(Minghui.org) Untuk memperingati 27 tahun permohonan damai 25 April di Beijing, para praktisi mengadakan aksi damai di Melbourne pada 18 April 2026. Di antara mereka ada Nick dan putranya.

Nick (kanan) dan putranya berpartisipasi dalam aksi damai di Melbourne pada 18 April 2026.
Nick berusia 20-an ketika permohonan damai pada 25 April berlangsung di Beijing. Dia dan keluarganya telah merasakan manfaat dari berlatih Falun Gong dan kesehatan mereka telah meningkat. “Praktisi lain memberi tahu saya bahwa ada gangguan di Tiongkok. Ketika para praktisi pergi ke tempat latihan [di Tiongkok], Partai Komunis Tiongkok [PKT] memutar musik melalui pengeras suara untuk menghentikan orang-orang berlatih dan mereka menyemprot para praktisi dengan air.
Nick berkata, “Saya bingung, karena saya berasal dari benua yang berbeda dan saya mempelajari latihan ini di Australia. Saya tidak mengerti bagaimana itu mungkin terjadi. Bagaimana pemerintah bisa menghentikan orang-orang untuk berlatih Falun Gong?”
Para praktisi yang pergi ke Beijing untuk mengajukan permohonan damai pada 25 April 1999 memiliki tiga permintaan: membebaskan para praktisi yang ditahan secara ilegal di Tianjin, mengembalikan penerbitan buku Falun Gong secara legal, dan memulihkan lingkungan normal untuk berlatih Falun Gong. Pertemuan yang berlangsung dari pagi hingga larut malam itu berlangsung damai. Setelah perwakilan praktisi menerima resolusi positif dari pemerintah, mereka mengakhiri banding dan semua orang pulang.
Nick berkata, “Saya rasa permohonan damai itu sepenuhnya beralasan. Latihan yang baik seperti itu telah ditindas. Permohonan ini adalah hak-hak dasar.”
Nick berkata, “Ketika saya mulai berlatih [Falun Gong], saya langsung belajar dan mulai seperti orang lain yang pergi ke tempat latihan dan arena belajar bersama. Jadi bagi saya, itu hanya tentang latihan dan mempelajari ajaran-ajarannya. Hidup saya juga mengalami perubahan positif. Ketika pertama kali mulai berlatih, saya mengalami cedera pinggul yang sangat parah dan saya baru saja memulai bisnis pertamanan. Saya masih muda dan saya harus berhenti dari bisnis pertamanan karena pinggul saya sangat sakit. Ketika pergi ke festival kesehatan dan praktisi Falun Gong mengajarkan latihan kepada orang-orang, mereka bertanya apakah ada yang memiliki penyakit atau masalah dengan tubuh mereka. Saya benar-benar lupa bahwa saya memiliki cedera pinggul ini dan itu hilang begitu saja karena saya berhenti memikirkannya. Itu luar biasa.”
“Ketika masih muda, saya bukanlah orang yang baik. Saya melakukan banyak hal buruk, tetapi saya telah berubah [karena Falun Dafa]. Sekarang saya adalah seorang kepala keluarga dan memiliki pernikahan yang baik. Saya sering bertemu dengan orang tua saya dan saya menghormati mereka. Saya adalah orang yang baik.”
Nick sering mengajak putranya ke kegiatan untuk meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan. “Hal itu memberi saya kemampuan untuk mewariskan kepada putra saya pengetahuan sejati tentang bagaimana menjadi manusia yang bermoral dan benar-benar baik serta terbuka. Saya memandang putra saya dan saya hanya berpikir betapa beruntungnya saya karena dia tidak terganggu oleh hal-hal buruk di dunia ini.”

Nick di acara aksi damai di Melbourne pada 18 April 2026.
Urgensi dan Disiplin Diri
PKT kemudian mengklaim bahwa permohonan damai 25 April itu adalah "pengepungan markas besar PKT" dan melancarkan penganiayaan terhadap Falun Gong pada Juli 1999. Penganiayaan yang berkelanjutan ini telah berkembang menjadi penindasan transnasional, dengan PKT menargetkan praktisi di luar Tiongkok dan terutama berfokus pada upaya untuk menyabotase Shen Yun Performing Arts.
Nick menceritakan bahwa sejak penganiayaan dimulai pada Juli 1999, dia merasakan urgensi yang mendalam untuk mengungkap sifat asli PKT dan memperkenalkan latihan Falun Gong kepada lebih banyak orang. Karena surat kabar arus utama dan media dipenuhi dengan propaganda dari saluran resmi PKT, dia merasa bahwa para praktisi Falun Gong sendiri harus memberi tahu orang-orang apa yang sebenarnya terjadi di Tiongkok.
Pada awal tahun 2000, Nick melakukan perjalanan ke Beijing bersama keluarganya untuk menyerahkan petisi kepada pihak berwenang terkait. Beberapa hari kemudian, dia banyak berbicara dengan berbagai media Australia, menceritakan pengalaman mereka. Melalui wawancara-wawancara ini, Nick membantu masyarakat Australia memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang Falun Gong dan kenyataan bahwa para praktisi di Tiongkok ditolak kebebasan beragama dan mengalami penganiayaan berat.
Selama 27 tahun—baik di Australia maupun di Amerika Serikat—Nick tidak pernah berhenti menggunakan waktu luangnya untuk mengklarifikasi fakta kebenaran. Nick berkata, “Selama 27 tahun saya berlatih, saya telah berpartisipasi dalam parade, konferensi, dan acara komunitas yang tak terhitung jumlahnya. Setiap kali kami pergi ke mana pun di seluruh dunia, para praktisi sangat menghormati masyarakat. Kami mungkin berjumlah 1.000 orang dalam sebuah rombongan, dan kami tidak meninggalkan sampah apa pun. Dewan kota dan polisi menghormati kami karena kami sangat damai dan sopan.”

Para pejalan kaki mempelajari tentang Falun Gong dan penganiayaan yang dialaminya, serta menandatangani petisi untuk menyerukan diakhirinya pelanggaran hak asasi manusia pada 18 April 2026.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org