(Minghui.org) Praktisi Falun Dafa di Belanda mengadakan kegiatan di Dam Square, Amsterdam pada 9 Mei 2026, untuk merayakan ulang tahun ke-34 pengenalan Falun Dafa kepada publik dan Hari Falun Dafa Sedunia ke-27. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International Belanda dan Human Rights Without Frontiers Belanda mengirimkan surat ucapan selamat untuk acara tersebut.
Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, pertama kali diajarkan secara publik oleh Li Hongzhi di Kota Changchun, Tiongkok pada 13 Mei 1992. Karena manfaat kesehatannya yang luar biasa dan peningkatan standar moral masyarakat, dalam beberapa tahun, jutaan orang berlatih Falun Dafa di Tiongkok, dan latihan ini menyebar ke seluruh dunia.
9 Mei di Amsterdam adalah hari yang cerah dan berawan. Spanduk-spanduk besar bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Guru di Hari Falun Dafa Sedunia,” “Falun Dafa,” dan “Sejati-Baik-Sabar” dalam bahasa Mandarin, Inggris, dan Belanda dipasang di Lapangan Dam.
Untuk memulai perayaan hari itu, tim genderang pinggang membawakan lagu “Falun Dafa Itu Baik.” Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi latihan dan tarian peri oleh praktisi muda yang mengenakan kostum tradisional Dinasti Han. Suasana gembira dan damai menarik banyak wisatawan, dan para pejalan kaki mengeluarkan ponsel dan kamera mereka untuk mengambil foto. Beberapa orang ikut menari mengikuti musik, berbagi kegembiraan acara tersebut.


Para praktisi merayakan Hari Falun Dafa Sedunia di Lapangan Dam di Amsterdam pada 9 Mei 2026.

Pertunjukan genderang pinggang selama perayaan Hari Falun Dafa Sedunia di Amsterdam.

Tarian peri oleh praktisi muda selama perayaan Hari Falun Dafa Sedunia di Amsterdam.






Para pejalan kaki menikmati perayaan Hari Falun Dafa Sedunia dan mempelajari lebih lanjut tentang Falun Dafa.
Organisasi Hak Asasi Manusia Mengucapkan Selamat dan Menyatakan Dukungan
Kayan Wong, ketua Asosiasi Falun Dafa Belanda, membacakan surat ucapan selamat dari Amnesty International Belanda. Organisasi tersebut menegaskan kembali dukungannya kepada praktisi Falun Gong dan menyatakan: “Dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama, bersama dengan kebebasan berserikat dan berkumpul, secara kolektif disebut sebagai kebebasan berekspresi.”
Surat itu juga menyerukan: “Pihak berwenang di Tiongkok untuk berhenti menganiaya praktisi Falun Gong secara sembarangan, membebaskan semua yang dipenjara hanya karena menjalankan hak atas kebebasan berkeyakinan dan berbicara.”

Kayan Wong, ketua Asosiasi Falun Dafa Belanda, membacakan surat ucapan selamat dari Amnesty International Belanda.
Hans Noot, direktur Human Rights Without Frontiers Belanda, juga mengirimkan surat ucapan selamat atas peristiwa tersebut. Ia menulis, “Kami dengan tegas mendukung praktisi Falun Gong. Kami berjanji untuk terus mendukung anda sampai keadilan ditegakkan.”
Dunia Membutuhkan Perdamaian
Dima dari Ukraina dan temannya menyukai penampilan para praktisi. Ia berkata, “Sebelum perang pecah, saya melihat orang-orang mengenakan kemeja kuning di Kyiv. Mereka bermeditasi dan saya melihat gambar serupa [tentang penganiayaan]. Bahkan selama perang, saya melihat mereka bermeditasi dengan damai. Anda membawa energi yang menenangkan.”
Ia setuju dengan prinsip-prinsip panduan Falun Dafa—Sejati-Baik-Sabar: “Dunia terlalu kacau. Ada perang di seluruh dunia. Kita harus berhenti, bertahan, dan tenang. Sejati-Baik-Sabar dapat membantu kita meningkatkan hubungan antar manusia, dan menghentikan kekerasan dan penderitaan.”

Dima (kanan) dari Ukraina
Orang-orang Berterima Kasih dan Memberi Semangat kepada Praktisi
Deylaw dan orang tuanya sedang berlibur di Belanda, ketika ia melihat perayaan di Lapangan Dam. Ia berkata kepada para praktisi, “Saya melihat sebuah demonstrasi di Jerman tahun lalu dan sedikit belajar tentang penganiayaan. Saya menyukai pertunjukan hari ini, baik itu gendang pinggang maupun tarian, saya menyukai semuanya. Terima kasih telah membawakan kami budaya tradisional yang berbeda. Saya sangat sedih atas penganiayaan yang kalian alami di Tiongkok, dan saya berharap kalian segera mendapatkan kebebasan!”

Deylaw (tengah) dan keluarganya dari Jerman.
Annabel dan Shakra juga tertarik pada kegiatan tersebut. Annabel berkata, “Meditasi terlihat bagus, sangat damai.”
Shakra berkata, “Di sini damai. Saya rasa saya ingin bergabung dengan mereka.”
Merujuk pada prinsip-prinsip Falun Dafa tentang Sejati-Baik-Sabar, Annabel berkata, “Ini adalah fondasi masyarakat. Ini mengajarkan orang bagaimana berteman satu sama lain.”
Shakra berpikir jika semua orang mengikuti prinsip-prinsip ini, masyarakat akan membaik. Mereka mengucapkan selamat Hari Falun Dafa Sedunia kepada para praktisi dan menyemangati mereka dengan, “Teruslah melakukan ini; kalian akan menyadarkan lebih banyak orang dan mendapatkan kebebasan yang pantas kalian dapatkan pada akhirnya.”
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org