(Minghui.org) Seorang wanita berusia 74 tahun di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, ditangkap dua kali pada Desember 2025 karena keyakinannya pada Falun Gong. Saat ini ia berada dalam tahanan rumah setelah ditolak masuk ke pusat penahanan setempat karena alasan kesehatan.
Pada pagi hari 4 Desember 2025, Zhang Jiao’e sedang berbelanja di supermarket ketika seorang petugas berpakaian preman melaporkannya karena menggunakan uang kertas lima yuan yang bergambar pesan Falun Gong. Tujuh petugas dari Kantor Polisi Zhifang pergi ke rumah putranya dan menggeledah kamar tidur yang diperuntukkan baginya. Mereka menyita dua Zhuan Falun (buku utama Falun Gong), satu artikel baru yang ditulis oleh pendiri Falun Gong, sebuah potret pendiri, dan dua Minghui Weekly (majalah tentang Falun Gong).
Zhang diinterogasi di Kantor Polisi Zhifang dari jam 8 pagi hingga 6 sore. Sebelum dibebaskan malam itu, ia diperintahkan untuk menandatangani daftar barang-barang yang disita.
Pada jam 4 sore 19 Desember 2025, lima petugas dari Kantor Polisi Miaoshan menggerebek tempat tinggal sewaan Zhang dan menyita satu Zhuan Falun, enam artikel yang ditulis oleh pendiri Falun Gong, sebuah pemutar MP3 berisi musik latihan Falun Gong, dan sebuah telepon seluler yang berisi ajaran audio Falun Gong dan musik latihan.
Polisi mengantar Zhang ke Pusat Penahanan Kota Wuhan. Setibanya di sana, Zhang menjalani pemeriksaan fisik, dan ditemukan menderita tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Pusat penahanan menolak untuk menerimanya, dan polisi membawanya kembali ke kantor polisi.
Polisi kemudian meminta Zhang menjalani pemeriksaan fisik lagi di rumah sakit setempat. Mereka membawanya kembali ke pusat penahanan pada 21 Desember 2025. Ia tetap ditolak masuk, dan polisi membebaskannya dengan tahanan rumah setelah ia membayar uang jaminan sebesar 2.000 yuan (yang harus dikembalikan dalam satu tahun).
Penganiayaan di Masa Lalu
Zhang memiliki pendidikan formal yang sangat minim dan hampir tidak bisa membaca. Bertahun-tahun bekerja keras di pabrik batu bata dan genteng merusak kesehatannya. Ia menderita rasa sakit yang luar biasa akibat herniasi diskus dan akhirnya terbaring di tempat tidur. Setelah ia berlatih Falun Gong, semua gejalanya lenyap, dan ia dapat berjalan kembali.
Falun Gong juga memberi Zhang kekuatan untuk membesarkan kedua putranya seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Ia tetap teguh pada keyakinannya ketika rezim komunis mulai menganiaya Falun Gong pada Juli 1999. Ia ditangkap beberapa kali, mengakibatkan hukuman kerja paksa yang tidak diketahui lamanya dan kemudian hukuman penjara dua tahun.
Hukuman penjara dua tahun itu berawal dari penangkapannya pada 16 Juni 2022, bersama dengan empat praktisi Falun Gong setempat lainnya. Zhang dan Qiu Yongzhi masing-masing dijatuhi hukuman dua tahun. Tian Huazhen dijatuhi hukuman empat tahun. Chen Jun dan Li Chunlian ditahan di rumah sakit jiwa dan diberi obat secara paksa. Chen kemudian dijatuhi hukuman tujuh setengah tahun pada akhir tahun 2024. Li tiba-tiba meninggal dunia di rumahnya pada 11 November 2024.
Zhang menyelesaikan masa hukumannya pada Juni 2024, namun kemudian ditangkap dua kali pada Desember 2025.
Laporan Terkait:
Lima Orang Ditangkap dalam Satu Hari, Satu Orang Meninggal dan Satu Lagi Dihukum 7,5 Tahun
The Chinese Communist Party’s Psychiatric Abuse of and Human Experiments on Falun Gong Practitioners
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org