(Minghui.org) Saya ingin berbagi beberapa transformasi positif yang saya amati pada orang-orang ketika mereka menyadari betapa baiknya Falun Dafa.

Saya berbelanja kebutuhan sehari-hari setiap hari dan saya menggunakan uang yang memiliki pesan tentang Falun Dafa yang tercetak di uang kertas tersebut. Menceritakan tentang Dafa kepada orang-orang telah menjadi bagian alami dari rutinitas harian saya. Saya telah memberi tahu banyak pemilik toko dan pelanggan mereka kebenaran tentang penganiayaan, dan mereka telah mengundurkan diri dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi-organisasi afiliasinya

Istri Pemilik Toko Berteriak “Falun Dafa Hao (Falun Dafa Baik)” di Depan Kerumunan

Saya menjelaskan kebenaran kepada seorang pria dan istrinya yang menjual sayuran, dan meminta mereka untuk mengatakan “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik)” dan “Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati-Baik-Sabar baik).” Mereka menjawab, “Kami akan mengingatnya.”

Setiap kali saya mengunjungi kios mereka, selalu ramai dengan pelanggan. Bisnis mereka benar-benar berkembang pesat. Setiap kali istri pemilik toko melihat saya, dia langsung berteriak keras agar semua orang bisa mendengar, “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik)” dan “Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati-Baik-Sabar baik)” Saya selalu mengatakan kepadanya bahwa hidupnya akan dipenuhi dengan keberuntungan, dan bisnisnya akan terus makmur. Kami saling tersenyum, dan saya benar-benar merasa bahagia untuknya. Suaminya meminta buku Zhuan Falun.

Bagi orang biasa untuk menunjukkan keberanian seperti itu dengan berteriak “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik)” di depan banyak orang sungguh luar biasa. Dia tidak hanya melakukan ini sekali atau dua kali. Setiap kali dia melihat saya, dia memanggil saya.

Uang Klarifikasi Kebenaran: “Terimalah”

Saat membeli sayuran, saya memberikan uang lima yuan kepada seorang asisten toko dengan informasi tentang Falun Dafa yang tercetak di atasnya. Dia pergi ke bosnya dan bertanya apakah dia harus menerimanya. Bosnya tidak ragu-ragu dan berkata kepadanya, “Terimalah.”

Pada kesempatan lain, saya pergi membeli pakaian dan memberikan uang kepada petugas toko dengan informasi tentang Falun Dafa di atasnya. Ia ragu-ragu dan meminta uang kertas yang berbeda, tetapi saya mengatakan bahwa hanya itu yang saya punya. Ia menelepon bosnya dan mengatakan bahwa uang itu memiliki pesan Falun Dafa di atasnya. Bosnya mengatakan tidak apa-apa untuk menerimanya.

Pemilik Toko Memuji Saya

Ada pemilik toko lain yang kiosnya sering saya kunjungi untuk membeli sayuran. Saya selalu membayarnya dengan uang kertas yang memiliki pesan tentang Falun Dafa di atasnya. Saya membantu keluarganya mundur dari organisasi PKT.

Suatu hari ia menyebutkan bahwa bisnisnya menjadi sangat sulit, dan beberapa pelanggan mengacak-acak keranjang tetapi hanya membeli sedikit sayuran, sehingga semuanya berantakan. Setelah sayuran berserakan seperti itu, sulit untuk dijual. Karena ia memperhatikan bahwa saya tidak pernah membuat kekacauan, ia mengatakan bahwa jika semua orang berperilaku seperti saya, ia bisa mendapatkan tambahan 100 yuan sehari.

Setiap kali saya membayar, ia sering mengatakan kepada saya untuk tidak khawatir tentang uang kembalian, tetapi saya selalu memberikannya kepadanya. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tahu pekerjaannya tidak mudah, dan jika semua orang membayar dengan benar, itu akan menjadi jumlah yang baik pada akhir hari. Dia menjawab bahwa jika semua orang seperti saya, bisnisnya akan jauh lebih mudah dijalankan, dan dia mengatakan bahwa saya adalah orang yang benar-benar luar biasa.

Tuhan Melindungi Keluarga Saya dari Kebakaran

Ketika cucu saya berusia sekitar dua tahun, dia mulai menangis suatu sore sekitar pukul 3 sore, dan meminta untuk turun ke bawah untuk bermain. Saya sedang memasak sup di atas kompor, dan saya perlu menunggu sup mendidih sebelum saya bisa mematikan api. Karena cucu saya terus menangis, saya menaikkan api ke pengaturan tertinggi agar sup mendidih lebih cepat.

Kemudian saya mulai mengumpulkan semua yang kami butuhkan untuk pergi keluar, termasuk makanan ringan, minuman, pakaian ganti, dan mainan. Saya juga meluangkan waktu sejenak untuk merapikan diri. Tetapi saya lupa tentang sup di atas kompor. Saya membawa anak itu ke bawah, dan kami berjalan ke taman bermain di kompleks perumahan terdekat.

Cucu saya biasanya menolak untuk pulang sampai hari gelap. Namun, setelah bermain hanya sekitar satu jam, dia tiba-tiba meminta untuk pulang. Saya merasa ini sangat aneh. Dulu, tidak peduli seberapa banyak saya mendesaknya, dia tidak pernah ingin pergi. Saya masih belum ingat sup yang masih ada di atas kompor.

Begitu kami melangkah masuk melalui pintu utama kompleks perumahan kami, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya meninggalkan sup yang masih dimasak di atas kompor. Kepanikan melanda diri saya, dan saya berlari menuju apartemen secepat mungkin. Saya tinggal di lantai lima, dan saya bergegas naik, hampir kehabisan napas.

Ketika saya membuka pintu, saya terkejut. Panci yang tadinya penuh sup kini benar-benar kering. Saya bisa mendengar suara mendesis. Isinya gosong dan mulai berasap. Jika saya tiba satu menit lebih lambat, kebakaran mungkin akan terjadi. Ada dua botol minyak goreng berada di samping kompor. Jika terjadi kebakaran, konsekuensinya akan tak terbayangkan, dan bisa membahayakan rumah tetangga kami juga. Memikirkan hal itu sungguh menakutkan.

Saya tahu Guru memberi isyarat kepada cucu saya, seorang praktisi muda, mendesak kami untuk segera pulang karena bahaya sedang mengintai. Guru melindungi kami dan menyelamatkan kami dari bencana.