(Minghui.org) Saya beruntung dapat berlatih Falun Dafa pada musim semi tahun 1997. Saya telah bereinkarnasi di dunia sekuler ini selama beberapa generasi, dan belas kasih Guru membangkitkan ingatan saya yang telah lama tersimpan. Saya berlatih Dafa di bawah perlindungan Guru. Saya ingin memenuhi sumpah prasejarah saya, melakukan tiga hal dengan baik, dan mengikuti Guru kembali ke rumah sejati saya.

Saya berusia tiga puluhan pada 1997. Meskipun saya belum pernah menghadiri ceramah Guru, saya telah menyaksikan belas kasih Guru dan luar biasanya Dafa selama 28 tahun saya berlatih.

Ketika saya membagikan DVD Shen Yun pada 15 Juni 2013, saya ditangkap oleh polisi dan ditahan secara ilegal selama 15 hari. Saya dibawa ke pusat penahanan. Seluruh tubuh saya kejang-kejang, dan saya tidak dapat berbicara atau bergerak, tetapi pikiran saya jernih. Saya melihat bidadari-bidadari menari di langit. Fashen Guru datang dan melakukan beberapa gerakan tangan. Meskipun saya tidak mengerti arti gerakan tangan tersebut, saya merasakan energi belas kasih yang kuat memasuki tubuh saya. Air mata menggenang di mata saya—air mata syukur atas belas kasih Guru yang luas dan tak terbatas.

Saya mengalami karma penyakit pada musim panas 2022. Perut saya sakit parah pukul 11 malam. Suami dan putra saya membawa saya ke rumah sakit, disana saya didiagnosis menderita kolesistitis akut (radang kandung empedu) dan dokter mengatakan bahwa saya perlu dirawat di rumah sakit. Saya bersikeras untuk pulang dan akhirnya diperbolehkan pulang.

Saya berpikir bahwa sebagai pengikut Dafa dengan perlindungan Guru, saya akan baik-baik saja. Saya bangun pukul 5 pagi keesokan harinya, dan meminta suami membantu saya duduk di tempat tidur untuk bermeditasi. Dia meletakkan kakinya di punggung saya, memegang kepala saya dengan tangannya, dan saya bermeditasi selama 35 menit. Selama meditasi, saya merasakan energi yang kuat mengalir ke tubuh saya terus menerus, dan merasa sel-sel di tubuh saya sedang pulih. Dua praktisi datang menemui saya hari itu, dan saya mampu duduk diam selama lebih dari satu jam. Saya mampu berjalan di sore hari, dan luar biasanya saya pulih.

Saya menyadari bahwa selama kita sungguh-sungguh berkultivasi, keajaiban akan terjadi. Belas kasih Guru mengalir ke tubuh dan hati saya. Air mata syukur terus mengalir di pipi saya. Saya hanya dapat membalas belas kasih dan penyelamatan Guru dengan berani dan tekun di jalan kultivasi, dan melakukan tiga hal dengan baik.

Saya dilaporkan dan ditangkap karena menyebarkan materi klarifikasi fakta kebenaran pada 24 Oktober 2024. Polisi mendorong suami saya ke dalam mobil, dan saya bersikeras untuk tidak masuk ke dalam mobil atau pergi ke kantor polisi. Saya bertanya kepada mereka, “Hukum apa yang saya langgar? Mengapa Anda menangkap saya?” Seorang polisi berkata: “Anda berlatih Falun Gong.” Saya berkata, “Saya memiliki kebebasan berkeyakinan. Falun Gong mengajarkan kami untuk mengikuti Zhen Shan Ren (Sejati Baik Sabar) dan menjadi orang baik.” Saat itu banyak orang yang menyaksikan, jadi saya berteriak, “Semuanya, datang dan lihat! Polisi menangkap orang baik!” Saya berteriak berulang kali, “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik)!” Saya merasakan sesuatu, seperti sengatan listrik di puncak kepala, dan dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh. Suami saya keluar dari mobil dan juga berteriak berulang kali, “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik)!”

Saya dibawa ke lantai dua oleh empat petugas polisi sekitar pukul 11 malam itu. Saya tidak bisa menggerakkan tubuh atau berbicara, tetapi pikiran saya jernih. Saat saya berbaring di tempat tidur, saya melihat banyak dewa, mengenakan helm dan baju besi emas dan memegang berbagai senjata. Mereka semua tampak agung. Ada begitu banyak sehingga seperti menonton adegan dari sebuah film. Sebuah lingkaran muncul, banyak muncul para dewa. Dewa bersayap terbang di langit. Saya memandang mereka. Saya mendengar suara berkata, “Semuanya ada di sini, ada di sisi Anda!” Itu suara Guru. Saya merasakan energi hangat mengalir melalui tubuh, dan saya bisa bergerak lagi. Air mata menggenang di mata saya. Sekali lagi, saya merasakan belas kasih Guru yang agung mengelilingi saya.

Pada 9 Desember 2025, ketika saya melakukan latihan, sebuah keajaiban terjadi. Ketika musik terdengar dan Guru mengucapkan aba-aba, saya merasakan energi yang kuat menembus seluruh tubuh, dan medan belas kasih yang agung memasuki tubuh saya. Air mata menggenang di mata, dan air mata syukur ini terus mengalir. Seluruh tubuh saya dimurnikan oleh belas kasih Guru yang agung, dan semua keterikatan dalam pikiran saya tersapu bersih.

Saya melakukan lima perangkat latihan, dan air mata saya terus mengalir sepanjang waktu. Saya melihat medan belas kasih Guru, yang sangat kuat. Saya juga melihat dunia surgawi, dan energinya juga membentuk dunia surgawi yang sangat indah, seperti lukisan, adegan demi adegan. Itu benar-benar sakral dan tak tertandingi. Pemandangan luar biasa ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Saya menuliskan hal-hal ajaib ini dengan rasa syukur yang mendalam, karena saya ingin berbagi berkah Guru yang tak terbatas dengan rekan-rekan praktisi agar kita dapat gigih maju bersama. Terima kasih, Guru!