(Minghui.org) Saya berangsur-angsur memahami arti mendalam dari prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) setelah saya berlatih Falun Dafa. Saya telah mengalami perubahan mendasar. Xinxing saya meningkat, dan ini membawa perubahan pada bisnis saya. Saya mengerti bagaimana menjadi orang baik dan cara melakukan bisnis.

Hati Saya Tidak Lagi Lelah Saat Berbisnis

Sebelum saya berlatih Falun Dafa, istri menyebut saya “pesawat tempur.” Saya sangat kompetitif namun berpikiran sempit. Banyak hal dalam berbisnis membuat saya terganggu. Sebagai contoh, bila sebuah bisnis di industri yang sama mempunyai produk bagus yang tidak saya miliki, saya merasa gelisah. Saat saya mentransfer uang ke pemasok, namun masih belum menerima barangnya, saya merasa gelisah. Saat saya memiliki tumpukan stok yang belum terpenuhi, saya merasa gelisah. Saat pelanggan tidak membayar, saya merasa gelisah. Saya tidak bahagia sepanjang waktu.

Setelah berlatih Falun Dafa, saya mulai mengukur segalanya berdasarkan Fa saat ada masalah dalam bisnis. Saya melepas keterikatan dan memikirkannya dari sudut pandang lain. Saya memperlakukan anggota keluarga, pelanggan, orang-orang di industri yang sama, dan pemasok dengan kebaikan.

Dulu saya takut saat pelanggan tidak membayar. Sebagian pelanggan bangkrut dan marah saat saya datang menagih utang. Utangnya tidak cukup besar untuk dijadikan tuntutan. Saya terbakar api emosi. Setelah berlatih Falun Dafa, prinsip-prinsip Dafa memperluas pikiran saya. Saya bisa menanggapinya dengan ringan. Saya tidak lagi kelelahan.

Seorang pelanggan berutang lebih dari 10.000 yuan ($1.475). Bisnisnya hampir tutup. Saya menagih utangnya beberapa kali. Dia tidak membayar. Saya kemudian menyadari bahwa saya harus menempatkan diri di posisinya. Dia tidak punya uang tunai, jadi dia bisa membayar saya kembali dengan produknya. Saya berkata, “Bila Anda punya komputer bekas, Anda bisa memberikan saya dua buah untuk membayar utang.” Dia langsung mengirim dua komputer kepada saya. Saat saya menguji komputer itu, komputernya tidak berfungsi. Saya meneleponnya. Dia memarahi saya dan berkata, “Saya sudah sangat baik kepada Anda. Tampaknya Anda minta dipukul! Anda berlatih Falun Dafa. Tidakkah Anda sadar? Saya akan melaporkan Anda ke polisi.”

Saya perlu mencari ke dalam sekarang. Saya tidak lurus dan merasa dendam. Di permukaan, saya baik padanya. Padahal, saya takut kehilangan uang. Dia memiliki satu anak yang cacat dan sudah bercerai. Bisnisnya hampir tutup. Saya harus memahaminya dan tidak menekannya seperti yang akan dilakukan manusia biasa. Sebelumnya saya sudah mengklarifikasi fakta padanya. Saya tidak seharusnya mendorongnya menentang Falun Dafa hanya karena ingin uang saya kembali. Bila saya tidak berlatih Falun Dafa, akan mudah bagi saya untuk menyingkirkannya dari bisnis. Saya tidak mempunyai kebencian terhadapnya.

Saya berkata, “Polisi tahu saya berlatih Falun Dafa. Anda boleh melaporkan saya kepada polisi. Saya tidak takut. Saya paham situasi Anda. Anda bisa menunda pembayaran 10.000 yuan. Bila Anda benar-benar tidak punya uang, saya tidak masalah bila Anda tidak membayarnya kembali. Namun Anda tidak boleh mengatakan hal apapun yang menentang Falun Dafa. Itu akan mencelakai diri Anda sendiri.” Sikapnya berubah dan dia berkata, “Saya minta maaf. Mohon maafkan saya. Saya akan datang menemui Anda dan berterima kasih pada Anda suatu hari nanti.” Dia bangkrut dan tidak membayar utangnya. Saya bertindak sesuai dengan prinsip Fa. Saya tidak khawatir dengan kerugian tersebut, dan saya memperlakukannya seperti biasa. Bisnis saya menjadi semakin membaik.

Seorang pemilik bisnis, menjual barang palsu secara grosir dan membuat penjualan saya jatuh. Bila itu terjadi di masa lalu, saya akan melaporkannya kepada pihak berwenang dan membuatnya kesusahan. Namun kini saya berlatih Falun Dafa. Saya tidak punya musuh. Saya mengundangnya makan malam. Saya berbicara tentang pengalaman bisnis saya saat makan.

Saya berkata, “Dulu, saya menjual barang palsu lebih banyak daripada orang lain dan mendapat reputasi buruk. Namun sepanjang waktu saya khawatir akan mendapat masalah. Setelah berlatih Falun Dafa, saya memahami bahwa Langit memberkati orang yang bekerja keras. Bila kita ingin bisnis kita berusia panjang, kita harus melakukannya dengan cara yang lurus. Saya sangat mengharapkan yang terbaik untuk Anda.”

Dia tersentuh dan berkata, “Kakak, jangan bicara lagi. Saya tidak akan merusak bisnis Anda lagi. Mohon percaya pada saya dan lihatlah tindakan saya.” Sejak saat itu dia tidak menjual barang palsu lagi. Dia sebelumnya tidak berani bertemu saya. Kini dia sering datang ke toko saya. Dia mengundang saya ke pernikahan saudara perempuannya sebagai tamu spesial dan membuat saya duduk di satu meja dengan kerabatnya. Dia mengajak saya berfoto bersama pengantin wanita dan keluarga besar mereka. Saya mengklarifikasi fakta kepada orang tuanya, saudara iparnya, saudara istrinya, dan membantu mereka mundur dari PKT serta organisasi afiliasinya.

Saya mempunyai seorang pegawai yang sangat cakap. Saya membiarkannya menjual produk saya secara independen. Suatu hari saya menemukan bahwa dia tidak menerbitkan faktur daftar produk dan mengirim produk saya ke seorang klien, dan produk tersebut bernilai lebih dari 30.000 yuan ($4.428). Saya menelepon klien tersebut untuk memastikan.

Dia ketakutan sampai menangis dan berkata, “Mohon jangan laporkan saya ke pihak berwenang. Saya akan segera mengirimkan uangnya kepada Anda. Saya tahu Anda adalah orang yang baik.” Dia mungkin paham dengan hukum. Dia akan dihukum atas 30.000 yuan yang dia miliki secara ilegal. Sebelumnya saya sudah mengklarifikasi fakta padanya.

Pegawai ini adalah seorang manusia biasa dan tidak mempunyai pegangan untuk mengendalikan diri. Bukankah sudah pasti dia akan melakukan beberapa kesalahan? Saya harus memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Hidupnya berat. Suaminya pengangguran. Dia mempunyai anak yang masih belia. Orang tua mereka yang menyokong keuangan mereka. Saya tidak membencinya karena merusak bisnis saya. Saya mendapatkan uang saya kembali. Saya memiliki celah kebocoran dalam gaya manajemen saya. Saya juga harus bertanggung jawab. Saya membiarkannya bekerja untuk saya dan juga meminta suaminya bekerja untuk saya. Dia sangat tersentuh dan berkata, “Anda sungguh berbeda dengan orang lain.” Dia kemudian membeli buku Zhuan Falun dan mengundang saya serta istri saya untuk makan malam ke rumahnya. Saya mengklarifikasi fakta kepada saudara laki-lakinya, ibu mertuanya, serta ibunya.

Filosofi Bisnis Saya

Sebelum berlatih Falun Dafa, saya menganggap diri saya cukup pintar. Saya bisa memprediksi produk mana yang akan menjadi produk populer. Saya menjual produk-produk ini dan merasa mudah menghasilkan uang. Saya tidak memiliki konsep atau moral dalam berbisnis. Saya gembira saat hal baik terjadi. Saya merasa sedih saat hal buruk menimpa. Saya tidak memiliki arahan moral.

Guru berkata, 

“...asalkan bertransaksi secara adil, dengan hati yang lurus.” (Ceramah 4, Zhuan Falun)

Saya memahami bahwa ini adalah filosofi bisnis. Ini adalah filosofi bisnis abadi bagi umat manusia. “Hati yang lurus” mengacu pada karakter seseorang. Pada saat saya memiliki hati yang lurus, barulah saya bisa melakukan bisnis dengan adil. Saya mendisiplinkan bisnis saya menurut prinsip Dafa. Saya berhenti membeli barang palsu dan mengingatkan diri untuk menjadi pebisnis yang baik dan tidak menodai Falun Dafa. Melalui Fa saya memahami bahwa seseorang tidak akan mendapat untung hanya karena dia pintar lalu merugi karena dia bodoh. Dewa tidak menilai seseorang dari kemampuan mereka, namun dengan berapa banyak kebajikan atau karma yang orang tersebut miliki.

Saya menghormati dan memperlakukan orang di industri yang sama dengan baik. Saya mempertimbangkan orang lain. Saya mengungkap rahasia bisnis saya kepada orang lain. Saya tidak menderita kerugian. Justru, saya dihormati oleh mereka. Beberapa pemilik bisnis memperkenalkan klien baru kepada saya. Saya mengundang klein saya dan tamu mereka untuk makan bersama. Saya mengklarifikasi fakta dan berbicara tentang pemunduran dari PKT saat makan. Saya mengklarifikasi fakta kepada banyak orang di tahun-tahun tersebut. Saya sangat berharap orang-orang dapat mempelajari Falun Dafa. Sebagian orang tahu bahwa saya berlatih Falun Dafa dan berkata Falun Dafa pasti baik.

Saat klien baru saya membuka usaha dan takut dicurangi pemasok, saya berkata pada mereka, “Prinsip saya adalah menghargai bisnis besar dan mendukung bisnis kecil. Kalian bisa membeli produk dari saya sebanyak yang kalian inginkan tanpa khawatir.” Mereka merasa teryakini dan tidak mempunyai kekhawatiran.

Seorang pemilik bisnis membawakan makanan khas saat dia datang membeli barang dari saya. Saya mengklarifikasi fakta kepadanya. Saya berkata, “Kami praktisi tidak menerima hadiah. Asalkan kalian melakukan bisnis dengan baik, saya turut senang.” Dia setuju dengan Falun Dafa. Kami berbicara tentang Falun Dafa setiap kali dia datang. Namun, berangsur-angsur saya mendapati dia tidak melakukan pembayaran tepat waktu. Ini adalah hal yang tabu dalam berbisnis. Dia selalu berutang banyak pada saya saat kami tutup akun di akhir tahun. Dia tidak dalam kondisi kesehatan yang baik. Anaknya masih bersekolah. Toko kecilnya adalah satu-satunya penghasilan bagi keluarga mereka. Istri saya ingin berhenti memasok barang kepadanya beberapa kali.

Saya menenangkannya dan berkata, “Kondisi keluarganya sedang tidak bagus. Bila kita berhenti memasok barang untuknya, itu berarti kita memotong tali kehidupannya. Kita harus mendukungnya.” Istri saya berkata, “Kamu mendukungnya. Siapa yang mendukung kita?” Saya berkata, “Aku memperlakukan orang-orang dengan baik. Keluarga dan bisnis kita berjalan lancar. Ini adalah berkah dari Falun Dafa.”

Saat saya tidak lagi dalam bisnis tersebut, orang tersebut menelepon saya dan mengundang saya dua kali. Dia berkata, “Kami memiliki tempat tur baru dengan investasi ratusan juta yuan di kabupaten kami. Mohon datang dan lihatlah.” Dia ingin membayar saya kembali. Saya tidak pergi. Dia berkata, “Ini bukan apa-apa, hanya sedikit bentuk apresiasi dari saya.” Dia tulus. Namun saya memiliki prinsip dalam hati, yakni saya hanya membantu orang-orang dan tidak mengganggu mereka.

Seorang klien berutang lebih dari 20.000 yuan kepada saya. Saat dia baru saja membuka bisnis, dia menjanjikan banyak hal pada saya. Saat dia bangkrut, saya tidak tahu keberadaannya. Ada orang setempat yang berkata dia berinvestasi di jalan raya. Pihak berwenang lalu menghentikan pembangunan jalan raya. Investasinya hancur. Saya telah mengklarifikasi fakta padanya beberapa kali. Meski saya tidak lagi bertemu dengannya, saya tidak menyesalinya. Orang-orang yang telah terselamatkan adalah kekayaan bagi alam semesta. Sedikit uang saya tidak ada artinya. Istri saya berkata, “Aku baik-baik saja jika dia membayar setengah dari uang kita. Dia tidak punya hati nurani.” Saya membujuknya dan berkata, “Mungkin akulah yang berutang padanya di kehidupan lalu. Sekarang aku sudah membayar lunas utang itu.” Dia berkata, “Aku bisa sakit bila kamu tidak menenangkanku.”

Saya jauh lebih parah dari istri saya saat kejadian semacam ini terjadi sebelum saya berlatih Falun Dafa. Saya mempunyai sekitar 100 klien. Beberapa dari mereka menghapus tagihan yang belum dibayarkan saat mereka menutup toko mereka. Sebagian memberi produk untuk mengganti rugi utang mereka. Sebagian lagi tidak membayar utang mereka sama sekali. Saya memiliki beberapa utang buruk kisaran ribuan yuan hingga puluhan ribu yuan. Utang terbesar adalah 140.000 yuan. Saya menanggapinya dengan ringan. Saat dihadapkan pada kehilangan dan memperoleh, saya mengikuti keadaan secara wajar.

Menjadi Orang Baik

Setiap insiden dalam bisnis adalah kesempatan bagi saya untuk meningkatkan Xinxing. Menjadi orang baik atau tidak hanyalah masalah sekilas pikiran. Pikiran ini akan membawa dampak yang berbeda.

Kisah Pertama

Seorang pemilik bisnis dari toko terpencil hanya membeli beberapa produk senilai ratusan yuan setiap kalinya. Terkadang dia berutang pada saya. Dia menaiki bus paling pagi dan tiba di toko saya sebelum kami buka. Pemasok lain tidak mau menerima klien seperti itu. Namun saya menerimanya. Saya membantunya memindahkan barang dan memasukkannya ke mobilnya. Saya tidak pulang sampai dia pergi.

Suatu hari istrinya datang membeli barang. Dia berkata suaminya mengalami kecelakaan mobil dan mungkin kakinya harus diamputasi. Dia menangis. Saya berkata, “Mohon ajak dia mengulangi ‘Falun Dafa baik’ dan Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik.’ Kalau bisa jangan sampai kakinya diamputasi. Bila dia dengan tulus melafalkan frasa tersebut, keajaiban akan terjadi.” Dia berkata, “Saya akan memberitahunya. Namun saya tidak yakin apakah dia akan memercayainya atau tidak.” Saya berkata, “Anda tidak perlu membayar utang Anda sekarang dan tidak perlu membayar barang-barang ini sekarang. Mohon gunakan uangnya untuk berobat ke dokter.” Dia sangat tersentuh dan berkata, “Saya tidak tahu bahwa suami saya mempunyai teman baik seperti Anda.” Selama waktu itu, saya terus mengirimkan barang kepada mereka. Saya juga mengirimkan produk-produk baru yang tidak mereka pesan. Beberapa tahun kemudian, toko mereka adalah yang terbesar dalam industri itu di area mereka. Dia sangat menghormati saya setiap kali kami bertemu. Saat dia menceritakan kisahnya, dia berkata, “Itu semua karena Anda. Bila tidak, saya akan kehilangan bisnis saya.”

Kisah Kedua

Saya mempunyai sebuah toko untuk disewakan. Harga sewa normalnya adalah 55.000 yuan. Saya hanya menagih 50.000 yuan. Penyewa sangat bersyukur pada saya dan mengirimkan hadiah untuk saya. Saya berkata, “Praktisi Falun Dafa tidak menerima hadiah. Bila Anda bersikeras mengirimkan saya hadiah, saya akan menaikkan biaya sewa.” Dia berseru, “Anda sungguh berbeda dengan orang lain.”

Jalan di depan toko hendak dibangun ulang di suatu musim panas. Diperkirakan akan selesai dalam waktu 20 hari. Namun pekerjaan tersebut tertunda selama tiga bulan. Penyewa saya berbicara dengan mandornya. Mandor tersebut berkata, “Tidak perlu berbicara dengan saya. Seberapa banyak yang pemerintah berikan pada saya, saya juga hanya akan bekerja sedemikian banyak.”

Penyewa dan pemilik toko di area tersebut pergi untuk bertemu dengan departemen pemerintahan terkait. Sekelompok polisi juga datang ke sana. Polisi berkata, “Bila Anda tidak pergi. Anda akan ditangkap.” Penyewa dengan marah berkata, “Pemerintah tidak memberi kami kompensasi atas kerugian yang diakibatkan pada bisnis kami. Ke mana kami bisa mencari keadilan? Kami, orang biasa, tidak bisa hidup tenang bila PKT tidak runtuh.”

Saya menenangkannya dan berkata, “Saya akan mengompensasi Anda 2.000 yuan. Silakan kurangi dari biaya sewa Anda.” Dia tersentuh dan berkata, “Saya mengagumi Guru, yang telah membina orang seperti Anda.” Sebelum berlatih Falun Dafa, saya adalah orang yang pelit. Hati saya berat saat mengundang orang lain makan malam, apalagi memberikan orang 2.000 yuan. Falun Dafa benar-benar telah mengubah saya.

Kisah Ketiga

Seorang pemilik bisnis di desa adalah orang cacat. Wajahnya sebesar telapak tangan dan kotor, dia tampak menakutkan. Saat dia pertama kali datang membeli produk, penjaga toko ketakutan melihatnya. Saya berkata, “Perlakukan dia dengan baik dan bantu antar barang untuknya.” Saya berbicara padanya tentang Falun Dafa. Saya berkata, “Bila Anda benar-benar percaya pada Falun Dafa, Anda akan diberkati.” Dia dengan sangsi berkata, “Lihatlah kondisi fisik saya. Saya tidak mengharapkan berkah apapun.”

Setahun kemudian dia menikah dengan wanita cacat. Penjaga toko dengan terkejut berkata, “Saya tidak menyangka akan ada orang yang mau menikah dengannya.” Istrinya melahirkan seorang anak laki-laki satu tahun kemudian. Saya berkata padanya, “Ini adalah belas kasih Guru saya. Ini adalah berkah dari Falun Dafa. Anda percaya, bukan?” Dia menganggukkan kepala.

Suatu hari dia sibuk memasukkan barang dan melewatkan bus terakhir. Dia membawa uang lebih dari 30.000 yuan. Dia tidak berani menginap di hotel. Dia bertanya pada istri saya apakah dia boleh tinggal di rumah kami. Istri saya bertanya pada saya apakah boleh. Saya berkata, “Ya.” Saya yakin semua kehidupan adalah sama. Merupakan takdir pertemuan bahwa saya bertemu dengannya. Saya harus memperlakukannya dengan baik. Dia tinggal di rumah saya di malam hari. Kami makan bersama dua kali. Itu adalah insiden kecil, yang benar-benar membuat saya terkejut. Bila saya tidak berlatih Falun Dafa, saya akan memandangnya rendah. Namun saya justru sangat nyaman.

Kisah Keempat

Seorang teman meminjam 20.000 yuan kepada saya. Dia berkata akan mengembalikannya dalam waktu dua bulan. Dia memberi saya catatan pinjaman uang. Saya merobeknya. Dia dengan terkejut berkata, “Apa yang kamu lakukan?!” Saya berkata, “Rasa percaya hanya perlu persetujuan verbal.” Bagi saya, orang tanpa tanggung jawab moral perlu catatan. Catatan berfungsi sebagai penjamin. Orang-orang di zaman dulu tidak meninggalkan nama mereka saat mereka membantu seseorang. Ini disebut “mengumpulkan De (kebajikan) bagi kehidupan mendatang seseorang.” Kini orang-orang tidak percaya satu sama lain meski mempunyai catatan pinjaman. Mereka juga perlu mencari penjamin.

Kemudian, dia memberi saya daging sapi 10 kg sebagai hadiah. Saya tidak menerimanya. Dia merasa kesal. Saya lalu menerimanya. Empat tahun berlalu dan tidak membayar utangnya kembali. Saya mengetahui bahwa dia pernah mendapat uang 10 juta yuan dari hasil menjual tanah. Dia menginvestasikannya lagi, namun ternyata dia ditipu. Dia juga meminjam banyak uang. Dia tidak memiliki uang pensiun maupun asuransi jaminan sosial. Dia menyewa apartemen untuk tempatnya tinggal. Istrinya mendapat uang dari mengumpulkan sampah.

Saya merasa kasihan padanya. Saya berkata, “Kamu tidak perlu membayar kembali 20.000 yuan yang kamu pinjam dariku. Santai saja.” Dia berkata, “Tidak, aku tidak bisa begitu. Aku akan berhasil tahun ini.” Saya tidak memercayainya. Dia berusia 70-an. Bila dia tidak mempunyai berkah itu dalam takdirnya, bagaimana bisa dia mengubah keadaan? Bila seseorang tidak punya tanggung jawab moral, lebih baik orang tersebut tidak mempunyai uang.

Saya masih ingat dengan daging sapi 10 kg yang dia berikan pada saya. Saya harus membayarnya kembali. Ini adalah kisah lain dari utang yang dia miliki pada saya. Harga pasar saat itu adalah 45 yuan per kilo, 450 yuan untuk 10 kilo. Ini adalah uang yang banyak baginya. Saya meletakkan uang 450 yuan tersebut ke dalam kotak teh bersama dengan sebuah catatan. Saya meminta orang lain membawakannya pada dia.

Kisah Kelima

Seorang praktisi ditahan karena berlatih Falun Dafa. Suaminya menceraikannya. Putrinya berhenti bersekolah. Dia baru berusia 16 tahun. Seorang praktisi yang dekat dengan ibunya berkata pada saya, “Mohon izinkan dia menyicil barangnya. Saya akan membantunya membuka toko. Dia akan jatuh bila dia hanya hidup tanpa tujuan dalam masyarakat.” Saya setuju untuk membantunya.

Saat bertemu dengannya saya bertanya tentang ibunya. Dia berkata tidak diizinkan bertemu dengan ibunya di penjara. Saya menanyakan tentang ayahnya. Dia berkata, “Ayah tidak merawat saya. Saya masak sendiri.” Saya merasa pilu. Dia sangat muda namun harus mengurus dirinya sendiri.

Saya memberinya barang sesuai harga faktur dan memberitahunya bisa mengembalikan barang itu pada saya kapan saja. Saya harap dia bisa membangun bisnisnya dengan sukses. Ibunya dibebaskan dari penjara beberapa tahun kemudian dan datang mengunjungi saya. Dia berkata, “Putri saya sangat memuji Anda. Anda sangat membantunya.”

Dalam hati saya berkata, “Anda berterima kasih kepada saya. Kepada siapa saya harus berterima kasih?” Saya tidak akan memahami apapun bila Falun Dafa tidak menyelamatkan saya. Falun Dafa adalah tanah suci. Falun Dafa menghangatkan hati saya dan juga hati orang-orang. Saya tidak bisa menahan tangis saat menulis hal ini. Saya belum bertemu Guru dan mungkin bukan pengikut yang baik. Namun saya mencoba sepenuh hati untuk meningkatkan diri sepanjang jalan.

Kenangan itu muncul sekilas di hadapan saya. Setiap kisah bagaikan titik terang dalam kultivasi saya, ini mencerminkan perubahan mendasar yang saya alami, sebuah pelangi yang mencerminkan peningkatan moral saya dalam Falun Dafa. Pengalaman saya berfungsi sebagai saksi atas berkah Guru dalam menyelamatkan saya dan keagungan Falun Dafa.

(Artikel terpilih dalam rangka perayaan Hari Falun Dafa Sedunia 2026 di Minghui.org)