.org) Sejak awal tahun 2026, pihak berwenang di Shandong telah meningkatkan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di seluruh provinsi.
Di Kota Longkou, setidaknya 24 praktisi dilecehkan atau ditangkap antara 8 dan 26 Januari 2026. Penangkapan kelompok dan kasus pelecehan juga dilaporkan di sepuluh kota lain di provinsi yang sama, termasuk Liaocheng, Qingdao, Yantai, Weifang, Zibo, Jinan, Laizhou, Zouping, Zhucheng, dan Kabupaten Pingyuan.
Dalam laporan ini, kami menyajikan kasus tambahan di Kota Laiyang di mana pihak berwenang juga melancarkan aksi penganiayaan baru yang menargetkan praktisi setempat. Dari tanggal 7 Januari hingga 5 Februari, setidaknya delapan orang (termasuk dua pasangan suami istri dan seorang pria lanjut usia) ditangkap, dan tiga lainnya dilecehkan. Berikut adalah detail yang telah dikonfirmasi.
Tiga Orang Ditangkap pada 7 Januari
Liu Yixiu [pria], Liu Yurong [pria], dan Liu Jin’e [wanita] ditangkap di rumah masing-masing pada 7 Januari oleh petugas Kepolisian Kota Muyudian.
Polisi menghabiskan lebih dari dua jam menggeledah rumah masing-masing praktisi dan menyita buku-buku Falun Gong, materi informasi, dan pemutar musik yang mereka gunakan untuk melakukan latihan Falun Gong.
Liu dibebaskan pada pukul 8:30 pagi tanggal 23 Januari. Tidak jelas apakah kedua praktisi pria tersebut masih ditahan.
Satu Orang Ditangkap pada 15 Januari
Petugas dari Kepolisian Kota Bolinzhuang menerobos masuk ke rumah Sun Yong [pria], yang berusia 70-an, pada 15 Januari. Mereka menyita lebih dari 30 buku Falun Gong, foto pendiri Falun Gong, dan barang-barang berharga lainnya.
Sun pertama kali dibawa ke Kantor Polisi Kota Bolinzhuang dan kemudian ke Kantor Polisi Kota Muyudian. Dia dibebaskan pada sore hari.
Empat Orang Ditangkap pada 2 Februari
Lebih dari sepuluh petugas dari Kantor Keamanan Dalam Negeri Kota Laiyang dan Kantor Polisi Kota Muyudian mendatangi rumah pasangan suami istri pada 2 Februari. Cheng Meiying menolak untuk membuka pintu, sehingga polisi mendobraknya. Mereka memborgol Cheng dan suaminya, Du Weiguo, sebelum menggeledah seluruh rumah.
Polisi menyita buku-buku Falun Gong dan telepon seluler pasangan tersebut, dan membawa mereka ke Kantor Polisi Kota Muyudian. Pasangan tersebut diperintahkan untuk menandatangani pernyataan untuk melepaskan Falun Gong.
Cheng dibebaskan dengan jaminan pada pukul 20.30, tetapi Du dibawa ke Penjara Kota Laiyang.
Pasangan suami istri lainnya juga ditangkap pada 2 Februari. An Libo dan Liu Daihong sedang berjualan di sebuah pasar pada hari itu, ketika Ma Shuguang dari Kantor Keamanan Dalam Negeri Kota Laiyang dan beberapa petugas lainnya datang. Mereka memerintahkan An Libo dan Liu Daihong menutup usahanya untuk hari itu dan membawa mereka ke rumah pasangan tersebut untuk "berkunjung."
An mengatakan bahwa apa yang dilakukan polisi itu ilegal. Mereka menjawab bahwa mereka mengikuti perintah dari atasan mereka. Mereka menangkap An dan mendorongnya ke dalam mobil polisi. An menolak untuk menyerahkan kunci rumahnya, jadi mereka menggeledahnya dan menemukannya. Kemudian mereka mengikat An dan membawanya ke rumahnya. Istrinya dimasukkan ke dalam mobil lain dan dibawa pulang juga.
An melarikan diri saat polisi menggeledah rumahnya. Mereka menyita semua buku Falun Gong, telepon seluler, komputer, dan barang berharga lainnya. Istrinya dibebaskan pada pukul 7 malam itu.
Tiga Orang Dilecehkan pada 5 Februari
Petugas dari Kantor Polisi Kota Fenggezhuang menerobos masuk ke rumah Bai Aiwu pada 5 Februari. Mereka menyita printer dan barang-barang lainnya tetapi tidak menangkapnya. Dua praktisi lain di kota yang sama juga dilecehkan di rumah mereka.
Beberapa praktisi lainnya juga diketahui telah dilecehkan baru-baru ini, tetapi nama mereka sedang diselidiki dan mereka tidak termasuk dalam daftar.
Laporan Terkait:
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org