(Minghui.org) Di Tiongkok kuno, baik Sungai Kuning maupun Sungai Luo dianggap suci. Salah satu kisah terkenal yang terkait dengan Sungai Luo melibatkan Sima Yi, seorang jenderal militer pada masa Tiga Kerajaan.
Pada tahun 239 M, Sima dan seorang pejabat tinggi lainnya, Cao Shuang, ditugaskan untuk mendukung Cao Fang, kaisar muda di Negara Wei. Namun, Sima rakus akan kekuasaan dan menginginkan lebih. Pada tahun 249 M, Sima bersekongkol dengan Ibu Suri Guo dan melakukan kudeta terhadap Cao. Karena Cao memegang jabatan militer yang tinggi pada saat itu, Sima mengirimkan pesan kepadanya, “Dengan bersumpah di Sungai Luo, saya hanya ingin menyingkirkan Anda dari jabatan [tanpa mengambil nyawa Anda].”
Cao memercayai perkataan Sima, dan menyerahkan kekuasaannya. Namun, dalam beberapa hari, Cao dan para pengikut utamanya, bersama dengan keluarga Cao dan keluarga besarnya, semuanya dieksekusi, dengan jumlah total sekitar 3.000 orang.
Terkejut oleh pengkhianatan Sima Yi, orang-orang segera menyaksikan dia menuai apa yang telah dia tabur. Sima meninggal dua tahun kemudian. Putra sulungnya, Sima Shi, tidak memiliki ahli waris dan meninggal pada usia 48 tahun. Putra Sima lainnya, Sima Zhao, juga meninggal di usia muda, usia 54 tahun. Meskipun putra Sima Zhao, Sima Yan, mendirikan Dinasti Jin, dinasti tersebut jatuh ke dalam kekacauan, yang akhirnya menyebabkan Perang Delapan Pangeran.
Pada tahun 420 M, Jenderal Liu Yu mengakhiri Dinasti Jin, membunuh kaisar pada tahun berikutnya. Liu kemudian memerintahkan pemusnahan klan Sima di seluruh negeri. Akibatnya, 172 tahun setelah sumpah Sima Yi di Sungai Luo, keturunannya hampir sepenuhnya musnah.
Tiongkok memiliki sejarah panjang dan kaya yang dibentuk oleh pengaruh dewa. Selama upacara pernikahan, pasangan akan membungkuk (atau berlutut) ke langit, kepada orang tua, dan berjanji setia serta berperilaku moral satu sama lain. Sayangnya, tradisi ini hampir lenyap sejak munculnya pemerintahan komunis ateis beberapa dekade lalu.
Ironisnya, meskipun Partai Komunis Tiongkok (PKT) membenci agama, mereka menuntut orang untuk mengabdikan hidup mereka kepada Partai ketika bergabung dengan Partai atau organisasi juniornya seperti Liga Pemuda dan Pionir Muda. Hal itu menjelaskan mengapa, setelah membaca Sembilan Komentar tentang Partai Komunis dan mempelajari rekam jejak kebrutalan serta kebohongan dari PKT, lebih dari 450 juta orang Tiongkok telah memilih untuk mengundurkan diri dari organisasi PKT demi kebebasan hati dan pikiran.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org