(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 2019 dan ingin berbagi beberapa pengalaman kultivasi saya dengan anda sekalian. Saya selalu merasa Guru berada di samping saya, dan membimbing saya.

Saya Mulai Berlatih

Saya memiliki banyak penyakit, termasuk herniasi diskus dan masalah lain dengan tulang belakang saya. Pada musim dingin tahun 2018, punggung saya sangat sakit sehingga saya tidak dapat bergerak. Saya bahkan berpikir tentang kematian. Diagnosisnya adalah vertebra yang bergeser yang menekan saraf. Saya menjalani banyak perawatan, tetapi tidak ada yang membantu.

Saudari saya berlatih Falun Dafa dan memberi saya beberapa informasi tentangnya. Saya cukup terharu setelah membacanya. Saya berbicara dengan putri dan menantu saya tentang membaca Zhuan Falun. Saya berkata kepada putri saya, “Lihatlah keadaan saya sekarang, saya ingin mencobanya.” Dia setuju.

Saudari saya mengundang saya untuk tinggal bersamanya dan kami mempelajari Fa setiap hari. Kondisi saya membaik dan saya segera bisa berdiri.

Saudari saya mengajari saya latihan-latihan tersebut, dan ketika saya melakukannya, saya merasakan Falun berputar seperti kipas kecil di perut saya yang meniupkan udara hangat ke punggung dan kaki saya. Kehangatan menyelimuti seluruh tubuh saya. Tubuh saya terasa ringan dan nyaman. Semua rasa sakit dan nyeri saya hilang.

Dua minggu kemudian, saya pulang. Melihat perubahan pada diri saya, putri saya senang dan bertanya, “Ibu sudah sembuh?”

Saya tertawa dan menangis bersamaan dan berkata, “Ya, saya baik-baik saja sekarang, Guru Li Hongzhi telah membantu saya menjadi sehat kembali.”

Putri saya berkata, “Falun Dafa luar biasa, Ibu sembuh hanya dengan membaca buku dan melakukan latihan! Falun Dafa memang baik, tetapi TV mengatakan itu buruk.”

Saya berkata, “Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah melakukan banyak perbuatan jahat, terutama ketika mereka mengatakan kepada rakyat Tiongkok untuk tidak percaya kepada Tuhan. PKT pasti ada di sini untuk menghancurkan kita.”

Menantu saya juga menyaksikan kekuatan Dafa dan belas kasih Guru yang agung. Menantu juga mendukung kultivasi saya. Dia dan putri saya keluar dari organisasi PKT yang mereka ikuti. Saya ingin berterima kasih kepada Guru karena telah membantu saya menanggung penderitaan yang seharusnya saya derita. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa bersyukurnya saya. Saya hanya dapat menunjukkan rasa terima kasih saya dengan berpegang teguh pada standar seorang kultivator, dan berkultivasi dengan tekun.

Memahami Misi Kita

Saya pindah ke kota tempat putri saya tinggal. Itu adalah lingkungan baru dan saya tidak punya teman di sana. Saya mempelajari Fa setiap hari, melakukan latihan, dan berusaha menjadi orang baik. Saya tidak tahu bagaimana cara berkultivasi atau bagaimana cara memberi tahu orang-orang tentang kebaikan Falun Dafa. Akhirnya, Guru membimbing saya kepada seorang praktisi lokal, yang membantu saya memperoleh seluruh koleksi ceramah Guru. Saya membaca buku-buku berharga ini setiap hari.

Melalui studi Fa, saya memahami bahwa misi seorang praktisi adalah membantu Guru menyelamatkan orang-orang.

Guru berkata,

“Pengikut Dafa jangan menyia-nyiakan kewajiban mulia yang dianugerahkan kepada kalian di dalam pelurusan Fa, lebih-lebih jangan membuat makhluk hidup dari bagian tersebut menjadi kecewa, kalian telah menjadi harapan satu-satunya bagi mereka dalam hal apakah mereka dapat memasuki masa mendatang, oleh sebab itu segenap pengikut Dafa, praktisi baru dan lama, semua harus bertindak, secara menyeluruh mulai mengklarifikasi fakta” (“Lepaskan Hati Manusia, Selamatkan Manusia di Dunia,” Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju III)

Seseorang melaporkan saudara perempuan saya ke polisi ketika dia berbicara dengan seorang pejalan kaki tentang Falun Dafa. Dia ditangkap, dikirim ke pusat pencucian otak, dan dijatuhi hukuman penjara. Saya khawatir saya juga akan dilaporkan. Kemudian saya berpikir tentang bagaimana Guru menyuruh kita untuk melepaskan keterikatan manusia dan membantunya menyelamatkan orang-orang. Saya tahu saya harus mendengarkan kata-katanya.

Saya mengumpulkan keberanian dan pergi dengan sekantong pamflet Falun Dafa. Saya berhenti di halte bus tempat seorang siswa SMA sedang menunggu. Saya menyapanya dengan sopan dan menceritakan tentang Falun Dafa.

Dia berkata, “Tidakkah kamu tahu Falun Dafa tidak diizinkan di Tiongkok? Buku teks kami mengajarkan bahwa itu buruk.”

Saya berkata, “PKT memfitnah Falun Dafa. Latihan ini mengajarkan orang untuk berbuat baik dengan mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar. PKT melakukan perbuatan jahat yang luar biasa: mengambil organ dari praktisi yang masih hidup. Apakah menurutmu surga akan membiarkan PKT terus ada? Kita tidak bisa membiarkan diri kita menjadi bagian dari organisasi jahat ini. Hanya dengan menjauhkan diri darinya kita bisa aman. Saya mengatakan ini karena saya berharap kamu dan keluargamu bahagia dan damai.”

Murid itu mendengarkan dengan ekspresi serius dan berkata, “Terima kasih. Saya akan keluar dari Pionir Muda!” Kami saling melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal. Saya berterima kasih kepada Guru dalam hati karena telah menyelamatkan nyawa yang berharga ini. Sejak hari itu, saya keluar setiap hari untuk berbicara kepada orang-orang tentang Dafa. Siapa pun yang saya temui, saya akan memberi tahu mereka kebenaran.

Baru-baru ini saya menyadari bahwa saya mulai malas dalam kultivasi saya. Pikiran saya tidak jernih ketika saya membaca Fa dan memancarkan pikiran lurus. Menemukan masalah kultivasi seseorang membutuhkan pencarian ke dalam diri. Saya menemukan bahwa saya memiliki perasaan sentimental yang kuat terhadap anak-anak saya. Ayah mereka meninggal dunia ketika mereka masih kecil, dan sebagai ibu mereka, saya merasa harus memberikan lebih banyak untuk menggantikan kasih sayang ayah yang mereka rindukan.

Tidak peduli seberapa lelahnya saya, saya tidak mengeluh. Saya menghabiskan cukup banyak waktu memasak berbagai macam hidangan untuk mereka. Meskipun saya melakukan tiga hal itu, saya melakukannya seperti pekerjaan. Guru yang Maha Pengasih telah berkali-kali mengingatkan saya tentang hal ini. Pada suatu kesempatan, saya mencium bau tidak sedap di rumah saya.

Akhirnya saya menyadari bahwa apa yang berbau harum di dimensi ini sebenarnya berbau tidak sedap di dimensi lain. Pikiran saya terfokus pada bagaimana membuat hidangan berbau dan terasa enak, dan saya memasak apa pun yang disukai anak-anak saya. Bukankah ini sebuah keterikatan pada makanan?

Saya akan menjadi praktisi yang lebih tekun, dan melakukan tiga hal itu dengan baik, membantu Guru menyelamatkan lebih banyak orang dan memenuhi harapannya.