(Minghui.org) Empat warga Kota Weihai, Provinsi Shandong, akan diadili pada 23 April 2026, karena keyakinan mereka yang sama terhadap Falun Gong, sebuah latihan pikiran-tubuh yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.
Yu Jingtao (wanita), berusia 56 tahun, Ding Huimin (wanita), dan Xiao Bo (wanita), ditangkap di sebuah tempat sewa pada 27 Oktober 2025, saat sedang menyusun kalender berisi pesan-pesan Falun Gong. Petugas yang melakukan penangkapan dari Kantor Keamanan Dalam Negeri Distrik Jing menyita sejumlah besar materi Falun Gong dan barang-barang pribadi lainnya dari tempat sewa tersebut.
Kepala Yu ditutup dengan kain hitam oleh Polisi saat penangkapan. Mereka menggerebek rumahnya pada siang hari dan menyita komputer, printer, dan buku-buku Falun Gong miliknya.
Ketiga wanita itu dibawa ke pusat penahanan setempat dan ditempatkan di bawah penahanan kriminal.
Kantor keamanan dalam negeri yang sama menangkap Wang Deshui (pria) pada 27 November 2025. Mereka juga menggerebek rumahnya. Dia dan ketiga praktisi perempuan tersebut kemudian didakwa dan kasus mereka diteruskan ke Pengadilan Kota Rongcheng. Rongcheng berada di bawah yurisdiksi Weihai.
Sidang pengadilan telah ditetapkan pada 23 April 2026. Belum jelas apakah keempat praktisi tersebut akan diadili bersama atau secara terpisah pada hari itu.
Sebelum episode penganiayaan terbaru ini, Yu dijatuhi hukuman kerja paksa selama tiga tahun pada tahun 2006 dan menjalani hukuman penjara selama empat setengah tahun antara Oktober 2014 dan April 2019. Lihat laporan terkait untuk penganiayaan yang pernah dialaminya.
Laporan Terkait:
Wanita Shandong Dipenjara Karena Menempel Informasi Pejabat Partai Komunis yang Tercela
Empat Praktisi Kembali Ditahan secara Ilegal di Rucheng, Propinsi Shandong
Dipaksa untuk Meninggalkan Rumah, Praktisi Provinsi Shandong Ditangkap Ketika Mengunjungi Keluarga
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org