(Minghui.org) Pada Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2025, praktisi Falun Gong di 48 negara menyerahkan daftar pelaku terkait penganiayaan Falun Gong di Tiongkok kepada pemerintah mereka. Mereka juga meminta agar para pelaku beserta anggota keluarganya dilarang memasuki negara tersebut dan aset mereka dibekukan.

Berikut adalah detail penganiayaan yang dilakukan oleh Zhou Jiong, sekretaris Partai dan kepala penjara Yongchuan di Chongqing.

Informasi Pelaku

Nama Lengkap Pelaku: Zhou (nama belakang) Jiong (nama depan) (周炯)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Negara: Tiongkok
Tanggal/Tahun Lahir: Tidak Diketahui
Tempat Lahir: Tidak Diketahui

Jabatan atau Posisi

2019 – Sekarang: Sekretaris Partai dan sipir Penjara Yongchuan di Chongqing

Kejahatan Utama

Penjara Yongchuan adalah salah satu fasilitas utama di Chongqing tempat praktisi Falun Gong ditahan. Divisi 10 dan Divisi 12 terkenal karena penyiksaan berat terhadap praktisi yang teguh. Kedua divisi tersebut mendirikan "basis transformasi" pada Mei 2018 dan mulai menerima praktisi Falun Gong pria dari penjara lain di seluruh Chongqing. Empat narapidana ditugaskan untuk memantau satu praktisi. Para praktisi dipaksa duduk tanpa bergerak di bangku kecil selama berjam-jam setiap hari. Bentuk penyiksaan lainnya termasuk pelecehan, semprotan merica, sengatan listrik, dilarang tidur, makanan sedikit, dan dilarang membeli kebutuhan sehari-hari. Para praktisi juga dipaksa menonton video yang menjelekkan Falun Gong. Divisi 10 juga dilengkapi dengan banyak komputer dan sejumlah besar buku dan DVD yang menjelekkan Falun Gong.

Sejak Zhou Jiong menjadi sekretaris Partai dan kepala penjara Yongchuan pada tahun 2019, ia terus menerapkan kebijakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memaksa para praktisi meninggalkan Falun Gong. Banyak narapidana dihasut oleh para penjaga untuk menyiksa praktisi dengan imbalan pengurangan hukuman.

Setidaknya empat praktisi Falun Gong, termasuk Liu Xinggui, Tang Fenghua, Dai Xianming, dan Zhu Zhihe, meninggal akibat penyiksaan di penjara.

Kasus Kematian Terpilih

Kasus 1: Pria Chongqing Berusia 73 Tahun Mengalami Masalah Kesehatan Parah di Penjara, Meninggal Delapan Bulan Setelah Dibebaskan

Dai Xianming dari Chongqing dalam kondisi kritis dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan darurat sepuluh hari setelah ia dimasukkan ke Penjara Yongchuan pada 27 April 2023, untuk menjalani hukuman 2,5 tahun.

Istrinya, Xu Keqin, pergi ke penjara sembilan kali untuk mengunjunginya tetapi setiap kali datang dia ditolak. Dia menerima surat dari penjara pada 22 Mei 2023, yang menyatakan bahwa Dai menderita gula darah tinggi tetapi ia pulih setelah dirawat di rumah sakit. Dia diinstruksikan untuk mengirimkan uang sebesar 2.000 yuan ke penjara agar suaminya dapat membeli kebutuhan sehari-hari dan suplemen.

Xu menerima surat lain dari Dai pada tanggal 7 Juli 2023. Ia menulis, “Saya hampir meninggal hanya sepuluh hari setelah dipenjara. Saya dirawat di rumah sakit selama lebih dari sepuluh hari, kemudian dibawa kembali ke Divisi Sepuluh. Sejak itu saya minum obat dan diberi infus.”

Dai kemudian menderita diabetes dan kembali dirawat di rumah sakit. Ia dipaksa untuk menjalani dua suntikan obat yang tidak diketahui jenisnya setiap hari.

Dai terus menderita, kesehatannya memburuk setelah dibebaskan pada Agustus 2024. Ia meninggal dunia pada 19 April 2025 di rumah sakit. Usianya 73 tahun.

Kasus 2: Pria Chongqing Berusia 83 Tahun Meninggal pada Tahun 2023 Saat Menjalani Hukuman karena berlatih Falun Gong

Liu Xinggui dari Kabupaten Yunyang, Chongqing, meninggal di rumah sakit penjara sekitar 4 Mei 2023, saat menjalani hukuman yang lamanya tidak diketahui karena berlatih Falun Gong. Otoritas penjara mengklaim bahwa ia meninggal karena COVID-19 meskipun ia tidak pernah dinyatakan positif terkena virus tersebut. Usianya 83 tahun.

Karena sensor yang ketat dan upaya menutup-nutupi penganiayaan oleh PKT, tidak jelas kapan Liu ditangkap, kapan didakwa, atau dijatuhi hukuman. Minghui.org mengonfirmasi bahwa ia dipindahkan dari kelompok narapidana baru di Penjara Yongchuan ke sel enam di Divisi 10 pada akhir Maret 2023.

Narapidana Zhou Caiyou memimpin sel enam. Ia menugaskan narapidana lain bernama Yang Peng untuk memantau Liu sepanjang waktu. Yang Peng mengikuti perintah yang diberikan oleh kepala seksi pendidikan Ma Jibao dan penjaga Tang Yixin dan Guo Fudan, Yang memaksa Liu duduk di bangku plastik kecil selama berjam-jam setiap hari. Setiap kali Liu bergerak sedikit, Yang mengoreksinya atau menendang bangku tersebut.

Kesehatan Liu dengan cepat menurun hingga ia tidak bisa duduk dalam posisi yang stabil. Ia dibawa ke rumah sakit penjara, di mana ia meninggal sekitar tanggal 4 Mei 2023. Untuk menutupi kejahatan mereka, Divisi 10 dan rumah sakit penjara mencantumkan penyebab kematiannya sebagai COVID-19.

Kasus 3: Pria 71 Tahun Disiksa Hingga Kondisi Kritis Saat Dipenjara Karena Keyakinannya, Meninggal di Rumah Sakit

Tang Fenghua, 71 tahun, dari Chongqing, disiksa hingga kondisi kritis di Penjara Yongchuan, karena ia berlatih Falun Gong. Ia dibawa ke Rumah Sakit Kedua Chongqing dan meninggal di sana pada 17 April 2025.

Karena sensor informasi yang ketat dan upaya menutup-nutupi penganiayaan, tidak jelas kapan Tang ditangkap (kemungkinan akhir 2021 atau awal 2022) atau kapan dijatuhi hukuman. Ia menjalani hukuman penjara selama 4 atau 4,5 tahun dan diperkirakan akan menyelesaikan masa hukumannya sekitar tahun 2025.

Tang, yang punya toko furnitur, berulang kali menjadi sasaran sejak dimulainya penganiayaan pada tahun 1999. Ia sebelumnya menjalani dua kali hukuman penjara dengan total lima tahun.