(Minghui.org) Dulu kesehatan saya sangat buruk, dan menderita sakit yang tak tertahankan akibat penyakit perut kronis yang menyebabkan sering muntah darah. Saya juga mengalami peradangan dan pendarahan yang sering terjadi pada tuba falopi, serta mati rasa di satu sisi tubuh. Punggung saya sangat bungkuk sehingga hampir tidak bisa berjalan. Meskipun demikian, saya bertanggung jawab atas semua pekerjaan rumah tangga dan memasak untuk suami dan keempat anak kami.

Suami saya bekerja di lokasi konstruksi, hanya menghasilkan lima yuan sehari, bekerja dari subuh hingga senja tanpa istirahat. Ketika putra sulung kami mulai bersekolah di kota lain, situasi keuangan kami semakin memburuk. Ia hanya hidup dengan 40 yuan sebulan dan menderita kekurangan makanan hari demi hari, tetapi belajar dengan sangat giat. Putri bungsu saya harus meninggalkan sekolah setelah hanya sekolah tiga tahun, dan pada usia 13 tahun, mulai merajut sweter untuk mendapatkan beberapa puluh yuan sebulan untuk membantu biaya pendidikan kakaknya.

Panduan menuju Dafa

Tersiksa oleh rasa sakit yang terus-menerus dan mengalami kesulitan keuangan, saya depresi dan sengsara, dan sering menangis di malam hari. Suatu malam, setelah menangis hingga tertidur, saya bermimpi tentang dewa yang agung berjalan melintasi langit. Ia berjalan sebentar, lalu berhenti, menatap saya. Saya hanya berdiri di sana, menatapnya dengan kagum. Ketika bangun, saya berpikir dalam hati: “Dewa ini pasti datang untuk menyelamatkan saya. Saya tidak bisa mati! Saya harus hidup untuk melihat anak-anak saya tumbuh dewasa. Tapi kapan saya akan sembuh? Kehidupan ini begitu sulit!”

Suatu hari, saya mendengar bahwa Falun Dafa (juga disebut Falun Gong) sedang diperkenalkan di daerah kami dan Falun Dafa dapat memulihkan kesehatan. Namun, saya tidak terlalu memperhatikannya, karena saya telah mencoba berdoa kepada berbagai dewa sebelumnya tetapi tidak ada yang berhasil. Keesokan harinya, saudara ipar saya berkunjung dan berkata, “Ada orang-orang di desa kita yang berlatih Falun Gong. Luar biasa. Kamu harus mencobanya. Falun Gong dapat menyembuhkanmu tanpa obat apa pun!”

Dua hari kemudian, ia kembali dan mendesak saya lagi, “Cepat pergi ke tempat latihan! Kamu sakit parah, namun tidak ada yang merawatmu, dan kamu masih harus melakukan semua pekerjaan. Kamu harus sehat.”

Saya menangis, berkata, “Jika saya tidak mengerjakan pekerjaan rumah, suamiku akan marah. Kehidupan ini terlalu sengsara!” Tapi sore itu, akhirnya Saya memutuskan untuk pergi. Tempat latihan hanya berjarak sekitar 1.600 meter, tetapi saya butuh waktu enam jam untuk berjalan ke sana, berjalan dengan perlahan, selangkah demi selangkah. Saat tiba, hari sudah gelap. Saya kagum melihat begitu banyak orang di sana, dan ditawari tempat duduk dengan ramah. Saat duduk dan mendengarkan rekaman ceramah Fa Guru Li, Saya sangat terharu dan dipenuhi dengan sukacita yang luar biasa. Pagi-pagi sekali keesokan harinya, Saya mengikuti latihan berkelompok dan belajar gerakan-gerakan dari praktisi lama. Ketika Saya pulang, seluruh desa bahkan belum bangun. Saya bertanya-tanya dengan heran, “Bagaimana saya bisa sampai rumah secepat ini? Saya sama sekali tidak merasa lelah!” Ini benar-benar sebuah keajaiban. Guru Li benar-benar luar biasa! Itu terjadi pada tahun 1999.

Sejak saat itu, saya mengikuti belajar Fa berkelompok setiap pukul 6 sore. Perjalanan yang dulunya memakan waktu enam jam kini hanya membutuhkan waktu 20 menit. Pada hari keempat, saya merasakan sesak dan nyeri di dada. Saya teringat ceramah Guru sehari sebelumnya, yang mengatakan bahwa Guru akan memurnikan tubuh pengikut Dafa, dan saya mengingatkan diri bahwa Guru sedang memurnikan tubuh saya. Begitu memiliki pikiran lurus itu, saya dapat bernapas lega kembali dan sesak itu sebagian besar hilang. Saya melanjutkan membuat sarapan dan segera melupakan ketidaknyamanan itu sepenuhnya. Selama 20 tahun terakhir, saya benar-benar bebas dari penyakit. Saya merasa sangat ringan dan hati saya penuh dengan sukacita dan rasa syukur karena dapat berlatih Falun Dafa. 

Seorang rekan praktisi membantu saya mendapatkan buku berharga Zhuan Falun. Saat memegangnya, saya menatap foto Guru dengan rasa syukur yang mendalam dan merasa seolah-olah pernah bertemu dengannya sebelumnya. Namun, saya buta huruf dan tidak dapat membaca satu pun kata dalam buku itu. Di tempat belajar Fa berkelompok, saya mendengarkan dengan saksama saat rekan-rekan praktisi membaca. Kemudian saya mencoba mengikuti di rumah. Secara bertahap, kemampuan saya membaca Fa meningkat, dan saya mulai memahami banyak prinsip Fa.

Beberapa hari kemudian, saya memperoleh dua buku Dafa lagi. Saya bertekad untuk membacanya sampai habis. Namun, ketidakmampuan saya untuk mengenali kata-kata membuat saya sangat cemas hingga saya menangis. Tak lama kemudian, saya tertidur. Dalam mimpi, saya dapat membaca seluruh buku itu dengan mudah. Ketika bangun dan mengambil buku itu lagi, saya mengenali semua kata-katanya! Saya berhasil membaca seluruh buku itu pada malam yang sama. Saya memahami bahwa Guru telah menganugerahi saya kearifan dan Dafa benar-benar ajaib. Keajaiban ini telah mendorong saya ingin terus berlatih Dafa hingga mencapai kesempurnaan.

Menyelamatkan Makhluk Hidup dengan Tekad

Pada bulan Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok [PKT] melancarkan penganiayaan besar-besaran terhadap Falun Dafa. Di bawah tekanan yang sangat besar, saya bersumpah untuk berlatih Dafa hingga akhir hayat, karena kehidupan saya ini telah diberikan oleh Guru. Segera, saya terhubung kembali dengan praktisi lain yang memberi tahu saya tentang penganiayaan PKT terhadap Falun Dafa. Saya langsung memahami tanggung jawab untuk mengklarifikasi fakta dan menyelamatkan makhluk hidup. Saya mulai memasang spanduk bertuliskan “Falun Dafa Baik,” serta menulis surat kepada orang-orang untuk berbagi keagungan Falun Dafa dan memberi tahu mereka tentang penganiayaan PKT. Secara bertahap, saya mulai mengklarifikasi fakta  secara langsung dan mendorong orang-orang untuk mundur dari PKT dan organisasi pemuda yang berafiliasi dengannya. 

Pada tahun 2006, saya ditahan secara ilegal selama 15 hari karena berbicara kepada orang-orang tentang Dafa. Dua bulan kemudian, saya dijatuhi hukuman 13 bulan kerja paksa. Pada tahun 2015, saya ditahan selama 15 hari karena mengajukan gugatan terhadap Jiang Zemin, mantan pemimpin PKT yang melancarkan penganiayaan. Di pusat penahanan, saya bertemu dengan belasan praktisi yang juga ditahan di sana. Bersama-sama, kami menghabiskan setiap hari untuk mengklarifikasi fakta  kepada para tahanan dan penjaga. Setiap malam, kami bangun untuk melakukan latihan. Di mana pun kami berada, kami pengikut Dafa, menggunakan setiap kesempatan untuk mencoba menyelamatkan orang.

Tiga tahun lalu, saya bertemu dengan seorang wanita di desa saya yang menderita kanker dan kehilangan semua rambutnya setelah menjalani tiga kali kemoterapi. Saya mengunjunginya dan mengajarinya melafalkan kata-kata, “Falun Dafa Baik, Sejati-Baik-Sabar Baik.” Ia bertanya-tanya apakah ini akan berhasil. Saya meyakinkannya bahwa keajaiban akan terjadi selama ia melafalkan kata-kata ini dengan hati yang sungguh-sungguh dan tulus. Ia percaya dan mulai melafalkannya setiap hari. Sebulan kemudian, kankernya secara ajaib menghilang dan rambutnya tumbuh kembali. Sekarang ia mampu melakukan semua pekerjaan fisiknya.

Sepuluh tahun yang lalu, seorang pria di desa saya sakit parah dan hampir meninggal. Pihak rumah sakit memulangkannya karena tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuknya, dan keluarganya juga sudah menyerah, dan hanya menunggu ia meninggal. Saya mengunjunginya dan mengajarkan kata-kata yang sama kepadanya. Ia melafalkan kata-kata itu dan kondisinya mulai membaik. Kemudian ia datang ke rumah saya untuk belajar Fa dan berlatih. Hanya dalam satu minggu, ia sembuh total. Ia juga mengalami banyak keajaiban setelah mulai berlatih Falun Dafa.

Meskipun penganiayaan PKT tetap berat, saya dan rekan praktisi tidak takut. Seberapa pun kejahatan itu berlanjut, kami terus melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Kami melakukan hal yang paling benar dan Guru melindungi kami. Terkadang, kendaraan polisi berpatroli di dekat kami, tetapi kami tidak berhenti mengklarifikasi fakta. Kami tidak bisa berhenti menyelamatkan orang hanya karena kehadiran kekuatan jahat.

Selain itu, Saya sering memancarkan pikiran lurus yang kuat bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang paling benar di seluruh alam semesta dan persis seperti yang Guru minta kita lakukan—menyelamatkan makhluk hidup. Guru yang berbelas kasih menjaga kita dan kita hanya berjalan di jalan yang benar yang telah Guru tentukan untuk kita. Setiap hari Saya dengan tekun belajar Fa, memancarkan pikiran lurus, dan membantu Guru menyelamatkan makhluk hidup. Saya mengikuti dengan saksama pelurusan Fa Guru, dan Saya bertekad untuk bertahan hingga akhir dan pulang ke rumah saya yang sebenarnya bersama Guru, tidak peduli seberapa panjang jalan kultivasi itu.

Di atas adalah pemahaman pribadi saya. Mohon tunjukkan jika ada yang tidak sesuai.