(Minghui.org) Seorang pria berusia 70 tahun di Kota Fuzhou, Provinsi Jiangxi, menyelesaikan masa hukuman penjara 3,5 tahun di Provinsi Shandong tanggal 24 Desember 2025. Dana pensiunan bulanannya setelah itu dikurangi dari 4.000 menjadi 1.000 yuan.

Chen Yongqing, lahir pada September 1955, ditangkap pada awal tahun 2022 (waktu pastinya tidak diketahui) oleh polisi dari Provinsi Shandong. Mereka menargetkannya setelah mendapati Chen mengunggah artikel yang ditulis oleh pendiri Falun Gong di platform media sosial.

Falun Gong adalah sebuah latihan jiwa-raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.

Polisi membawa Chen ke Shandong, dan keluarganya menyetor uang jaminan 5.000 yuan agar Chen bisa bebas dengan jaminan.

Pada Juni 2022, seorang petugas bermarga Shi di Shandong menelepon Chen dan menyuruhnya melapor kepada mereka. Shi mengancam akan memasukkannya ke dalam daftar buronan bila dia tidak hadir. Chen pergi ke sana dan ditangkap saat tiba. Keluarganya lalu menerima pemberitahuan dari Departemen Kepolisian Distrik Zhoucun di Kota Zibo, Provinsi Shandong. Tertanggal 26 Juni 2022, pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa Chen dimasukkan sebagai tahanan rumah di lokasi yang telah ditentukan (yang tidak pernah diberitahukan kepada keluarganya).

Chen, yang adalah seorang sarjana dan pernah bekerja sebagai guru, kemudian dijatuhi hukuman tiga setengah tahun karena “menggunakan aliran sesat untuk melemahkan penegakkan hukum,” dalih standar yang digunakan oleh pengadilan Tiongkok untuk menghukum praktisi Falun Gong.

Saat menjalani masa hukuman di Penjara Provinsi Shandong, Chen diawasi sepanjang waktu oleh para tahanan. Dia dipaksa duduk di bangku kecil dalam waktu lama, dan hanya diperbolehkan tidur tiga sampai empat jam setiap malam. Dia juga dilarang mandi atau membeli barang kebutuhan sehari-hari. 

Penjaga menginstruksikan dua tahanan untuk memukuli Chen, membuat kaki kiri dan lengannya menjadi sangat bengkak. Dengan tangan dan kaki kanannya yang sejak lama cacat akibat kecelakaan mobil tahun 1997, cedera tambahan di sisi kiri tubuhnya akibat pemukulan membuatnya tidak bisa berjalan selama lebih dari enam bulan.

Dua orang dari Biro Peradilan Beizhan dan Kantor Kepolisian Beizhan di Kota Fuzhou, Provinsi Jiangxi, menjemput Chen dari penjara tanggal 24 Desember 2025, saat masa hukumannya berakhir.

Chen sebelumnya menjalani masa hukuman tiga tahun, juga karena berlatih Falun Gong. Dia ditangkap bersama istrinya, Zhao Peng, tanggal 11 Desember 2012. Mereka berdua dihukum tiga tahun pada akhir bulan Desember 2012. Istrinya diperbolehkan menjalani masa hukuman di rumah, dan Chen dimasukkan ke Penjara Nanchang pada Juni 2013. Sekolah memecatnya setelah dia dijatuhi hukuman. Putri mereka yang masih mengenyam pendidikan kesulitan membayar biaya sekolah. Dia tidak diperbolehkan mengunjungi Chen di penjara.

Chen dipaksa melakukan kerja paksa dan ditempatkan dalam ruang isolasi meski kondisinya cacat. Dia dibebaskan pada Desember 2015.

Laporan Terkait:

Penjara Nanchang Menolak Kunjungan Keluarga 

Three Practitioners Tried by Linchuan District Court in Fuzhou; Evidence Fabricated

Lawyers Enter Not Guilty Pleas for Three Practitioners on Trial in Jiangxi Province