(Minghui.org) Dalam budaya tradisional Tiongkok, orang-orang menggantungkan kaligrafi kuplet tentang keberuntungan, lukisan Tahun Baru, dan karakter “Fu” (yang berarti berkah) di pintu dan dinding mereka untuk mendatangkan tahun yang makmur.

Sejak Minghui.org menerbitkan ucapan selamat Tahun Baru yang indah dalam format seperti itu, praktisi Falun Dafa di daerah kami telah menyampaikannya kepada orang-orang setiap tahun. Dengan melakukan itu, mereka juga berbicara dengan orang-orang yang berjodoh dengan Dafa.

Ada pasar besar di kabupaten tetangga kami sekitar sepuluh hari sebelum Tahun Baru Imlek 2026. Saya pergi ke sana dengan gulungan tanda (Fu) dan liontin indah untuk dibagikan kepada orang-orang, berharap mereka akan diberkati oleh Dafa dan memiliki masa depan yang cerah.

Lokasinya berada di pusat kota, dan pasar selalu ramai dikunjungi – terkadang lebih dari sepuluh ribu orang menjelang Tahun Baru, tempat yang ideal bagi kami untuk terhubung dengan masyarakat setempat.

Hari itu, pasar besar itu dipenuhi orang, berdesak-desakan seperti gelombang. Saya membawa gulungan tanda bertuliskan “Fu” di tas punggung saya, dan membagikannya kepada orang-orang di tengah kerumunan. Di bagian pedagang unggas hidup, orang-orang berkerumun untuk mendapatkan sesuatu dari saya.

Seorang pria berkata, “Akan lebih baik jika Anda menawarkan kami sejumlah uang.”

Jawaban saya adalah, “Apa yang saya berikan kepada Anda jauh lebih baik daripada uang, karena itu menawarkan penyelamatan bagi Anda.”

Sebelum saya selesai bicara, seorang pria yang baru saja mendapatkan gulungan “Fu” berkata, “Dia benar. Ini bisa memberi kita perlindungan sedangkan uang tidak bisa.”

“Kalau begitu, saya juga ingin punya satu,” kata pria itu dengan antusias, dan tampak sangat senang ketika saya memberinya satu gulungan.

Saya melanjutkan perjalanan ke pasar sayur di ujung utara, dan membagikan barang-barang pembawa berkah ini di sepanjang jalan. Saya menghampiri seorang wanita muda yang menjual sayuran hasil kebun sendiri dan menyapanya dengan hangat sambil memberi gulungan bertuliskan “Fu,” yang berarti “Halo, saya di sini untuk membawa berkah bagi Anda.”

Dia dengan senang hati menerima tanda itu dan menunjukkannya kepada wanita di sebelahnya, sambil berkata, “Ini benar-benar bagus!” Wanita itu kemudian meminta satu juga dan banyak orang lain datang ingin mendapatkannya juga. Saya memberi mereka masing-masing gulungan bertuliskan “Fu,” dan mereka semua berterima kasih kepada saya, dengan senyum gembira di wajah mereka.

Selanjutnya, saya pergi ke pasar yang menjual buah-buahan, dan menawarkan kepada pemilik kios sebuah gulungan tanda bertuliskan, “Halo, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru!” Ia senang dan berkata, “Keluarga saya memiliki cukup banyak pintu, dan masing-masing membutuhkan tanda yang bagus seperti ini.” Jadi, saya memberinya gulungan lain, dan setiap gulungan berisi dua tanda.

“Terima kasih! Tapi kami punya enam pintu semuanya,” katanya dengan antusias. Jadi, saya memberinya dua tanda lagi. Dia sangat senang dan terus berterima kasih kepada saya, “Wow, saya sudah punya cukup sekarang. Tahun Baru segera tiba, dan Anda telah membawa begitu banyak berkah bagi saya. Terima kasih banyak!”

Kemudian saya pindah ke bagian pakaian di pasar, membagikan tanda beserta liontin-liontin cantik. Ketika saya menawarkan tanda “Fu” kepada seorang pria paruh baya yang berpakaian rapi, dia tidak menerimanya, tetapi menatap saya dengan tatapan kosong. Saya menjadi waspada, berpikir: Mungkinkah dia seorang polisi berpakaian preman? Sebaiknya saya memancarkan pikiran lurus.

Saat itu juga, dia tersenyum lebar dan berkata dengan gembira, “Bibi, di usia senja ini, Bibi masih bersusah payah mendoakan saya! Terima kasih banyak atas kebaikan Bibi! Saya sangat berterima kasih!”

“Dengan senang hati. Tak perlu berterima kasih,” kata saya dengan ramah lalu melanjutkan perjalanan.

Saya datang ke pasar buah dan sayur lain, memberikan tanda “Fu” kepada orang-orang sambil berjalan, dan menerima ucapan terima kasih mereka yang tulus. Dalam hati saya mengetahui bahwa mereka sebenarnya sedang bersyukur kepada Guru dan Dafa.

Dengan cepat saya kehabisan semua tanda “Fu,” serta liontin yang saya bawa. Saya terus berterima kasih kepada Guru dalam hati saya atas perlindungan dan belas kasih yang Guru berikan selama ini. Saya tidak akan mampu melakukan semua ini tanpa dorongan dan perlindungan Guru yang sangat baik.

Malam itu, saat saya setengah tertidur, saya melihat melalui mata ketiga saya makhluk-makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya di alam semesta yang luas, seperti samudra tidak terbatas yang tidak berujung; lalu saya mendengar musik yang indah dimainkan, dan banyak makhluk yang mengenakan pakaian emas muncul di hadapan saya. Mereka berdiri tegak di alam semesta yang luas, dalam keteraturan dan keselarasan yang sempurna, dengan wajah mereka semua menghadap saya. Saya merasa sangat gembira dan tersentuh; tidak lama kemudian, saya melihat deretan liontin yang tersusun rapi dengan karakter “Fu,” masing-masing bertatahkan giok putih tembus pandang. Bagian atas yang mengelilingi setiap karakter “Fu” diukir dengan rumit dengan pola yang indah, dengan bunga yang cantik di atas karakter tersebut. Seluruh pengerjaannya tampak sangat halus dan anggun.

Saya membagikan pengalaman di atas untuk berterima kasih kepada semua makhluk hidup atas dorongan mereka dan untuk mengungkapkan rasa syukur saya yang sebesar-besarnya kepada Guru karena telah menganugerahi saya kemampuan ini, serta mendorong saya untuk lebih gigih dalam membantu Guru menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup.

Artikel-artikel di mana para kultivator berbagi pemahaman mereka biasanya mencerminkan persepsi individu pada suatu titik waktu berdasarkan kondisi kultivasi mereka, dan disampaikan dengan maksud untuk peningkatan bersama.