(Minghui.org) Wanita berusia 79 tahun di Kota Baoding, Provinsi Hebei, telah menjadi sasaran pelecehan terus-menerus oleh pihak berwenang selama 10 tahun terakhir, karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang dianiaya rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Bai Yushu tidak dapat menjalani kehidupan normal, dan juga telah terasing dari banyak kerabat, teman, dan tetangganya, yang takut terlibat. Sebuah kamera pengawas baru-baru ini dipasang di tiang listrik di luar rumahnya, menghadap langsung ke pintu depannya.

Berlatih Falun Gong

Bai menjalani torakotomi pada 2008. Setelah operasi, benjolan muncul di kedua sisi pangkal lidahnya. Dia mencoba berbagai pengobatan, tetapi tidak banyak membantu.

Atas saran seorang teman, dia mulai berlatih Falun Gong. Dalam waktu singkat, dia sembuh total, dan sejak itu kesehatannya selalu baik.

Pelecehan Tanpa Henti

Rumah Digeledah pada 2016

Dua petugas yang dipimpin oleh Fan Zhenhua, kepala Kantor Keamanan Dalam Negeri Kabupaten Fuping, menerobos masuk ke rumah Bai pada 22 Januari 2016. Mereka menyita empat buku Falun Gong, materi informasi, dan lebih dari 40 spanduk.

Bai diinterogasi di Kantor Keamanan Dalam Negeri dari pukul 10.30 pagi hingga 4 sore. Setelah mengantarnya pulang, Fan kembali menggerebek rumahnya, menyita hampir 1.000 eksemplar buklet Falun Gong dan materi informasi lainnya. Mereka juga mencoba mengambil lebih banyak buku Falun Gong dan foto pendiri Falun Gong, tetapi Bai menghentikannya. Sebelum pergi, Fan berkata kepadanya, "Jika kamu lebih muda, saya akan menahanmu selama tujuh hari."

Penggerebekan Rumah di Tahun 2017

Pada 16 Mei 2017, Bai sedang berjalan di jalan ketika enam petugas berpakaian preman mendekatinya dan merampas tasnya. Mereka mendorongnya hingga jatuh ke tanah, menyebabkan rasa sakit yang hebat di lengannya. Karena ketakutan, dia kesulitan untuk bangun. Ketika Bai menolak untuk pergi ke kantor polisi bersama mereka, para petugas membawanya pergi dengan tandu.

Selanjutnya, polisi mendatangi rumah Bai dan memaksa putranya untuk membuka pintu. Mereka menyita buku-buku Falun Gong, pemutar media, dan materi informasi miliknya. Tidak ada petugas yang menunjukkan kartu identitas atau surat perintah penggeledahan selama penggerebekan tersebut.

Penggerebekan Rumah di Tahun 2019

Jia Xiaohui, kepala Kantor Keamanan Dalam Negeri, instruktur Guo Jinzhen, dan tiga petugas menerobos masuk ke rumah Bai pada 19 Maret 2019. Mereka menggeledah dan mengambil sebuah tas besar berisi materi Falun Gong dan foto pendiri Falun Gong.

Yang Zenghua, praktisi Falun Gong setempat, datang mengunjungi Bai selama penggerebekan. Polisi menggeledah tasnya, dan setelah menemukan materi Falun Gong, mereka mengikatnya dan membawanya ke kantor polisi untuk diinterogasi. Dia dibebaskan pada sore harinya.

Pelecehan Tanpa Henti Selama 2020-2025

Dari tahun 2020 hingga 2025, Bai dilecehkan berkali-kali setiap tahunnya. Polisi juga mengikutinya ketika dia mengunjungi praktisi setempat lainnya atau kerabatnya. Mereka pernah mengatakan kepada seorang praktisi, “Kami mengikuti Bai Yushu ketika dia membagikan materi Falun Gong, dan kami mencopot semua poster atau selebaran yang dia pasang.”

Bai juga mendapati pintu depannya dirusak dengan grafiti dan foto pendiri Falun Gong ditempel terbalik. Terkadang kunci pintunya dilem, sehingga dia terpaksa menggantinya. Baterai kursi roda listriknya juga dicuri beberapa kali.

Bai melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, yang berjanji akan menyelidiki, tetapi dia tidak pernah menerima kabar terakhir.

Berikut adalah rangkuman beberapa episode pelecehan tersebut.

- 3 Juli 2020: Tiga staf dari Komite Perumahan Nanjie melecehkan Bai, mengancamnya agar tidak mendistribusikan materi Falun Gong. Salah satu staf mencoba mengambil fotonya, tetapi dihentikan.
- 13 Mei 2021: Tiga petugas polisi mendatangi rumah Bai, tetapi dia tidak ada di rumah.
- 23 November 2021: Staf perumahan mencoba mengambil foto Bai, tetapi dia tidak mengizinkannya.
- 14 Juli 2022: Dua petugas melecehkan Bai dan menggeledah rumahnya.
- 4 Agustus 2023: Bai terlihat oleh dua petugas polisi saat memasang poster Falun Gong. Mereka menggeledah rumahnya dan menyita materi Falun Gong miliknya.
- 17 November 2023: Bai diikuti oleh petugas polisi Li Yongjin dan Li Xuewen saat membagikan kalender berisi informasi Falun Gong. Mereka mencoba masuk ke rumahnya untuk melakukan penggeledahan, tetapi tidak berhasil.
- 24 dan 25 April 2024: Li Yongjin dan Li Xuewen menerobos masuk ke rumah Bai selama dua hari berturut-turut dan menyita materi Falun Gong miliknya.
- 2024: Li Yongjin dan Li Xuewen kembali mengunjungi rumah Bai dan mengambil buku Zhuan Falun miliknya, buku utama Falun Gong, dan buku Sembilan Komentar tentang Partai Komunis.
- 16 Agustus 2024: Li Yongjin dan Li Xuewen kembali menerobos masuk ke rumah Bai, dengan alasan bahwa dia telah dilaporkan oleh seseorang. Mereka menggeledah rumahnya dan menyita lebih banyak materi Falun Gong.
- 12 Mei 2025: Dua petugas polisi melecehkan Bai di rumahnya dan menyita setumpuk buku Falun Gong. Dia beberapa kali mendatangi kantor polisi, menuntut agar buku-buku tersebut dikembalikan. Dia hanya mendapatkan kembali sekitar 10 buku.
- 25 Agustus 2025: Li Yongjin mengikuti Bai pulang dan mencoba memaksanya membuka pintu. Selama perkelahian, tangan Bai terjepit di pintu dan terluka. Polisi juga mengganggu tetangganya.