(Minghui.org) Nathalie, seorang mahasiswa pascasarjana bidang Manajemen Mode dan Barang Mewah, ketika menyaksikan perayaan Hari Falun Dafa Sedunia di Paris pada 1 Mei 2026 berkata: “Apa yang Anda lakukan sangat penting. Kegiatan ini mendorong orang untuk memperhatikan penganiayaan.”

Para praktisi merayakan di Place du Palais Royal pada 1 Mei 2026, untuk menandai peringatan ke-34 pengenalan Falun Dafa kepada publik. Mereka juga berterima kasih kepada pendirinya, Guru Li, dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Guru.

Place du Palais Royal terletak di seberang Louvre dan merupakan tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Praktisi memperagakan latihan dan memberi tahu orang-orang bahwa berlatih Falun Dafa adalah bermanfaat. Mereka juga meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Banyak wisatawan dan penduduk berhenti untuk menonton. Mereka berbicara dengan praktisi dan mempelajari informasi tentang pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan serta menandatangani petisi yang menyerukan hentikan penganiayaan.

Praktisi berfoto bersama untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Guru dan merayakan Hari Falun Dafa Sedunia. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Praktisi memperagakan latihan di Place du Palais Royal di Paris pada tanggal 1 Mei. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Praktisi memainkan gendrang pinggang. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Orang-orang menandatangani petisi menyerukan akhiri penganiayaan. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Praktisi memberi tahu orang-orang tentang Falun Dafa dan penganiayaan yang dilakukan oleh PKT. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Falun Dafa Membuat Saya Menjadi Orang yang Lebih Baik

Jaques menghargai ajaran Guru. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Jaques, yang merupakan seorang guru, mengingat bagaimana ia mulai berlatih Falun Dafa dan mengatakan bahwa ia menghargai ajaran, bimbingan, dan perlindungan Guru.

Jaques pergi ke dokter gigi saat pandemi COVID dan melihat brosur Falun Dafa di kantor. Ia ingat pada brosur yang pernah dilihatnya di Taman Buttes-Chaumont. Ia sering melewati arena latihan bersama di taman itu. Ia membawa brosur itu pulang dan mengunjungi situs web falundafa.org.

Ketika ia pergi ke taman di pagi hari, para praktisi menyambutnya dan menunjukkan latihan kepadanya. Ia terkejut bahwa dalam satu minggu, kaki dan punggungnya tidak lagi sakit. Ia juga merasa lebih ringan. Ia melakukan latihan setiap hari dan memperpanjang waktu meditasinya.

Ia secara bertahap mulai mengikuti prinsip-prinsip Falun Dafa Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) dalam interaksi sehari-harinya dengan orang-orang.

Makna Hidup

Radu menghormati Guru. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Radu berasal dari Rumania dan merupakan administrator rantai pasokan. Ia berimigrasi ke Kanada pada tahun 2012. Pada tahun 2012 ia melihat selebaran Shen Yun. Ia suka sejarah Tiongkok dan film seni bela diri, jadi ia memutuskan untuk menonton Shen Yun. Ia menonton pertunjukan itu di Montreal pada tahun 2013, dan setelah itu ia belajar Falun Dafa.

Ia menemukan arena latihan bersama secara daring dan pergi ke Pecinan di Montreal sebulan kemudian. Meskipun ia pergi ke sana dua kali, ia tidak belajar berlatih.

Ia merasa tidak enak badan dari Februari hingga Mei 2014. Ia merasa lesu dan tidak bisa bernapas; jantung dan paru-parunya sakit. Ia pergi ke rumah sakit, tetapi setelah dokter memeriksanya, mereka mengatakan tidak ada masalah. Ia terus merasa lemah dan seolah-olah ada sesuatu yang tidak beres. Ia mencoba yoga dan bentuk latihan lainnya, tetapi tidak ada yang efektif. Jadi ia pergi ke arena latihan Falun Dafa.

Ia mempelajari kelima perangkat latihan, dan praktisi menyarankan agar ia membaca buku-buku utama Falun Dafa, Falun Gong dan Zhuan Falun. Ia membeli kedua buku tersebut. Ia pulang ke rumah dan tidur selama empat jam. Ketika bangun, ia heran karena rasa sakitnya telah hilang, ia menyadari bahwa ia belum pernah merasa sebaik ini selama bertahun-tahun. Radu menyadari Falun Dafa sangat ampuh, jadi ia mulai berlatih.

Kesehatannya membaik, dan ia sembuh dari semua penyakitnya. Pertanyaan-pertanyaannya tentang hidup terjawab ketika ia membaca buku-buku Dafa. Misalnya, apa tujuan hidup? Mengapa saya berada di Bumi ini?

Ia menghormati Guru Li karena telah mengizinkan ia menjadi praktisi dan melindunginya. Ia berharap tidak mengecewakan Guru, dan mengatakan bahwa ia akan berlatih dengan tekun.

Dukungan Publik

Mahasiswa pascasarjana Nathalie (Sumber Foto koresponden Minghui)

Nathalie berkata: “Berdiri tegak melawan ketidakadilan sangat penting, terutama dalam rezim totaliter di mana orang-orang dirampas hak asasi manusianya dan pendapat mereka ditolak, tidak boleh bersuara. Pekerjaan yang anda lakukan sangat penting, dan saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada semua orang yang terlibat dalam kegiatan ini.”

Maritina dan Raimaond dari Jerman (Sumber Foto koresponden Minghui)

Maritina berkata: “Di dunia yang penuh krisis dan seringnya perang ini, prinsip-prinsip Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar) sangat penting. Jika semua orang melakukannya, dunia akan menjadi lebih baik.”

Raimaond mengatakan bahwa berlatih Dafa “dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.”

Jesus, seorang fotografer dari Meksiko, memuji prinsip-prinsip Falun Dafa. (Sumber Foto koresponden Minghui)

Jesus dari Meksiko berkata: “Sejati adalah prinsip yang harus dipatuhi setiap orang dalam hidup. Hal yang sama berlaku untuk baik, karena kita semua adalah manusia, dan kita semua setara.”

Setelah mengetahui tentang penganiayaan yang dilakukan oleh PKT dan pengambilan organ secara paksa yang disetujui negara, ia berkata: “Di dunia saat ini, hal seperti ini bisa terjadi sungguh tak tertahankan.

“Penganiayaan ini mengerikan. Saya tidak mengerti mengapa mereka [PKT] menyiksa praktisi. Saya berharap orang-orang mengetahui tentang apa yang terjadi di sana.

“Tidak seorang pun boleh dianiaya karena melakukan apa yang mereka suka. Selama kita tidak menyakiti atau mengganggu orang lain, saya percaya kita semua berhak untuk hidup bebas di dunia ini dan menjalani kehidupan yang damai—terlepas dari kepercayaan, budaya, atau adat istiadat kita.”