(Minghui.org) Saya berusia 69 tahun dan tinggal di pedesaan timur laut Tiongkok. Saya mulai berlatih Falun Dafa tahun 1998. Meski sudah sejak lama ingin menuliskan artikel berbagi pengalaman untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya atas penyelamatan belas kasih Guru, namun karena kurangnya pendidikan, saya tidak bisa menuliskannya. Namun, kali ini, berkat dorongan rekan praktisi, saya membagikan perjalanan kultivasi saya untuk membuktikan keindahan Dafa.
Kesulitan di Masa Kecil dan Pernikahan Tak Bahagia
Saya lahir di keluarga besar dengan lima saudara perempuan di desa terpencil Provinsi Shandong. Uang kami hampir tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya tidak ingat pernah makan hingga kenyang dan tidak pernah masuk sekolah–hidup saya penuh cobaan yang tak terlukiskan.
Seorang mak comblang datang ke desa kami tahun 1976 bersama seorang pria dari timur laut Tiongkok, yang sedang mencari pengantin wanita. Mak comblang itu berkata bahwa kehidupan di timur laut nyaman, tidak ada kekurangan makanan maupun pakaian. Saya bersikeras pergi bersama mereka meski ibu saya keberatan. Namun saat kami tiba di rumah pria itu, saya mendapati ibunya, keempat saudara laki-laki serta satu saudara perempuannya, sama miskinnya dengan keluarga saya. Ibu mertua kejam pada saya dan melarang penduduk desa berbicara dengan saya. Saya merasa sungguh kesepian di rumah tangga yang aneh ini.
Suami hampir tidak pernah bekerja di ladang. Dia menghabiskan hari dengan bermalas-malasan dan berjudi, mengabaikan keluarganya, dan saya harus mengurus ladang serta merawat ketiga anak kami seorang diri. Saya berencana kabur, dan menyimpan semua uang yang saya temukan saat mencuci pakaian suami saya. Setelah akhirnya tiba di rumah saya di Shandong, suami datang menjemput saya. Mengingat ketiga anak kami, saya kembali bersamanya dengan kehidupan yang penuh penderitaan.
Sangat Gembira Terhubung dengan Dafa, Berkultivasi dengan Tulus dan Keteguhan Hati
Kesulitan selama bertahun-tahun membuat saya menderita sakit perut parah, sakit saraf, serta sakit punggung dan kaki. Pada Februari 1998, saya tidak bisa lagi menanggung penderitaan dan masuk rumah sakit selama seminggu. Tak lama setelah saya dipulangkan dari rumah sakit, salah satu anak saya mengetahui bahwa Falun Dafa diajarkan di rumah seorang warga desa. Dia berkata latihan itu membawa dampak luar biasa dalam menyembuhkan penyakit. Saya memutuskan untuk mencobanya dan pergi ke rumah warga desa itu, namun tidak bertemu dengan koordinator.
Saya kembali keesokan harinya dan melihat beberapa orang melakukan latihan perangkat kedua. Ada yang mengundang saya bergabung dengan mengikuti gerakan, jadi saya melakukannya. Di hari ketiga, saya datang lagi dan ikut bergabung. Saya merasakan sensasi membubung sembari menahan lengan di depan kepala, dan saya harus menapakkan kaki dengan kuat. Hari itu, koordinator tempat latihan datang, dan saya mempelajari kelima perangkat latihan.
Di hari keempat, saya mendapat buku ajaran Falun Dafa Zhuan Falun. Karena buta huruf, saya memegang buku dan mendengarkan saat orang lain membaca dengan lantang. Dengan mendengar, saya memahami bahwa Falun Dafa adalah tentang melakukan latihan dan mengultivasi karakter seseorang. Saya pulang ke rumah dan membuang semua obat yang saya dapat dari rumah sakit, obat itu seharga lebih 3.000 yuan, dan saya memutuskan untuk mendedikasikan diri berkultivasi Dafa.
Namun, ketidakmampuan dalam membaca membatasi pemahaman saya akan prinsip-prinsip Fa, ini sangat mengganggu saya. Anak-anak setuju mengajarkan saya membaca sepulang sekolah, dan meski ketiga anak saya menjadi tak sabaran seiring waktu, mereka tetap bertahan mengajari saya. Saya sangat fokus dan semangat untuk belajar. Melihat dedikasi tulus saya, Guru memberkati saya dengan kemampuan membaca Zhuan Falun secara fasih dalam waktu satu tahun. Terlepas dari itu, saya tidak tahu bagaimana cara membaca dengan lantang atau cara mengatur tanda baca. Mendengarkan radio menginspirasi saya meniru nada tenang dan stabil dari penyiar. Ajaibnya, saya akhirnya bisa membaca Fa dengan sempurna, dengan setiap karakter membekas di hati saya.
Kerabat Diberkati karena Melafalkan “Falun Dafa Hao”
Saudara Perempuan Saya Mendapatkan Hidup Kedua
Saat saya mengunjungi kampung halaman tahun 2006, salah satu adik perempuan saya, yang sakit selama bertahun-tahun, menangis memberitahu saya kondisinya. Dia bersyukur bisa melihat saya untuk yang terakhir kalinya, meski dia baru berusia 30-an. Dia menguras semua tabungan dan bahkan meminjam uang dalam jumlah maksimal namun tidak sembuh-sembuh.
Saya menjelaskan padanya bagaimana saya mendapatkan kesehatan saya kembali melalui Dafa, dan efek ajaib Dafa pada peningkatan kesehatan dan menyarankan agar dia melafalkan frasa keberuntungan, “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa Baik, Sejati-Baik-Sabar baik).” Dia sangat lemah sampai harus bersandar di dinding bahkan saat berjalan ke kamar mandi. Namun, sembari berbaring di ranjang, dia memfokuskan pikirannya dan diam-diam melafalkan frasa tersebut. Saya duduk di seberangnya, memancarkan pikiran lurus.
Keesokan malamnya, saat dia berbaring di ranjang sambil menutup mata, dia merasa ada orang yang menekan bagian berpenyakit di tubuhnya. Merasa bahwa itu suaminya, dia membuka mata, namun mendapati suaminya sedang menonton TV. Adik perempuan menceritakan hal ini kepada saya dan berpikir mungkin dia sedang bermimpi. Namun saya menyadari bahwa Guru sedang memurnikan tubuhnya.
Keesokan paginya, Mei tampak berubah. Dia bangun pagi, menimba air, mengumpulkan kayu bakar, dan mulai memasak. Anaknya tidak percaya Ibunya sembuh, dan mereka menangis haru. Guru telah memberinya kehidupan kedua.
Setelah menyaksikan pemulihan ajaib Mei, segenap anggota keluarga mulai memercayai Dafa. Saat saya memberitahu mereka tentang mundur dari Partai Komunis Tiongkok serta organisasi afiliasinya, semua orang langsung setuju. Kini, mereka semua senang melafalkan frasa keberuntungan, “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa Baik, Sejati-Baik-Sabar baik).”
Penyakit Jantung Suami Saya Sembuh
Tahun 2013, saat kami berkunjung ke tempat putra kami di Tiongkok selatan, suami menderita penyakit jantung, sakitnya sangat parah sampai jantungnya berhenti berdetak beberapa kali dalam sehari. Putra kami, yang adalah seorang dokter, membawanya untuk pemeriksaan dan menemukan bahwa perlu segera melakukan tindakan operasi untuk menanamkan tiga stent.
Suami saya sangat ketakutan, dan uang 80.000 yuan yang dibutuhkan untuk operasi sungguh di luar kemampuan keuangan keluarga kami. Putra kami baru saja mulai bekerja, jadi suami juga tidak ingin membebaninya. Saya mengingatkan kembali pilihan untuk memercayai Dafa, karena dia sudah menyaksikan bagaimana saya mendapatkan kesehatan saya kembali melalui kultivasi. Malam itu, dia tidak tidur dan justru melafalkan frasa Dafa terus-menerus.
Keesokan paginya, putra kami membujuk suami saya untuk ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan sebelum operasi. Hasil pemeriksaannya membuat semua orang takjub–arterinya bersih, tidak ada penyumbatan! Putra saya gembira sekaligus kebingungan, bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan peralatan rumah sakit. Saya lalu menjelaskan padanya apa yang telah dilakukan ayahnya.
Sejak saat itu, kapan pun suami saya merasa tidak enak badan atau menderita ujian, dia duduk dengan kaki bersila dan mengucapkan, “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa Baik, Sejati-Baik-Sabar baik.” Sejak saat itu, dia sangat sehat dan bahagia.
Cucu Laki-Laki Saya Terselamatkan
Saat menantu perempuan saya hamil, dokter memberitahunya bahwa ada masalah medis pada janinnya, termasuk kelumpuhan otak, dan bayinya akan lahir cacat. Saya ada di rumah sakit saat persalinannya. Setelah persalinan, bayi itu tidak menangis dan membutuhkan perawatan intensif.
Keesokan harinya, saya diberi izin untuk membawa bayi itu kepada ibunya. Saat menggendongnya, saya memancarkan pikiran lurus dan berbicara padanya, mengajaknya mengingat Falun Dafa baik dan Guru akan menyelamatkannya.
Saat perawat membawa pergi bayi itu, bayi mulai menangis. Respons ini memberi harapan kepada dokter, dan keesokan harinya, bayi itu menunjukkan peningkatan. Di hari ketiga, dia hampir normal. Setelah diperbolehkan pulang, bayi itu tidak pernah perlu ke rumah sakit. Dia tumbuh sehat dan kini berusia 12 tahun dan menjadi anak laki-laki yang sangat ceria.
Tahun ini, cucu mengunjungi kami untuk pertama kalinya. Saya memberitahunya tentang bagaimana Guru menyelamatkannya dan memintanya mengingat “Falun Dafa Hao (Falun Dafa Baik).” Dia menanggapinya dengan serius dan memberitahu saya bahwa dia akan mengingatnya.
Epilog
Setelah berkultivasi dalam Dafa, saya menyadari bahwa Guru selalu membimbing saya. Perjalanan saya dari Shandong ke timur laut Tiongkok sudah diatur bagi saya untuk memperoleh Dafa. Kesulitan dalam hidup di timur laut diatur untuk membantu saya menyingkirkan karma. Pernikahan yang tidak bahagia adalah karena hubungan karma saya dan suami di waktu lampau. Dia bersama saya demi membantu saya berkultivasi, dan saya harus berterima kasih kepadanya. Ketiga anak kami mempunyai pekerjaan yang bagus, hidup dengan bahagia, juga adalah pengaturan dari Guru. Mereka semua mengakui keagungan Dafa.
Terima kasih Guru.
Bila ada bagian dari berbagi pengalaman saya yang menyimpang dari Fa, mohon ditunjukkan.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org