(Minghui.org) Praktisi Falun Dafa di Johor, Malaysia, mengadakan rapat umum di Hutan Bandar Putra Kulai tanggal 5 Juli 2026, untuk menandai 27 tahun aksi damai menentang penganiayaan PKT terhadap Falun Gong dan menyerukan masyarakat untuk membantu menghentikan penindasan HAM ini.

Kegiatan praktisi di Hutan Bandar Putra Kulai tanggal 5 Juli 2026, menandai 27 tahun aksi damai menentang penindasan terhadap Falun Gong di Tiongkok. (Minghui.org)
Pada 20 Juli 1999, rezim PKT melancarkan penganiayaan skala nasional terhadap latihan spiritual yang menimbulkan kematian bagi ribuan praktisi Falun Gong.
Kegiatan Johor dimulai dengan pidato yang dibacakan dalam bahasa Mandarin, Melayu, dan Inggris untuk memperkenalkan Falun Dafa dan mengecam penganiayaan PKT terhadap praktisi di Tiongkok.
Meski hujan gerimis saat melakukan gerakan latihan, praktisi tetap teguh dan melanjutkan latihan dengan kegigihan dan fokus. Banyak orang yang mengunjungi taman hari itu berhenti sejenak untuk menonton.

Praktisi melakukan perangkat latihan Falun Gong. (Minghui.org)
Praktisi menyediakan materi informasi dan mengklarifikasi fakta tentang bagaimana PKT menindas Falun Gong serta praktisinya. Banyak pejalan kaki mengungkapkan simpati mereka dan menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya pengambilan organ paksa yang disetujui oleh PKT.


Praktisi berbicara tentang penganiayaan dan mengumpulkan tanda tangan petisi. (Minghui.org)
Nyala Lilin Mengenang Para Korban
Menjelang malam, praktisi mengadakan aksi nyala lilin sekitar pukul 7 malam, memegang lampion lotus, untuk mengenang praktisi di Tiongkok yang telah kehilangan nyawa mereka akibat penganiayaan. Taman itu tampak sangat tenang dan khidmat dengan sinar lembut lentera. Spanduk dan lukisan yang mengungkap penganiayaan juga dipajang.


Praktisi mengadakan nyala lilin untuk mengenang praktisi Tiongkok yang telah kehilangan nyawanya karena penindasan. (Minghui.org)
Melalui kegiatan ini, praktisi berharap bisa membuat orang-orang lebih mengenal Falun Dafa, membangkitkan kesadaran mereka dan bekerja sama untuk menghentikan penganiayaan.
Umur partisipan berkisar dari 20 hingga 90 tahun, dan sebagian praktisi berkendara dari jarak jauh untuk menghadiri kegiatan ini.
Ini adalah pertama kalinya praktisi Yanni bergabung dalam kegiatan nyala lilin. Dia berkata hal yang paling menyentuhnya adalah keyakinan serta kegigihan semua orang. Mereka semua tetap melanjutkan kegiatan meski lelah, dan sudah mulai turun hujan.
Bahkan praktisi berusia 87 tahun Nanhua tetap mengikuti keseluruhan kegiatan dan tidak pergi karena hujan. Ini memberi Yanni rasa mendalam perihal betap murni dan satu kesatuan keyakinan semua orang terahdap Falun Dafa.
Yanni berkata dia akhirnya mengerti pentingnya mengklarifikasi fakta dan melakukan misi yang tulus ini.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org