(Minghui.org)

“Partai Komunis Tiongkok Adalah Rezim Munafik Terburuk”

Baru-baru ini saya mengobrol dengan seorang pemuda yang ibunya seorang dokter. Ibunya menasihatinya untuk menjaga kesehatannya karena Ia telah melihat peningkatan jumlah kematian di antara pasien muda dan paruh baya. Tingkat kematian di kalangan lansia dan mereka yang menderita penyakit terminal selalu tinggi, tetapi Ia merasa aneh bahwa semakin banyak orang berusia 40-an dan 50-an meninggal karena masalah kesehatan yang tampaknya ringan.

Saya bertanya kepada pemuda itu mengapa demikian, dan dia menjawab, “Bukankah ini karena vaksin COVID? Selama pandemi, media pemerintah terus mengatakan kepada kita bahwa vaksinasi bersifat sukarela, tetapi kenyataannya tidak demikian. Jika Anda tidak divaksinasi, Anda akan kehilangan pekerjaan. Itulah yang menyebabkan krisis kesehatan ini dan mengapa begitu banyak orang masih menderita efek samping. Pikirkanlah. Bagaimana mungkin memiliki virus COVID di dalam tubuh Anda itu baik?”

Saya menjawab, “Itu taktik yang sama yang digunakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk menganiaya Falun Gong (juga dikenal sebagai Falun Dafa). Awalnya, media pemerintah berjanji bahwa kebebasan berkeyakinan akan dijunjung tinggi. Tetapi ketika jumlah praktisi melebihi batas kenyamanan PKT, mereka melarangnya dan melancarkan penganiayaan.”

Dia berseru, “Benar sekali! “Sama halnya dengan vaksin COVID. Para administrator di tempat kerja saya mengatakan itu sukarela, tetapi ketika tidak ada yang mendaftar untuk vaksinasi, itu menjadi wajib. PKT adalah rezim munafik terburuk. Rezim ini telah melakukan begitu banyak hal mengerikan dan masih mencoba menutupinya dengan berbohong kepada publik.”

Pemuda itu mengangguk. Ketika saya menyarankan agar dia mundur dari Partai Komunis Tiongkok dan organisasi-organisasi afiliasinya, dia langsung setuju.

Penyesalan Seorang Prajurit Muda

Beberapa tahun yang lalu, saya duduk di seberang lorong dari seorang pemuda di kereta. Ketika saya bertanya apakah dia pernah bertugas di militer, dia benar-benar terkejut dan bertanya bagaimana saya tahu. Saya mengatakan kepadanya bahwa itu karena caranya bersikap. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia pernah bertugas di angkatan darat dan ditempatkan di Tibet. Kami berbicara tentang budaya dan agama Tibet, yang kemudian mengarah pada diskusi tentang isu-isu sosial. Pemuda itu berbagi sesuatu yang telah dia lakukan yang sangat dia sesali.

Ia mengatakan bahwa orang Tibet sangat spiritual dan benar-benar menghargai keyakinan mereka. Sejak mengambil alih wilayah tersebut, rezim Tiongkok telah mencoba berbagai cara untuk membuat mereka meninggalkan kepercayaan. Ketika orang Tibet menyadari hal ini, mereka bersatu dalam protes terhadap PKT. Pemuda itu mengenang, “Kami menerima perintah di tengah malam untuk mengenakan pakaian adat Tibet. Kami masing-masing diberi sekop dan disuruh untuk ‘menghancurkan protes.’”

Saya berkata, “Partai Komunis tidak pernah konsisten antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Di satu sisi, mereka mendirikan Daerah Otonomi Tibet, tetapi di sisi lain, mereka mencoba memutuskan akar spiritual rakyat agar dapat mengendalikan Tibet sepenuhnya. Mereka melakukan hal yang sama dengan Falun Gong. Alangkah indahnya jika orang-orang diizinkan untuk berlatih Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Tetapi PKT takut akan segala sesuatu yang baik karena pada dasarnya mereka penuh tipu daya, jahat, dan penuh kekerasan.”

Kami terus berbincang, dan pemuda itu bercerita bahwa keluarganya pernah memiliki tanah. Kakeknya mengatakan kepadanya bahwa pemilik tanah tidak sejahat seperti yang digambarkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Setelah saya menjelaskan mengapa seseorang harus menjauhkan diri dari PKT, pemuda itu memutuskan untuk mundur dari Partai.

“Saya Dimanfaatkan dan Dilecehkan oleh PKT”

Berbicara tentang pemilik tanah, saya pernah bertemu dengan seorang warga utara yang tampak cerdas dan berpendidikan tinggi. Saya berkomentar, “Anda pasti memegang posisi tinggi di tempat kerja Anda.”

Dia menggelengkan kepalanya, sambil berkata, “Keluarga saya dulu memiliki tanah, jadi label merendahkan ‘tuan tanah’ melekat pada saya selama bertahun-tahun. Saya dijauhkan dari pengambilan keputusan penting di tempat kerja. Menjelang akhir karier, saya memegang posisi tinggi selama beberapa tahun karena keahlian teknis yang tak tergantikan, tetapi sebenarnya saya dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh PKT. Sekarang saya sudah pensiun.”

Kami berbincang-bincang dengan baik, membahas banyak topik, dan benar-benar cocok. Dia menceritakan kisahnya: “Saya cukup berprestasi di sekolah ketika masih muda. Tetapi karena saya berasal dari keluarga pemilik tanah, saya hanya diizinkan untuk mengambil peran teknis dan tidak diizinkan untuk bergabung dengan Partai. Itu berarti saya dikecualikan dari kepemimpinan, yang hanya terdiri dari anggota Partai. Non-anggota seperti saya dilarang menghadiri pertemuan dan diskusi tingkat atas. Namun, para pejabat Partai itu tidak tahu apa-apa tentang aspek teknis bisnis pertambangan. Mereka tidak bisa menjelaskan semuanya dengan jelas, jadi saya menjadi satu-satunya non-anggota yang diizinkan hadir di pertemuan-pertemuan itu.

“Bertahun-tahun kemudian, terjadi perubahan kebijakan, dan akhirnya saya bisa melepaskan label 'tuan tanah' dan menjadi 'Pejabat Revolusioner'. Saya ditugaskan sebagai direktur proyek pertambangan batubara baru. Sangat mahal untuk pertama-tama menemukan batubara dan kemudian membangun pabrik untuk menambangnya. Pemerintah menginvestasikan banyak uang di dalamnya. Sebagai seseorang dari kelas sosial bawah, saya merasa terhormat dipercayakan dengan peran penting tersebut, dan saya memutuskan harus melakukan pekerjaan dengan baik. Saya mencurahkan hati saya ke dalam proyek tersebut dan mengembangkan infrastruktur yang solid. Saya memiliki banyak ide tentang bagaimana mengekstrak batubara sebanyak mungkin dan bersemangat untuk maju.”

“Yang tidak saya duga adalah digantikan segera setelah pekerjaan berat pemasangan infrastruktur selesai. Saya masih memegang jabatan tinggi, tetapi kekuasaan sebenarnya telah beralih ke direktur baru. Direktur baru itu hanya menambang lapisan batubara yang mudah diakses dan bahkan tidak mencoba mencapai lapisan yang lebih sulit. Untuk membuat seolah-olah produksi tumbuh stabil dari tahun ke tahun, Ia membeli batubara dari seluruh wilayah. Ia diakui atas 'kontribusi dan kepemimpinannya yang luar biasa' dan dinyatakan sebagai 'pengusaha muda terbaik di tingkat nasional'."

“Saya sangat kesulitan memahami metode direktur tersebut. Begitu banyak upaya dilakukan untuk menemukan batu bara, dan begitu banyak uang diinvestasikan dalam proses penambangan. Kita, sebagai sebuah negara, memiliki sumber daya yang sangat terbatas. Namun dia membuang-buang uang. Butuh bertahun-tahun bagi saya untuk akhirnya menerimanya. Kemudian saya menyadari bahwa itu sebenarnya hal yang baik—jika tidak, bagaimana mungkin PKT bisa runtuh?”

Kepala Divisi Mengundurkan Diri dari PKT

Saya bertemu dengan seorang kepala divisi dari departemen kepolisian setempat. Saya menyapanya, dan berkata, “Sudah lama saya tidak bertemu Anda.” Dia memberi tahu saya bahwa dia telah dipindahkan ke kantor mereka di Beijing. “Mengapa departemen kepolisian kita memiliki kantor di Beijing?” tanya saya karena penasaran.

Dia melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang lain yang mendengar dan berkata, "Setiap kabupaten di negara ini memiliki kantor di Beijing."

Saya bertanya, “Jujur saja, antara kita berdua, apakah ada praktisi Falun Gong yang mengajukan petisi di Beijing dalam beberapa tahun terakhir?”

Dia menggelengkan kepalanya. “Tidak! Saya direktur di kantor kami dan saya orang pertama yang akan tahu. Sebagian besar pemohon berasal dari masyarakat umum. Mereka dikirim kepada kami setelah ditangkap, dan kami meminta pihak berwenang setempat untuk menjemput mereka.”

Saya berkata, “Pada tanggal-tanggal sensitif, PKT memberikan banyak tekanan pada otoritas setempat untuk mencegah praktisi Falun Gong pergi ke Beijing. Hal ini telah menciptakan tekanan yang signifikan bagi penegak hukum. Mereka melecehkan praktisi di rumah, membuat hidup mereka tak tertahankan.”

“Ketika penganiayaan pertama kali dimulai, praktisi dari seluruh negeri pergi ke Beijing untuk mengajukan petisi. Itu berlangsung selama beberapa tahun. Tahukah Anda mengapa tidak banyak petisi dalam beberapa tahun terakhir?”

Dia tidak menjawab, jadi saya melanjutkan, “Kami terlalu lugu dan terlalu percaya pada PKT. Kami pergi ke Beijing karena ingin memberi tahu pemerintah fakta kebenaran tentang Falun Gong. Kami ingin berbagi kisah pribadi tentang bagaimana kami mendapatkan manfaat dari latihan tersebut. Kami berbicara dari lubuk hati, tetapi perwakilan pemerintah tidak memercayai kami. Itu sangat mengecewakan. Sekarang lihat apa yang terjadi. Tidak ada seorang pun di Tiongkok yang berbicara jujur atau melakukan pekerjaan yang jujur lagi. Jika terus seperti ini, Partai tidak akan bertahan lama.”

Saya bertanya kepadanya, “Kenapa anda tidak mundur saja?” Dia langsung mengundurkan diri dari Partai saat itu juga.

Kesempatan yang Terlewatkan

Ketika saya bertemu dengan kepala Seksi Urusan Hukum Biro Keamanan Publik, saya berkata kepadanya, “Saya ingin memberi tahu Anda sesuatu. Anda memasukkan begitu banyak praktisi Falun Gong ke kamp kerja paksa sebelum sistem itu dihapuskan. Saya yakin Anda tahu betapa cacat dan korupnya sistem itu. Sejak PKT merebut kekuasaan, kampanye politiknya tidak pernah benar. Mereka tidak pernah membuat keputusan yang tepat—sama halnya dengan kebijakan mereka untuk menganiaya Falun Gong. Ketika penganiayaan berakhir suatu hari nanti, apa yang akan Anda lakukan?”

Ia tampak pucat dan menjawab, “Falun Gong tidak akan dibebaskan dari tuduhan.”

Saya menggelengkan kepala. “Sebuah gerakan politik hanyalah sebuah gerakan politik. Pasti akan berakhir pada suatu titik. Itu tidak akan bertahan selamanya.”

Dia mulai membela diri, berkata, “Saya tidak melakukan apa pun. Itu semua ulah Divisi Keamanan Dalam Negeri dan polisi setempat.” Sambil berbicara, dia mundur beberapa langkah dan pergi.

Saya ingin membantunya melihat sifat asli PKT dan, mudah-mudahan, dapat meyakinkannya untuk memisahkan diri dari Partai. Sayang sekali dia tidak memberi saya cukup waktu atau mendengarkan apa yang ingin saya katakan. Saya sangat berharap dia akan memiliki kesempatan lain.

Permintaan Seorang Pemimpin

Saya menghampiri seorang manajer di tempat kerja saya yang tidak saya kenal dan berkata, “Saya ingin berbicara dengan Anda tentang sesuatu. Sekalipun Anda tidak setuju dengan saya, tolong biarkan saya menyelesaikan pembicaraan.” Dia berkata tidak apa-apa jika saya melanjutkan.

Saya mengatakan kepadanya bahwa praktisi Falun Gong hidup berdasarkan Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) dan berusaha menjadi orang baik. Saya menjelaskan bahwa kultivasi Dafa secara fundamental mengubah seseorang, yang mengarah pada manfaat pribadi, komunitas, dan masyarakat. Namun, PKT telah memfitnah latihan ini dan melancarkan kampanye besar-besaran untuk menganiayanya.

Saya hendak menjelaskan detailnya ketika dia menyela, “PKT tidak pernah melakukan hal baik apa pun untuk rakyat. Seluruh sistemnya sangat jahat sehingga kita tidak bisa menjadi pejabat yang baik meskipun kita menginginkannya. Tidak ada yang bisa menyelesaikan pekerjaan di sini dengan studi teori komunis dan laporan pemikiran yang tak ada habisnya. Kita harus membuktikan kesetiaan kita, memuji, dan mengagungkan Partai setiap hari. Bagaimana itu menguntungkan siapa pun? Bagaimana kita bisa melakukan pekerjaan dengan baik? PKT akan runtuh cepat atau lambat.”

Dia merendahkan suaranya, dan berkata, “Saya tahu apa yang kalian inginkan. Tolong bantu saya mundur dari PKT. Saya sama sekali tidak menentang Falun Gong.”

Polisi Veteran Mundur dari Partai

Saya bertemu dengan seorang polisi veteran yang tampak tidak sehat dan bertanya apakah dia baik-baik saja. Dia menjawab dengan getir, “Semua ini karena vaksin COVID. Saya sakit flu dan seharusnya tidak pernah mendapatkan vaksin itu. Saya menunjukkan surat keterangan dokter, tetapi para pejabat Partai di tempat kerja terus berbicara tentang kebijakan PKT dan membuat seolah-olah saya akan kehilangan pekerjaan jika saya tidak mendapatkan vaksin, jadi saya melakukannya. Sejak saat itu saya mengalami efek samping dan komplikasi. Baru-baru ini saya didiagnosis menderita kanker dan baru saja menjalani operasi. Saya ingin meminta pertanggungjawaban mereka, tetapi tidak ada yang mau mengakui bahwa mereka memaksa saya untuk mendapatkan suntikan itu.”

Saya bertanya kepadanya apakah dia tahu sesuatu tentang Falun Gong. Dia mengangguk dan berkata, “Kita semua tahu bahwa praktisi Falun Gong adalah orang baik. PKT tidak akan membiarkan siapa pun menjadi baik. Lihat saja kasus saya—saya telah mengabdi kepada Partai sepanjang hidup, namun mereka tetap tidak memperlakukan saya dengan baik.”

“Awalnya, mereka mengatakan vaksinasi itu sukarela, tetapi ketika tidak ada yang mendaftar, mereka memaksa orang untuk divaksinasi, sama seperti mereka memaksa orang untuk meninggalkan Falun Gong. Kami menyerah pada tekanan dan divaksin, tetapi kemudian dinyatakan positif. Banyak yang masih menderita efek sampingnya. Saya ingin mundur dari Partai. Tolong bantu saya mundur.”

Polisi Muda Mulai Menyadari Fakta Kebenaran

Saya berbicara dengan seorang polisi muda yang mengklaim bahwa Falun Gong "melawan Partai," jadi saya memintanya untuk menjelaskan. Dia mengatakan para praktisinya mengatakan hal-hal buruk tentang Partai dan mendesak orang untuk mundur dari partai.

Saya berkata kepadanya, “Anak muda, jika mereka yang hidup berdasarkan Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) adalah orang jahat, lalu siapa orang baik? Rezim telah menggunakan aparat negara untuk menekan Falun Gong selama hampir 30 tahun. Praktisi telah dilucuti kekuasaan dan kekayaannya karena keyakinan spiritual mereka. Bukankah Falun Gong adalah kelompok yang paling tidak berdaya? Memang benar, mereka telah meminta orang untuk mundur dari Partai, dan coba tebak—lebih dari 400 juta orang Tiongkok telah melakukannya. Apakah Anda benar-benar berpikir ini hanya perbuatan praktisi Falun Gong? Bukankah ini karena PKT busuk sampai ke akarnya, dan orang-orang telah melihat kebohongannya dan memilih untuk memisahkan diri darinya? Bukankah itu keinginan mereka sendiri?”

Pemuda itu terdiam. Ketika saya bertanya apakah dia telah bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT), dia mengatakan bahwa dia hanya bergabung dengan Liga Pemuda.

Mantan Petugas Kepolisian Divisi Keamanan Dalam Negeri Mengundurkan Diri dari Partai

Saya bertemu dengan seorang petugas kepolisian Divisi Keamanan Dalam Negeri yang saya kenal di masa lalu dan bertanya apakah dia masih bertugas di divisi tersebut. Dia menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa dia telah meninggalkan jabatannya sejak lama. Saya berkata kepadanya, “Langkah yang bagus. Saya senang untuk anda. Anda adalah salah satu dari sedikit petugas yang baik kepada praktisi Falun Gong.”

Dia tersenyum dan berkata, “Praktisi Falun Gong bukanlah orang jahat. Saya tidak punya alasan untuk memperlakukan mereka dengan buruk.”

Saya mengangguk. “Jika Anda menghitung banyak kepala polisi dan pejabat Partai, bahkan pejabat tinggi di tingkat nasional, yang telah kehilangan jabatannya dalam beberapa tahun terakhir, semuanya ikut serta dalam penganiayaan. Bisakah Anda memikirkan satu orang saja yang tidak melakukannya?”

Dia berpikir sejenak, lalu berkata, "Anda benar. Mereka semua tampaknya telah menerima pembalasan, seperti yang selalu dikatakan oleh para praktisi."

Saya berkata kepadanya, “Selidiki saja jika anda punya waktu. Lakukan sedikit riset tentang para pejabat itu. Anda akan melihat bahwa mereka semua terlibat dalam menjebak dan menganiaya praktisi Falun Gong.” Dia meyakinkan saya bahwa dia akan melakukannya.

Saya bertanya, “Bagaimana kalau anda mundur dari Partai? Rezim itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatannya ketika runtuh. Saya akan menjadi saksi bahwa anda telah memisahkan diri darinya.”

Dia tidak ragu-ragu dan menjawab, "Baiklah. Tolong bantu saya mundur."

Setelah kami berpisah, dia berbalik dan menyusul saya. “Tunggu. Nama samaran apa yang anda berikan pada saya untuk mundur dari Partai? Bisakah anda ulangi lagi?” Saya memberi tahunya. Dia berterima kasih dan mengulangi nama itu sambil berjalan pergi.