(Minghui.org) Setelah saya membaca Editorial Minghui, “Permintaan Artikel untuk Merayakan Hari Falun Dafa Sedunia: Bagikan Keindahan Sejati-Baik-Sabar,” saya mulai merefleksikan  pengalaman saya sendiri–bagaimana saya berasimilasi dengan ajaran Falun Dafa dan melenyapkan konsep manusia biasa saya. Saya memiliki beberapa ide sementara, dan saya memohon agar Guru Li memberi saya kebijaksanaan dan hati yang murni untuk menulis kisah-kisah ini. Falun Dafa memberi saya manfaat yang sangat banyak, secara fisik maupun spiritual, sehingga saya ingin orang-orang tahu betapa menakjubkannya Dafa.

Proses penulisannya lancar, namun tidak mudah. Saat mengenang kembali upaya saya untuk mengikuti jalan Dewa dan bukannya konsep manusia biasa, saya sekali lagi memiliki perasaan yang Guru sebutkan, “Setelah melewati bayangan gelap pohon willow, akan ditemukan kecerahan bunga dan sebuah desa lain.” (Ceramah 9, Zhuan Falun)

Saya bergumul dan ingin menyerah, namun saya tahu pikiran ini berasal dari keterikatan saya, dan bukan dari diri sejati saya. Jadi saya bertahan dan menyelesaikan artikel. Saya merasa itu adalah satu babak pemurnian dan pembersihan dari Guru.

Saya bersyukur Guru telah menunjukkan Dafa dan menjaga saya dalam perjalanan kultivasi saya. Guru melenyapkan karma besar serta keterikatan manusia saya. Jadi bagi saya, proses menulis artikel adalah sebuah kesempatan berkultivasi. Saat saya mengingat semua pengalaman yang saya tulis, saya mendapatkan pemahaman baru. Ujian-ujian tersebut mungkin tampak rumit saat saya menjalaninya, namun dibandingkan dengan keseluruhan perjalanan kultivasi saya, itu bukanlah apa-apa dan hati saya penuh dengan rasa syukur.

Proses menulis pengalaman meningkatkan rasa belas kasih dan memperkuat pikiran lurus saya. Saya tahu ini akan membuat diri saya lebih siap lagi saat menempuh babak baru dari perjalanan kultivasi saya.

Tenggat waktu penyerahan artikel adalah 15 April. Mari gunakan waktu berharga ini dan tidak meninggalkan penyesalan dalam jalur kultivasi kita.

Artikel-artikel di mana para kultivator berbagi pemahaman mereka biasanya mencerminkan persepsi individu pada suatu titik waktu berdasarkan kondisi kultivasi mereka, dan disampaikan dengan maksud untuk peningkatan bersama.