(Minghui.org) Sepasang suami istri berlatih Falun Dafa, dan sang suami pernah ditahan karena menyebarkan materi tentang Falun Dafa. Putra mereka sangat menginginkan pekerjaan yang stabil, jadi dia mengikuti ujian untuk posisi pegawai negeri. Beberapa tahun yang lalu, dia lulus ujian tertulis dan wawancara, dan langkah terakhirnya sebelum dipekerjakan adalah melalui peninjauan politik. Dia dan orang tuanya diharuskan untuk mendapatkan sertifikat yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki catatan kriminal dari kantor polisi, dan mereka perlu mendapatkan dokumen tersebut yang dicap oleh berbagai departemen pemerintah.

Sang putra dan orang tuanya pergi ke kantor polisi untuk mendapatkan surat keterangan. Seorang petugas mencetak catatan dari komputer yang menunjukkan bahwa sang ayah telah ditahan karena mendistribusikan materi. Mereka membawa catatan itu ke petugas polisi lain untuk mendapatkan stempel resmi. Petugas yang bertugas berkata, “Ini tidak bisa, sama sekali tidak bisa. Saya tidak bisa membubuhkan stempel.” Mereka tidak bisa mendapatkan surat keterangan tersebut, dan sang putra gagal mendapatkan pekerjaan. Itu merupakan pukulan berat bagi sang putra, dan ia menjadi sangat sedih dan tertekan untuk waktu yang lama, serta membuatnya memiliki pikiran negatif tentang Dafa. Orang tuanya sedih melihat putra mereka seperti itu.

Namun sang putra terus memikirkan untuk melamar pekerjaan di pemerintahan, jadi dia terus melamar dan mengikuti ujian untuk posisi pegawai negeri sipil. Setelah beberapa kali gagal, dia kembali lulus ujian tertulis dan wawancara. Sekali lagi, peninjauan politik adalah langkah terakhir. Unit perekrutan mengirimkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk bekerja, salah satunya masih membutuhkan sertifikat dari kantor polisi setempat yang membuktikan bahwa dia maupun orang tuanya tidak memiliki catatan kriminal, diikuti oleh stempel dari departemen pemerintah lainnya.

Setelah membaca informasi yang dibutuhkan, sang anak menjadi sangat kesal dan hampir menangis. Dia berkata, “Bu, kita terjebak di sini lagi. Saya rasa, saya tidak akan diterima kerja lagi!” Ibunya juga merasa sedih. Mereka perlu mendapatkan sertifikat itu besok agar tidak ketinggalan tenggat waktu.

Sang ibu datang kepada saya dan menceritakan hal itu. Saya memikirkannya sejenak, lalu berbicara dengannya, saya berkata, “Para praktisi Dafa yang membantu Guru dalam menyelamatkan orang adalah hal paling suci di alam semesta! Praktisi Dafa tidak bersalah dan seharusnya tidak memiliki catatan kriminal. Halaman catatan seorang praktisi seharusnya bersinar terang! Mari kita tolak apa yang disebut catatan kriminal dan jangan mengakuinya! Mari kita minta Guru untuk membantu menghapus semua catatan di halaman berkas kantor polisi itu. Ketika kamu pergi ke kantor polisi untuk mengambil surat keterangan besok, kamu harus berhati baik dan jangan biarkan para petugas polisi itu dimanipulasi oleh kejahatan untuk ikut serta dalam penganiayaan terhadap para praktisi. Katakan kepada mereka untuk mengingat dua kalimat, ‘Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik).’ Kamu harus dengan tulus melakukan apa yang terbaik untuk mereka!” Dia berkata, “Baik.” Melalui percakapan itu, sang ibu menjadi berpikiran lurus dan memperkuat keyakinannya kepada Guru dan Fa.

Keesokan harinya, saya meminta praktisi lain untuk memancarkan pikiran lurus dari rumah untuk membantu mereka. Dari lubuk hati saya, saya memancarkan pikiran lurus, “Semua petugas polisi di kantor polisi, kalian semua harus ingat ‘Falun Dafa hao, Zhen-Shan-Ren hao (Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik),’ dan kalian harus melakukan yang terbaik untuk membantu para praktisi agar kalian dapat menebus dosa-dosa kalian melalui perbuatan baik untuk masa depan yang cerah.”

Sang putra dan ibunya pergi ke kantor polisi pagi-pagi keesokan harinya. Sesampainya di sana, ia terus memperhatikan para petugas polisi dan mempertahankan pikiran lurus, diam-diam melafalkan dua kalimat kepada mereka. Kemudian dalam hati ia meminta petugas yang sedang menyiapkan sertifikat untuk menghindari kesalahan terhadap para praktisi dan memperlakukan mereka dengan baik demi masa depan yang cerah. Petugas itu kemudian mencetak sertifikat dari komputer untuk mereka bertiga dan naik ke lantai dua untuk meminta sertifikat tersebut dicap di kantor lain. Melihat petugas itu naik ke atas, praktisi itu mengatakan ia merasakan gejolak di hatinya, tetapi ia segera menyesuaikan pola pikirnya dan meminta bantuan Guru.

Petugas itu kembali beberapa saat kemudian dengan semua stempel dan menyerahkan sertifikat kepada mereka. Setelah menerima sertifikat, sang ibu pergi ke halaman kantor polisi dan mengeluarkan sertifikat suaminya untuk memeriksanya. Sertifikat suaminya menunjukkan tidak ada catatan kriminal sejak lahir hingga saat itu. Guru benar-benar telah menghapus semua catatan yang melanggar hukum untuknya. Ia sangat terharu, dan rasa terima kasihnya kepada Guru tidak dapat diungkapkan. Ia berkata kepada putranya, “Lihat, Guru benar-benar membantu kita. Ini adalah keajaiban Dafa.” Putranya sendiri menyaksikan keajaiban itu dan memperoleh pemahaman baru tentang Dafa dan Guru.

Setelah kembali dari kantor polisi, sang ibu berkata kepada saya, “Dahulu saya tidak berlatih dengan baik, jadi selama bertahun-tahun saya belum pernah mengalami keajaiban Dafa secara langsung. Kali ini, saya benar-benar merasakan belas kasih Guru dan keajaiban Dafa! Saya tidak begitu rajin, namun Guru tetap banyak membantu saya. Saya harus berlatih dengan tekun di masa depan untuk membalas kebaikan Guru.”

Putra mereka sudah mulai bekerja, dan semuanya berjalan lancar. Melalui pengalaman ini, saya merasakan kekuatan Dafa. Kami hanya mengubah pola pikir kami dengan pemikiran bahwa praktisi Dafa tidak bersalah, tidak memiliki catatan kriminal. Saya sangat berterima kasih kepada Guru dan Dafa.