(Minghui.org) Seorang pria di Kabupaten Yishui, Provinsi Shandong, menyelesaikan masa hukuman penjara empat tahun pada 8 Februari 2026, karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan pikiran-tubuh yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.
Hukuman penjara yang dijatuhkan kepada Zhang Xiuqiang, sekitar 51 tahun, berawal dari penangkapannya pada 8 Februari 2022, setelah dilaporkan memasang stiker bertuliskan “Falun Dafa baik.” Ia ditahan di Kantor Polisi Jalan Zhongxin semalaman sebelum dibawa ke Pusat Pemrosesan Kasus Kabupaten Yishui keesokan harinya. Pada tanggal 10 Februari, ia dipindahkan ke Pusat Penahanan Kabupaten Mengyin untuk karantina (karena pandemi COVID-19).
Kejaksaan Kabupaten Yishui mengambil keterangan dari Zhang melalui pertemuan virtual pada tanggal 15 Februari 2022. Ia menolak untuk mengakui kesalahan seperti yang diperintahkan. Polisi memindahkannya ke Pusat Penahanan Kabupaten Yishui pada 3 Maret 2022.
Kejaksaan Kabupaten Yinan kemudian mengambil alih kasus tersebut. Baik Kabupaten Yinan maupun Kabupaten Yishui berada di bawah administrasi Kota Linyi. Zhang didakwa pada tanggal 11 Mei 2022. Pengadilan Kabupaten Yinan mengadakan sidang virtual terhadapnya pada 25 Mei dan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara pada 21 Juni. Ia mengajukan banding ke Pengadilan Menengah Kota Linyi dua hari kemudian. Pengadilan menengah mengadakan sidang bandingnya pada 4 Agustus dan memutuskan menolak bandingnya pada 23 Agustus.
Zhang (pria) dimasukkan ke Penjara Provinsi Shandong pada tanggal 29 Maret 2023. Ia ditahan di tim untuk narapidana baru selama tiga hari sebelum ditempatkan di divisi kesebelas. Ia menolak untuk meninggalkan Falun Gong dan ditempatkan di bawah pengawasan ketat. Para penjaga memaksanya untuk duduk di bangku kecil selama berjam-jam setiap hari.
Zhang dibebaskan pada 8 Februari 2026.
Penahanan oleh Majikan
Zhang mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1996 dan menjadi jauh lebih bersemangat. Sebagai karyawan di Toko Serba Ada Zhongbai, dia sangat dihargai oleh rekan-rekannya dan juga memenangkan sebuah penghargaan.
Setelah penganiayaan dimulai pada tahun 1999, Zhang tetap teguh pada keyakinannya dan berulang kali menjadi sasaran. Suatu hari di musim panas tahun 2001, manajernya memanggilnya ke kantor dan memerintahkannya untuk meninggalkan Falun Gong. Ia menolak, dan dipukuli oleh rekan kerjanya. Wang Xiaoyang meninju wajahnya, menyebabkan mulut dan hidungnya berdarah. Yang Rui kemudian menyeretnya ke kantor lain dan melempar cangkir ke arahnya. Yang dan Li Tao meraih tangannya untuk mengambil sidik jarinya ketika ia menolak untuk menulis pernyataan meninggalkan keyakinan spiritualnya.
Mereka juga memerintahkan Zhang untuk menonton video yang menjelek-jelekkan Falun Gong. Ia menolak untuk mematuhi perintah tersebut, dan Li Tao mencekik lehernya untuk memaksanya menonton video itu. Li Sheng memaksanya merokok dan menguncinya di kantor keamanan. Li Bo memukulinya begitu parah hingga ia menjadi linglung. Li Bo kemudian menuduhnya memiliki gangguan berpikir.
Majikan Zhang kemudian memaksanya membayar 5.000 yuan sebelum membebaskannya. Ia kemudian berhasil mendapatkan kembali 4.000 yuan.
Li Hongwei dari toko serba ada menangkap Zhang pada April 2001 setelah mengetahui bahwa ia pergi ke Beijing untuk mengajukan banding atas haknya untuk berlatih Falun Gong. Ia dibawa ke Pusat Penahanan Kabupaten Yishui. Sebulan kemudian, ia dipindahkan ke pusat pencucian otak. Setelah 40 hari, ia dibawa kembali ke kantor keamanan di toko serba ada. Beberapa waktu kemudian, ia dikirim ke sel tahanan dan ditahan di sana selama 15 hari lagi.
Dijatuhi Hukuman Kerja Paksa Selama 1,5 Tahun pada Tahun 2009
Zhang ditangkap pada 3 April 2009, setelah dilaporkan karena menyebarkan materi informasi Falun Gong. Ia dipukuli saat ditahan di Pusat Penahanan Kabupaten Yishui. Satu bulan kemudian, ia dijatuhi hukuman kerja paksa selama satu setengah tahun dan dimasukkan ke Kamp Kerja Paksa Kedua Zhangqiu. Ia tetap teguh pada keyakinannya dan disiksa. Ia dipaksa berdiri menghadap tembok selama berjam-jam dan tidur di lantai pada malam hari. Tekanan darah sistoliknya melonjak hingga 200 mmHg pada suatu saat (padahal kisaran normalnya adalah 120 atau lebih rendah).
Zhang dibebaskan setelah 540 hari di kamp kerja paksa. Ia ditangkap kembali pada 20 Juni 2021, setelah dilaporkan karena membagikan materi informasi Falun Gong. Kantor Polisi Kota Yaodianzi menggerebek rumahnya dan menyita tujuh buku Falun Gong. Setelah satu malam di kantor polisi, ia dibawa ke Penjara Chaishan, tempat ia ditahan selama 15 hari.
Keluarga Juga Menjadi Sasaran
Zhang menikah pada tahun 2001, dan pejabat desa setempat memaksa orang tuanya untuk membayar 5.000 yuan karena "dia belum meninggalkan Falun Gong." Mereka juga tidak memroses permohonan istrinya untuk ditambahkan ke buku catatan kependudukannya. Setelah istrinya hamil, mereka mencoba, namun gagal, untuk memaksanya menggugurkan janin tersebut.
Para pejabat desa juga menolak untuk menyetujui pendaftaran rumah tangga putra pasangan tersebut. Zhang kesulitan sehingga sekolah setempat tidak bisa menerima putranya ketika ia berusia lima tahun pada tahun 2007.
Orang tua Zhang diusir dari rumah mereka sendiri oleh petugas desa pada 15 Februari 2007. Mereka tidak diizinkan kembali hingga enam bulan kemudian. Zhang juga terpaksa tinggal jauh dari rumah.
Para pejabat desa mengirim sekelompok pria bersenjata pentungan untuk menggerebek rumah Zhang pada malam hari 10 Maret 2008. Ia tidak ada di rumah, dan mereka membawa ayahnya ke kantor polisi. Mereka menutup kepala pria lansia itu dan memukuli serta menendangnya dengan keras. Ia tidak diberi makanan selama ditahan.
Ibu Zhang sangat terpukul dan jatuh sakit ketika putranya dimasukkan ke kamp kerja paksa pada tahun 2009. Para penjaga tidak mengizinkan siapa pun untuk mengunjunginya. Kondisi ibunya terus memburuk, dan ia meninggal pada 9 Desember 2010, pada usia 57 tahun.
Ibu mertua Zhang, yang berusia 80-an, juga terpukul dengan penangkapan dan hukuman penjara terbarunya. Ia sering bertanya kepada putrinya kapan Zhang akan pulang. Ia meninggal dunia pada 14 Desember 2025, kurang dari dua bulan sebelum masa hukuman Zhang berakhir.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org