(Minghui.org) Seorang wanita berusia 62 tahun di Kota Deyang, Provinsi Sichuan, telah ditahan tanpa komunikasi sejak penangkapannya pada tanggal 17 Maret 2026. Dia ditahan karena berlatih Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Jian Yicong juga telah didakwa dan sekarang menghadapi persidangan.
Jian ditangkap di rumahnya oleh enam petugas pada sekitar pukul 17.00, tanggal 17 Maret 2026. Menurut tetangganya, dia masih mengenakan sandal ketika dibawa pergi, dan dia berteriak, “Falun Dafa baik.”
Ketika pengacara Jian pergi ke pusat penahanan setempat untuk mengunjunginya pada tanggal 23 Maret, dia diberitahu bahwa Jian telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit. Namun, para penjaga menolak untuk mengungkapkan rumah sakit mana.
Pengacara tersebut menghubungi Kantor Keamanan Dalam Negeri Distrik Jingyang, yang bertanggung jawab atas kasus Jian. Polisi juga menolak untuk memberitahunya rumah sakit mana tempat Jian dirawat, tetapi mengarahkannya ke Pengadilan Distrik Jingyang, tempat kasusnya sekarang berada.
Pengacara tersebut pergi ke pengadilan untuk meninjau berkas kasus, tetapi ditolak. Dia diberitahu bahwa pengadilan belum menugaskan hakim untuk menangani kasus tersebut dan bahwa dia harus menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari mereka.
Kemudian, pengacara tersebut pergi ke Kejaksaan Distrik Jingyang, yang juga menolak permintaannya untuk meninjau berkas kasus, dengan alasan bahwa kasus tersebut sekarang berada di pengadilan. Jaksa menambahkan bahwa pengadilanlah yang mengeluarkan surat perintah resmi untuk Jian.
Sejauh ini, pengacara atau keluarga Jian belum menerima informasi terbaru tentang kasusnya. Keluarganya menelepon pusat penahanan dan bertanya ke mana dia dibawa. Para penjaga menjawab bahwa mereka tidak menangani permintaan semacam itu melalui telepon. Mereka meminta keluarga atau pengacara mereka untuk mengunjungi pusat penahanan secara langsung, padahal pengacara tersebut telah pergi ke sana beberapa hari sebelumnya dan tidak diberitahu tentang keberadaan Jian.
Penganiayaan Masa Lalu
Jian mulai berlatih Falun Gong pada Oktober 1998. Dia mencari nafkah dengan menawarkan tumpangan menggunakan becak listriknya. Sejak penganiayaan dimulai pada tahun 1999, dia telah berulang kali menjadi sasaran dan dijatuhi dua hukuman penjara.
Jian ditangkap pada awal tahun 2001 karena mendistribusikan materi informasi Falun Gong. Dia ditahan selama lebih dari empat bulan dan seringkali mengalami pencucian otak dan pelecehan lainnya.
Jian ditangkap lagi pada awal tahun 2002 dan ditahan selama lebih dari dua bulan. Dia kembali mengalami gangguan mental dan fisik.
Saat menghadiri pertemuan praktisi setempat pada tanggal 23 Agustus 2002, Jian ditangkap untuk ketiga kalinya dan ditahan selama sepuluh bulan. Dia dicekok paksa makan, giginya menjadi goyah, dan wajah serta mulutnya mengalami luka parah. Kemudian, dia dijatuhi hukuman dua tahun dan disiksa di Penjara Wanita Kota Chengdu.
Jian ditangkap sekali lagi pada 31 Juli 2011, karena membagikan materi Falun Gong. Dia menderita inkontinensia feses dan urin akibat penyiksaan di pusat penahanan.
Setelah penangkapan lain pada Agustus 2012, Jian diam-diam dijatuhi hukuman tiga tahun. Saat menjalani hukuman di Penjara Wanita Provinsi Sichuan, dia terus-menerus dipukuli, kurang tidur, dipaksa berdiri berjam-jam, dan dipaksa mengenakan jaket ketat. Dia kembali menderita inkontinensia. Para penjaga juga sering memaksanya menonton materi yang yang memfitnah Falun Gong dan memerintahkannya untuk meninggalkan latihan tersebut.
Meskipun bertahun-tahun dipenjara dan disiksa, Jian tetap teguh dalam keyakinannya dan terus meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan. Dia sedang membagikan materi informasi Falun Gong di Kota Huangxu pada Januari 2017 ketika seorang penduduk desa melaporkannya. Dia segera ditangkap oleh petugas Kepolisian Kota Huangxu, yang juga menggeledah rumahnya.
Jian ditangkap lagi pada tanggal 19 Juli 2022, saat sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Polisi menuduhnya berbicara dengan seorang siswa tentang Falun Gong, tetapi dia mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukannya. Karena alasan kesehatan, dia dibebaskan dengan jaminan pada sekitar tengah malam.
Beberapa hari kemudian, becak listrik Jian tiba-tiba mogok. Ketika dia memperbaikinya, teknisi menemukan kamera berkemampuan GPS di dekat baterai.
Jian dipanggil ke Kejaksaan Distrik Jingyang pada Februari 2023. Baru setelah dia menanyakannya, jaksa mengisi surat panggilan tersebut. Untuk menghindari penganiayaan lebih lanjut, dia terpaksa mengungsi.
Laporan Terkait:
Sichuan Resident Arrested for Her Faith, Found Tracking Device on Her Tricycle
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org