(Minghui.org) Merayakan Hari Falun Dafa Sedunia ke-27, saya, praktisi Falun Dafa dari Mongolia, ingin berbagi perjalanan keluarga saya dalam berlatih kultivasi.
Keluarga saya tinggal di daerah pedesaan terpencil di mana hanya ada sedikit praktisi Falun Dafa di sekitarnya. Untungnya, melalui rahmat Guru yang tak terbatas, lebih dari 10 anggota keluarga kami beruntung dapat berlatih Falun Dafa. Anggota keluarga yang paling lama berlatih telah melakukannya selama 16 tahun, sementara yang terbaru berlatih kurang dari setahun. Lebih dari 10 anak dalam keluarga kami memahami fakta-fakta kebenaran tentang Falun Dafa, dan beberapa di antaranya telah mulai belajar Fa.
Dengan berkah Guru, kami juga telah membawa kabar baik Falun Dafa kepada saudara-saudara sebangsa Mongolia kami yang tinggal di tanah subur ini.
Penganiayaan Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Dafa telah berlangsung selama 27 tahun. Apa yang memungkinkan keluarga kami tetap teguh dalam keyakinan kami dan bahkan menginspirasi lebih banyak kerabat kami untuk berlatih? Izinkan kami berbagi kisah kami.
Yang Tertua dalam Keluarga Kami
Salah satu yang tertua dalam keluarga kami adalah seorang praktisi Dafa berusia akhir 80-an yang mulai berlatih lebih dari satu dekade lalu. Sebelumnya, ia menderita herniasi diskus lumbal, penyakit ginjal, dan penyakit lambung parah yang menyebabkannya muntah darah dalam jumlah banyak. Ia juga harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedu. Namun, setelah ia mulai berlatih Dafa, semua penyakitnya lenyap tanpa jejak.
Meskipun ia tidak bisa membaca karakter mandarin, ia mampu mengenali karakter Mongolia. Begitu ia memiliki akses ajaran Fa, ia mulai membacanya dengan penuh hormat. Terlepas dari usianya, ia mendengarkan Fa setiap hari dan melakukan latihan di pagi hari; ia sangat berdedikasi pada kultivasi.
Cucu Perempuan Keluarga Tertua
Cucu perempuan yang tertua adalah seorang pengikut muda Dafa. Sepuluh tahun yang lalu, ia mengalami pukulan emosional yang menghancurkan setelah putus dengan pacarnya. Meskipun masih remaja, ia menjadi lesu dan lemah secara fisik, dan pada awal usia 20-an, ia menjadi kurus kering. Keluarganya membawanya ke rumah sakit kota, di mana ia didiagnosis menderita leukemia parah. Ia mengunjungi kuil-kuil untuk membakar dupa dan menyembah Buddha, dan mengonsumsi berbagai obat, namun tidak ada yang terbukti efektif.
Saya mengklarifikasi fakta kebenaran tentang Falun Dafa kepadanya, dan bersama-sama kami menyaksikan pamannya—yang berlatih Dafa—sembuh dari kanker stadium lanjut. Ia mengembangkan keinginan untuk memulai jalan kultivasi Dafa. Setelah memperoleh Fa, ia mengalami perubahan mendalam, baik secara fisik maupun mental.
Kini ia memiliki keyakinan yang teguh pada Falun Dafa, belajar ajarannya setiap hari, dan benar-benar telah mengalami hal luar biasa dari Falun Dafa, serta perasaan luar biasa karena bebas dari penyakit dan penuh vitalitas. Ia telah memulai keluarganya sendiri dan menjadi ibu dari beberapa anak.
Melalui belajar Fa yang terus-menerus, ia secara bertahap mengubah temperamennya yang keras kepala dan mudah marah. Ketika menghadapi situasi yang menyulitkan, seperti anak-anaknya menangis dan mengamuk, ia mengultivasi karakternya sesuai dengan prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar), tetap tenang dan menahan diri dari memarahi atau memukul anak-anaknya, sehingga menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
Ia dan anak-anaknya belajar Fa dengan tekun setiap hari. Melihat anak-anaknya duduk bersila dengan begitu menggemaskan, dengan senyum penuh kasih di wajahnya, seluruh keluarga kami merasakan rasa syukur yang mendalam atas penyelamatan yang dianugrahkan oleh Guru.
Suaminya sudah tahu sebelum mereka menikah bahwa istrinya berlatih Dafa, dan ia sangat mendukung kultivasinya. Kini, sesekali ia mengingatkan istrinya: “Pastikan kamu membaca buku-buku dan belajar Fa dengan tekun!” dan, “Apa pun yang terjadi, saya akan selalu berada di samping dan mendukung kamu dalam berlatih Dafa.” Meskipun ia sendiri tidak berkultivasi, hatinya yang murni dan tulus terhadap Dafa telah membawa banyak berkah baginya, dan bisnisnya kini berkembang pesat.
Ibu Saya
Ibu saya berusia 70-an dan telah berlatih Dafa selama lebih dari satu dekade. Perubahan fisik dan mental yang dihasilkan oleh latihannya sungguh luar biasa. Sebelum memperoleh Fa, ia menderita berbagai macam penyakit dan selalu bergantung pada obat-obatan.
Tak lama setelah ia mulai berlatih, Guru memurnikan tubuhnya. Sejak saat itu, ibu saya memulai jalan kultivasi Dafa. Kerabat dan teman-temannya menyaksikan perubahan mendalam yang dialaminya melalui latihannya serta mengagumi perubahannya.
Selama lebih dari satu dekade sejak ia mulai berlatih Dafa, kesehatannya selalu baik dan kulitnya menjadi lebih bercahaya. Orang-orang sering menghentikannya di jalan dan bertanya, “Apakah Anda masih bekerja?” Ia tersenyum dan menjawab, “Saya bukan seorang profesional yang bekerja; saya dibesarkan di daerah pedesaan di mana kami bergantung pada sapi dan kuda untuk mencari nafkah, dan baru pindah ke kota kemudian. Saya sekarang berusia 70 tahun.” Mereka selalu cukup terkejut: “Benarkah? Anda sama sekali tidak terlihat seperti penggembala!”
Kepada keluarga dan teman-teman saya, saya katakan dengan sederhana: “Itu karena ibu saya berlatih Falun Dafa. Itu adalah Fa yang sejati; bukan seperti yang mereka katakan di televisi. Itu adalah rumor yang disebarkan oleh Partai Komunis untuk memfitnah Dafa. Kita, orang biasa, tidak boleh memercayainya; kita tidak boleh tertipu! Bukankah kita orang Mongolia semuanya percaya pada dewa dan Buddha? Tepat sekali—itu menunjukkan bahwa bangsa kita memiliki sifat Buddha. Falun Dafa bukan hanya latihan yang sangat baik untuk penyembuhan dan kebugaran—tepatnya, itu adalah Maha Hukum Alam Semesta! Ajaran Dafa sangat luas dan mendalam, tetapi dapat diringkas dalam tiga kata: Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar).” Mereka semua akan mengangguk setuju.
Ibu saya, yang hanya berpendidikan kelas dua, bahkan tidak bisa membedakan huruf vokal dalam karakter Mongolia, namun setelah mempelajari Falun Dafa, ia secara ajaib belajar mengenali karakter Tionghoa. Ketika pertama kali mulai berlatih Falun Dafa, ia tidak bisa membaca satu kata pun dalam edisi Mongolia dari Zhuan Falun. Setiap hari, ia akan bertanya kepada anak-anaknya tentang setiap aksara, lalu mencatat suku kata Mongolia yang ia ketahui di buku catatannya. Setelah ia menguasai membaca dalam versi Mongolia, ia beralih ke versi Tionghoa dari Zhuan Falun.
Setelah upaya yang tak terbayangkan, ibu saya akhirnya berhasil membaca Zhuan Falun edisi bahasa Mandarin tanpa kesulitan. Meskipun pengucapannya tidak sepenuhnya standar, dia dapat mengenali 98% karakter, memahami artinya setelah selesai membaca, dan bahkan dapat mengoreksi rekan praktisi saat membaca Fa bersama-sama.
Sampai saat ini, ibu saya telah membaca Zhuan Falun berkali-kali, membaca satu ceramah setiap hari. Seandainya ia tidak belajar Fa, ini sama sekali tidak mungkin. Selama seseorang mampu berkultivasi dengan keyakinan yang teguh dan dedikasi yang tulus, ia akan menyaksikan keajaiban Dafa.
Saudari Sulung Saya
Putri sulung ibu saya telah berlatih Dafa selama beberapa tahun; namun, baru dalam dua tahun terakhir ia benar-benar mulai belajar ajaran dan mengultivasi hatinya dengan ketulusan yang sejati.
Sejak ia mulai sungguh-sungguh belajar Fa, tekanan darah tingginya dan banyak gejala lainnya telah lenyap. Perubahan yang paling mencolok adalah pada karakternya. Sebelumnya, pertengkaran antara dia dan suaminya adalah hal yang biasa terjadi, membuat keduanya kelelahan secara fisik dan mental.
Melalui latihan Falun Dafa dan mencari kedalam diri untuk memeriksa perilakunya sendiri, ia menyadari ledakan amarah dan perilaku otoriter yang pernah dilakukannya di masa lalu. Dipenuhi penyesalan yang mendalam, ia bertekad untuk memperlakukan anggota keluarganya dengan baik mulai saat itu. Akibatnya, konflik antara dirinya dan suaminya hampir lenyap, dan kehidupan keluarga mereka menjadi harmonis.
Setelah menyaksikan perubahan positif yang dihasilkan dari belajar Fa, suaminya menjadi pendukung setia istrinya berlatih Dafa—sikap yang telah membawa banyak berkah baginya sebagai balasannya. Pada masa-masa kesulitan keuangan, mereka bertemu dengan orang-orang baik hati yang menawarkan bantuan; saat ini, ia telah mendapatkan pekerjaan yang memuaskan, dan situasi keuangan mereka membaik.
Saudari Kedua Saya
Saudari saya memiliki temperamen yang sangat mudah marah dan tidak boleh dianggap remeh. Setelah mulai berlatih Dafa, ia mengalami transformasi yang mendalam. Sejak menekuni latihan ini, ia telah berubah secara dramatis dan sekarang hidup sesuai dengan ajaran Falun Dafa. Penyakit fisiknya telah lenyap tanpa jejak; dulu ia menderita sakit kepala dan insomnia terus-menerus. Sekarang ia sehat dan memiliki watak yang ceria.
Suaminya juga mulai berlatih Dafa pada waktu yang sama. Sebelumnya, ia sering minum-minum dan terlibat perkelahian. Namun, setelah memperoleh Dafa, ia berubah total, dan kebiasaan buruk lamanya hilang. Sekarang, ia adalah pria yang jujur dan baik hati yang bekerja keras untuk menafkahi keluarganya dan memperlakukan kerabat dan teman-temannya dengan sabar dan penuh perhatian. Ia telah menjadi seseorang yang dipercaya semua orang; Fa-lah yang menyelamatkannya.
Ibunya berulang tahun ke-80 tahun ini. Meskipun buta huruf, perubahan yang ia saksikan pada putranya menginspirasinya rasa hormat dan syukur yang mendalam kepada Dafa dan Guru. Setelah putranya membacakan Zhuan Falun edisi Mongolia kepadanya, ia menyadari, “Membina karakter moral adalah hal yang terpenting.” Setelah menjadi “kotak obat berjalan” selama beberapa dekade, ia mendapati bahwa—setelah mendengarkan Fa—semua gejala penyakitnya lenyap begitu saja.
Abang Saya
Abang saya mendengar tentang Dafa sejak tahun 2003. Dengan bantuan saudara ipar dan ipar perempuannya, dia belajar tentang Falun Dafa dan mendapat keberuntungan membaca buku berharga Zhuan Falun. Meskipun dia tidak terus berlatih pada saat itu, dia tahu di dalam hatinya bahwa Falun Dafa benar-benar baik. Tujuh tahun kemudian, pada tahun 2010, ia memulai jalur kultivasi untuk kembali ke jati dirinya.
Suatu hari di bulan Juni 2020, istrinya tiba-tiba mengaku, “Tolong jangan marah; saya perlu memberitahu kamu sesuatu. Saya telah menumpuk utang kartu kredit yang sangat besar, dan tidak bisa membayarnya sekarang. Saya ingin mengakhiri hidup; saya tidak bisa terus hidup.” Dia sama sekali tidak siap dan sangat terkejut dengan pengakuan ini. Pikiran pertamanya adalah, “Saya seorang praktisi,” dan karena itu dia berhasil tetap tenang dan tidak marah seperti yang mungkin pernah dia lakukan di masa lalu.
Dia bertanya kepada istrinya, “Berapa sebenarnya jumlah utangnya?” Setelah berpikir sejenak, dia menjawab, “Empat ratus ribu.” Empat ratus ribu—di wilayah penggembalaan kami, itu bukanlah jumlah yang kecil! Pada saat itu, ketika dia mengingat pakaian istrinya yang mahal dan kebiasaan istrinya yang boros dalam pengeluaran sehari-hari, gelombang emosi yang sangat besar melonjak dalam dirinya.
Namun, mengingat dirinya adalah seorang praktisi Dafa, ia menekan gelombang amarah dan kebencian dan dengan tenang menenangkan diri. Ia bertekad untuk memperlakukan istrinya dengan sabar dan memikul beban utang ini bersamanya.
Selama sepuluh hari, ia pertama-tama menggunakan 260.000 yuan dari tabungan rumah tangga untuk melunasi sebagian utang, kemudian mengajukan rencana pembayaran cicilan untuk melunasi sisa 140.000 yuan. Selama lebih dari lima tahun berikutnya, ia bekerja di berbagai pekerjaan kasar—mengangkut dan mengantarkan pakan ternak, memotong dan mengemas jerami, mengemudikan kendaraan berat, dan banyak lagi—untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk menutupi biaya hidup mereka dan melunasi utang. Ia hampir tidak pernah meminjam uang dan berhasil melunasi semua utang yang ditimbulkan istrinya.
Dia berkata, “Jika bukan karena berlatih Falun Dafa, saya tidak akan mempertimbangkan kepentingan orang lain, dan pernikahan saya pasti sudah berakhir sejak lama. Saya pasti sudah bangkrut dan tidak akan mampu melunasi utang besar itu dalam waktu lima tahun. Saya telah menemukan jalan keluar untuk diri saya dan istri saya, tanpa menyebabkan kesulitan keuangan bagi orang lain.”
Generasi Kedua
Keponakan perempuan tertua ibu saya—yang sejak kecil dengan tulus dan sungguh-sungguh melafalkan kalimat "Falun Dafa baik, Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik"—telah menerima berkah. Kebaikan dan ketekunannya dikenal luas di seluruh wilayah sekitarnya; ia menemukan pasangan yang luar biasa, sejak itu memulai sebuah keluarga, dan sekarang memiliki bayi yang lincah dan menggemaskan.
Ia sangat menyayangi mertuanya, memberikan perawatan yang teliti kepada ibu mertuanya yang menderita kelumpuhan sebagian. Setiap kali makan, ia menunggu mertuanya duduk dan membiarkan mereka makan terlebih dahulu sebelum ia sendiri mencicipi makanan. Ia juga meluangkan waktu untuk mendinginkan makanan ibu mertuanya sebelum menyajikannya.
Keponakan perempuan bungsu ibu saya diberi tahu oleh ibunya bahwa ia telah memperoleh Fa sejak masih dalam kandungan, mendengarkan Fa, lagu-lagu Dafa, dan musik setiap hari, itulah sebabnya ia sangat cerdas. Ia menikmati kesehatan yang sangat baik sepanjang masa kecilnya. Selama pandemi COVID-19, ia adalah satu-satunya siswa di seluruh sekolahnya yang tidak tertular virus. Guru dan teman-teman sekelasnya sering berkomentar bahwa ia adalah "gambaran kesehatan yang sempurna."
Ia berusaha keras untuk membaca buku-buku Dafa setiap hari, dan terkadang ia bahkan melafalkan Hong Yin. Ia sering mendengarkan atau menonton cerita tentang budaya tradisional; yang paling ia sukai adalah Shen Yun Performing Arts. Ia merasa sangat diberkati menjadi anak yang beruntung.
Generasi Ketiga
Cucu pertama ibu saya mengetahui fakta-fakta kebenaran tentang Falun Dafa dan dapat membedakan yang benar dari yang salah; ia tetap tidak tercemari oleh pengaruh buruk masyarakat modern. Ia sangat berbakti kepada orang tuanya dan memperlakukan orang lain dengan sangat sopan. Meskipun prestasi akademiknya tidak luar biasa, ia berhasil mendapatkan posisi di perusahaan sektor publik setelah lulus dari universitas.
Cucu kedua ibu saya saat ini duduk di bangku SMA. Setelah mendengarkan ajaran Guru, dia berkata bahwa dia melihat perubahan signifikan pada kesehatannya dan prestasi akademisnya. Ketika dia terserang flu atau demam tinggi, mendengarkan ajaran Guru akan segera memberikan kelegaan; kebiasaannya berbohong, bermalas-malasan, dan bermain video game sudah sangat berkurang. Dia sekarang telah membuat kemajuan yang signifikan dalam pelajarannya. Dia juga sering melafalkan, “Falun Dafa baik, Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) baik.” Selain itu, dia menghormati orang yang lebih tua dan peduli terhadap yang muda.
Cucu ketiga ibu saya telah mengetahui sejak kecil bahwa Falun Dafa baik; keyakinannya bahwa "Dafa itu benar" sangat murni. Lincah dan menggemaskan sejak kecil, ia teguh mempertahankan kebaikan bawaannya. Lebih dari itu, ia berbicara dengan ketulusan yang mendalam, tidak pernah berbohong, dan berperilaku jujur dan berintegritas, menolak untuk bertindak melawan hati nuraninya. Meskipun saat ini ia bersekolah di SMA, ia tetap tidak terpengaruh oleh pengaruh negatif yang lazim di masyarakat. Ia hidup hemat, tidak pernah menghambur-hamburkan uang hasil jerih payah orang tuanya. Karakternya yang berbudi luhur telah membuatnya mendapatkan rasa hormat dan pengakuan dari semua orang di sekitarnya.
Cucu bungsu ibu saya sangat mengetahui kisah-kisah ajaib tentang bagaimana Falun Dafa menyelamatkan nenek, ayah, dan bibinya. Setelah mengetahui tentang penganiayaan tersebut, dia berkata dengan marah, "Kaum Komunis sangat jahat!" Sekarang duduk di sekolah dasar, dia cerdas dan menawan, unggul dalam pelajarannya. Dia terkadang menonton film atau video pendek Falun Dafa—dia sangat suka menonton Once We Were Divine—dan kadang-kadang duduk tenang untuk mendengarkan ajaran atau berlatih meditasi.
Kisah Saya
Saya adalah putri bungsu dalam keluarga saya. Sebelum mulai berlatih Falun Dafa, saya menderita berbagai penyakit dan pernah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu. Namun, setelah mulai berlatih, semua penyakit fisik saya lenyap tanpa terasa, digantikan oleh kesehatan yang prima.
Saya pernah terlibat dalam dua kecelakaan mobil; namun, karena saya adalah seorang praktisi Dafa—menjunjung tinggi kebaikan, menahan diri dari mengajukan klaim kompensasi yang tidak masuk akal, dan selalu mempertimbangkan kesejahteraan orang lain—saya keluar dari kedua insiden tersebut tanpa cedera sama sekali. Banyak kerabat dari pihak suami saya menyaksikan kekuatan Dafa yang ajaib secara langsung, dan selanjutnya, baik suami saya maupun ibu mertua saya memulai jalur kultivasi Dafa.
Suami saya telah berlatih Falun Dafa selama delapan tahun, dan ia telah mengalami perubahan fisik dan mental yang signifikan. Sebelumnya, ia menderita berbagai penyakit, terutama radang sendi yang parah. Ia selalu terserang flu musiman, dan terkadang harus minum obat selama beberapa hari sebelum merasa lega. Sejak berlatih Falun Dafa, kondisi fisiknya telah membaik secara signifikan, dan ia tidak lagi mudah sakit.
Dengan berlatih Dafa, ia belajar menjadi orang baik dengan berpegang teguh pada prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar). Ia sering berkata: “Berlatih Dafa-lah yang mengubah kebiasaan buruk saya—keegoisan saya, kecenderungan untuk mengumpat dan menggunakan kata-kata kotor, keterikatan yang kuat pada keuntungan pribadi, temperamen yang keras, dan keinginan nafsu yang kuat. Jika saya tidak berlatih Dafa, hidup saya akan benar-benar sengsara. Saya menyadari bahwa belas kasih dan kemampuan saya untuk berlatih kesabaran masih jauh dari cukup. Keinginan terbesar saya adalah untuk terus berlatih dengan tekun dan menghargai setiap saat.”
Beberapa bulan lalu, ibu mertua saya juga mulai berlatih Falun Dafa. Ia berkata, “Sebenarnya, saya pertama kali mengenal Falun Dafa 10 tahun yang lalu, tetapi saya tidak tahu apakah karena waktunya belum tepat, atau karena saya terlalu takut pada Partai Komunis Tiongkok untuk menghargai kesempatan itu—saya melewatkannya selama 10 tahun penuh. Sekarang saya beruntung dapat berlatih latihan ini, saya berniat untuk tekun dan teguh di jalan ini sampai akhir hayat!”
Kata-kata Tulus dari Ibu Saya:
“Selama 70 tahun terakhir, saya telah mengalami seluruh spektrum emosi manusia. Melihat ke belakang sekarang, saya menyadari bahwa hidup hanyalah sebuah panggung;nama, kekayaan, cinta, dan kebencian semuanya ilusi. Kembali kepada jati diri adalah satu-satunya tujuan sebenarnya.”
“Dari lubuk hati saya yang terdalam, saya ingin mengatakan: 'Bisakah Anda sejenak memperlambat langkah Anda yang sibuk dan mendengarkan kata-kata tulus dari seorang pengikut Dafa?' Kita sekarang berada di titik kritis dalam sejarah umat manusia; saatnya telah tiba bagi setiap orang untuk membedakan antara baik dan jahat, benar dan salah, serta hitam dan putih."
“Di usia paruh baya, saya pernah mendengar bahwa satu Buddha Hidup yang sangat terkenal—seorang Lama dari suku Mongolia—memberikan bimbingan kepada komunitas besar para penggembala pada Juli 1999, pada era ketika Falun Dafa difitnah. Pesannya pada dasarnya adalah: ‘Falun Gong adalah jalan kultivasi yang lurus! Jangan terburu-buru memercayai distorsi kacau yang Anda lihat hari ini (merujuk di sini pada kejahatan keji yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok dalam mencemarkan nama baik Falun Dafa), karena kebenaran masalah ini akan terungkap, cepat atau lambat!’”
“Setelah mengalami era Revolusi Kebudayaan, saya memahami dengan sangat jelas watak asli dari roh jahat komunis—esensinya berupa 'kebohongan, kejahatan, dan perjuangan.' Oleh karena itu, saya mohon agar Anda menerima permohonan tulus ini dari seorang ibu Mongolia.”
“Anda harus memutuskan semua hubungan dengan Partai Komunis dan menolak untuk berpihak padanya; jika tidak, selama pemusnahan besar umat manusia yang akan datang, Anda akan terdampak. Saya memohon kepada Anda untuk membiarkan hati nurani Anda membimbing Anda menuju kebaikan dan untuk selalu mengingat: "Falun Dafa baik, Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar) baik." Saya berharap bahwa, pada titik kritis dalam sejarah ini, Anda akan diberkati oleh Dewa dan diberi masa depan yang keindahannya tak tertandingi!”
(Artikel terpilih dalam rangka perayaan Hari Falun Dafa Sedunia 2026 di Minghui.org)
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org