(Minghui.org) Huang Dagui, 72 tahun, di Kota Nanchong, Provinsi Sichuan, dijatuhi hukuman satu setengah tahun pada 9 Mei 2026, karena ia berlatih Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Huang ditangkap pada 3 September 2025, setelah ia diikuti oleh petugas Zhang Meng dari Kantor Polisi Beihu karena menyebarkan materi Falun Gong. Penangkapannya segera disetujui dan polisi menyerahkan kasusnya ke Kejaksaan Distrik Shunqing pada 3 November.

Keluarga Huang tidak diberitahu tentang tanggal persidangannya, tetapi pengacaranya memberi tahu mereka. Suaminya yang berusia 82 tahun dilarang menghadiri persidangannya di Pengadilan Distrik Shunqing pada 16 Desember karena ia "terdaftar sebagai saksi penuntut." Seorang petugas pengadilan menahannya di sebuah ruangan sendirian, sampai sidang berakhir.

Pengacara Huang mengajukan pembelaan tidak bersalah untuk kliennya. Ia berpendapat bahwa kliennya tidak melanggar hukum dalam menjalankan hak konstitusionalnya atas kebebasan berkeyakinan dan bahwa tindakan polisi yang mengikuti dan merekamnya tanpa terlebih dahulu membuktikan adanya kasus terhadapnya adalah melanggar hukum.

Pengacara itu juga menunjukkan bahwa catatan interogasi tidak sah karena Huang tidak menandatanganinya. Ia menambahkan bahwa polisi melanggar prosedur hukum dengan meminta He Haizhou dari Kantor 610 yang berafiliasi dengan Departemen Kepolisian Kota Nanchong untuk membuktikan penuntutan, dari pada menggunakan lembaga pihak ketiga seperti yang dipersyaratkan oleh hukum.

Pengacara tersebut menantang jaksa Liu Ying untuk menjelaskan bagaimana Huang "merusak penegakan hukum," seperti yang dinyatakan dalam dakwaan.

Huang bersaksi untuk membela dirinya sendiri dan bersikeras bahwa dia tidak melanggar hukum apa pun dengan berlatih Falun Gong atau menyebarkan informasi tentangnya.

Hakim Dang Lijun menjatuhkan hukuman satu setengah tahun kepada Huang pada 9 Mei 2026. Dia mengajukan banding atas putusan tersebut.

Huang dan suaminya bergantung pada penghasilan bulanannya sekitar 1.000 yuan dari pekerjaan membersihkan rumah. Penahanannya membuat suaminya berada dalam situasi keuangan yang sangat sulit.

Penganiayaan di Masa Lalu

Huang mendengar tentang Falun Gong pada tahun 2001, ketika ia ditahan karena menjual faktur palsu. Seorang praktisi Falun Gong yang ditahan bersamanya menjelaskan ilegalitas penganiayaan tersebut dan bagaimana Falun Gong mengajarkan para praktisinya untuk menjadi orang baik. Ia mulai berlatih dan tetap teguh pada keyakinannya setelah dibebaskan.

Huang ditangkap pada 11 April 2002 karena menyebarkan materi informasi tentang Falun Gong. Saat ditahan di Pusat Penahanan Yuechi, para penjaga memborgolnya ke tempat tidur selama 17 hari dan tidak mengizinkannya menggunakan kamar mandi. Ia kesulitan berjalan dan anggota tubuhnya gemetar tak terkendali setelah dibebaskan dari tempat tidur. Ia ditangkap lagi pada 8 April 2003 dan ditahan di pusat pencucian otak untuk jangka waktu yang tidak diketahui.

Huang ditangkap lagi pada 24 April 2016, juga karena membagikan materi Falun Gong. Lebih dari 20 petugas menggeledah tempat kerja dan rumahnya pada 13 Mei 2016. Mereka menyerahkan kasusnya ke Kejaksaan Distrik Jialing pada akhir Juli dan dia diadili oleh Pengadilan Distrik Jialing pada 28 November. Hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dengan denda 2.000 yuan pada 10 Januari 2017.

Laporan Terkait:

Wanita Berusia 71 Tahun Diadili Karena Keyakinannya, Suami Berusia 81 Tahun Hidup Sendirian Dalam Keputusasaan

Dua Praktisi dari Kota Nanchong Dihukum Penjara