(Minghui.org) Bulan Juli 2026 menandai tahun ke-27 sejak Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai menganiaya Falun Gong. Meskipun hujan deras, praktisi di Toronto, Kanada, mengadakan rapat umum pada 18 Juli untuk mengenang rekan-rekan praktisi yang meninggal karena penganiayaan. Setelah rapat umum, mereka mengadakan pawai dan nyala lilin.
Banyak politisi Kanada, masyarakat, dan pendukung menghadiri rapat umum di depan Gedung Legislatif Ontario untuk menyerukan diakhirinya penganiayaan oleh PKT. Salah satu pembicara tamu berkomentar, “Perjuangan selama 27 tahun melawan penganiayaan ini, seperti halnya hujan deras hari ini, menjadi bukti nyata akan komitmen teguh setiap orang.”
Praktisi melakukan latihan pada pagi hari meskipun hujan deras turun secara tiba-tiba. Saat rapat umum dimulai pada pukul 11.00 pagi, hujan masih turun, namun tamu maupun pendukung tetap bersama praktisi sepanjang acara tersebut.



Praktisi melakukan latihan di depan Gedung Legislatif Ontario pada 18 Juli 2026. (Minghui.org)



Rapat umum di tengah hujan (Minghui.org)
Mantan Anggota Parlemen: Kegigihan Pada Akhirnya Akan Membawa Kemenangan

Mantan Anggota Parlemen Kanada Wladyslaw Lizon (Minghui.org)
Mantan Anggota Parlemen Kanada Wladyslaw Lizon berbicara di rapat umum dan berkata, “Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat berada bersama kalian. Saya bisa berjanji pada kalian, selama itu dibutuhkan, saya akan datang dan mendukung anda.”
Lizon mengatakan bahwa rapat umum hari ini juga menjadi pengingat pemerintah Kanada dan masyarakat bahwa PKT masih terus menganiaya Falun Gong. Penganiayaan ini telah melintasi perbatasan Tiongkok. Dia menjelaskan, “Hal ini tidak berhenti di Tiongkok. Hal itu menyebar ke luar negeri dalam berbagai bentuk. Pemerintah Tiongkok, melalui berbagai lembaganya, sedang menjalankan kampanye disinformasi dan kebohongan, dan hal itu menjangkau Kanada.”
Lizon menyebutkan bahwa pertunjukkan Shen Yun di Kanada menerima ancaman bom, sehingga pertunjukkan di Toronto dibatalkan. Dia mengucapkan selamat kepada praktisi Falun Gong atas keberhasilan mereka membawa kembali Shen Yun ke Toronto, dan berkata, “Ini sangat penting—selamat kepada semua orang yang terlibat dalam upaya tersebut, dan saya mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang terdalam.
“Kita benar-benar dapat merayakannya hari ini disini… nyatanya kita dapat berkumpul seperti ini tanpa rasa takut. Dan banyak orang lain dapat melakukannya karena ada hak-hak demokrasi yang dinikmati masyarakat di negara ini,” lanjutnya, dan menambahkan bahwa situasi di Tiongkok akan berubah.
Tumbuh besar di Polandia dibawah sistem komunis, Lizon menyaksikan bagaimana rezim komunis memenjarakan dan membunuh orang-orang, namun dia berkata situasi berubah. Dia berkata, “Mengapa hal ini sangat penting? Penting bagi praktisi Falun Gong di Tiongkok untuk mengetahui bahwa ada orang-orang di belahan dunia lain yang belum melupakan mereka.”
Dia mengatakan, “Saya selalu mengakhirinya dengan menunjukkan tanda kemenangan. Perubahan akan datang, dan kita akan menang.”
Penerbit: Berdiri Bersama Anda di Tengah Hujan

Dean Baxendale (Minghui.org)
Dean Baxendale, presiden Optimum Publishing International dan CEO China Democracy Fund, mengatakan dia merasa terhormat dapat kembali bersama praktisi.
Saat menghadiri Kongres Uyghur Sedunia di Berlin baru-baru ini, Baxendale bertemu banyak diplomat dari Washington, London, dan Kanada. Para pembicara semuanya mendukung Uyghur, kelompok lain yang sangat tertindas di Tiongkok, seperti praktisi Falun Gong, menjadi sasaran pengambilan organ secara paksa.
Baxendale menjelaskan, “Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa tidak ada batasan maupun limitasi terhadap tindakan Partai Komunis Tiongkok dalam menindas kebebasan beragama, hak-hak individu serta kebebasan anda untuk berbicara secara bebas dan adil.”
Dia menegaskan: “Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa Partai Komunis Tiongkok tidak memiliki batasan maupun rambu-rambu dalam tindakannya menindas kebebasan beragama, hak-hak individu, serta kemampuan anda untuk berbicara secara bebas dan objektif.
“Jadi saat kita berdiri bersama di tengah hujan ini menikmati hari musim panas yang indah, saya berdiri bersama anda, setiap orang berdiri bersama anda,” ungkapnya. “Kita semua mendukung kebebasan dan demokrasi.”
Ketekunan Selama Dua Puluh Tujuh Tahun Sungguh Patut Dikagumi

Aktivis hak asasi manusia Sheng Xue (Minghui.org)
Sheng Xue, Wakil Presiden Global Federasi untuk Tiongkok Demokrasi, seorang penyair, dan penulis peraih penghargaan, memuji praktisi Falun Gong atas kegigihan mereka selama 27 tahun dalam memberitahu orang-orang situasi yang sebenarnya dan melawan penganiayaan.
“Terima kasih untuk praktisi Falun Gong yang telah hadir disini. Saya yakin banyak dari anda yang telah datang ke sini, serta ke alun-alun balai kota, konsulat Tiongkok, dan berbagai objek wisata untuk memberitahu orang-orang fakta sejak PKT memulai penganiayaan 27 tahun yang lalu,” ucapnya. “Perjuangan ini telah berlangsung dari tahun 1999 hingga hari ini, dan mungkin hujan deras ini juga menjadi bukti keteguhan hati kita.”
PKT melancarkan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong 27 tahun yang lalu, dengan menggunakan kekerasan negara, aparat negara, kepolisian, hukum, propaganda, serta infiltrasi di seluruh dunia, bahkan mengklaim dapat melenyapkan Falun Gong dalam hitungan bulan. “Sekarang, dua puluh tujuh tahun kemudian, kita dapat melihat bahwa tirani PKT ini sedang menuju akhirnya,” ucap Sheng. “Akibat penindasan PKT terhadap praktisi Falun Gong, dunia telah sepenuhnya melihat dan memahami watak sejati dari tirani PKT.
Dia menjelaskan, “Infiltrasi mendalam dan upaya PKT untuk membeli dunia dilakukan dengan menukar sumber daya, dana, dan kepentingannya demi menguasai sebagian besar outlet media, terutama media berbahasa Mandarin, yang banyak diantaranya telah disusupi oleh PKT. Dalam proses ini, tepatnya praktisi Falun Gong yang telah membentuk sistem media yang kokoh dan tidak disusupi oleh PKT.”
"Sebagian besar, apa yang diketahui banyak orang di seluruh dunia tentang kebenaran Partai Komunis Tiongkok berasal dari media praktisi Falun Gong," jelas Sheng.
Kejahatan sistematis PKT, yang disetujui negara dalam pengambilan organ praktisi Falun Gong merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia. “Praktisi Falun Gong, dalam proses ini, mereka tidak hanya mempertatuhkan nyawa untuk investigasi, mengumpulkan bukti, mengaturnya, dan menyusun laporan,” lanjut Sheng, “Perangkat lunak yang dikembangkan praktisi Falun Gong yang mampu menerobos firewall [PKT] telah memungkinkan banyak orang melihat kebenaran tentang dunia. Bahkan dalam situasi yang begitu berbahaya dalam masyarakat Tiongkok, termasuk membagikan brosur, mereka telah menyadarkan banyak orang dan membentuk kekuatan nyata untuk melawan tirani otoriter PKT.”
Dia menutup dengan berkata, “Jadi, hadirin sekalian, semua dari kalian yang berada disini, menerjang hujan deras ini. Maaf, namun saya masih memegang payung. Saya sungguh-sungguh ingin mengatakan dari lubuk hati yang terdalam: Anda semua adalah pahlawan, anda semua adalah pahlawan yang pantang menyerah dalam perjuangan melawan tirani.”
Sheng berkata, “Sejarah pasti akan mengingat kalian, dan hari ini, setiap orang dari kalian sedang menulis sejarah.
Profesor Universitas Menceritakan Pengalaman Enam Setengah Tahun Dipenjara Secara Sewenang-Wenang
Lebih dari satu bulan yang lalu, Liu, seorang praktisi Falun Gong dari Yunnan, Tiongkok, tiba di Kanada bersama suaminya untuk bersatu kembali bersama anak-anak mereka sambil melarikan diri dari penganiayaan PKT. Pada rapat umum, dia menggambarkan pengalaman mereka dan menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong.
Liu adalah seorang profesor madya yang berprestasi di sebuah universitas di Tiongkok. Dalam pidatonya, dia mengatakan selama 10 tahun terakhir, dia telah dua kali dipenjara secara ilegal dan tidak adil oleh pihak berwenang PKT, dengan total masa tahanan enam setengah tahun, karena menolak untuk meninggalkan Falun Gong.
Liu mengenang, “Selama masa penahanan saya di Penjara Wanita Kedua di Provinsi Yunnan, para praktisi Falun Gong mengalami penyiksaan brutal. Metode yang digunakan termasuk disemprot dengan semprotan merica, dilarang tidur, mandi, dan ke toilet. Mereka dipaksa duduk di bangku kecil dalam waktu lama, dilarang bertemu keluarga atau membeli makanan maupun kebutuhan sehari-hari, dan seringkali dicaci dan dianiaya—bahkan mereka yang berusia 50-an, 60-an, 70-an, dan 80-an.”
Dia menutup dengan, “Saya berharap tanah air tercinta saya segera terbebas dari cengkeraman rezim komunis ini; saya berharap masyarakat Tiongkok, yang saya cintai, akan segera dapat hidup bebas, setara, sehat, dan hidup penuh damai! Terima kasih!”
Tokoh Masyarakat

Hou Shijun dari Federasi untuk Tiongkok Demokratis (Kanada). (Minghui.org)
Hou Shijun, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi untuk Tiongkok Demokratis di Kanada berkata, “Saya datang untuk mendukung Falun Gong dan menentang penganiayaan.” “Saya meyakini bahwa ekonomi Tiongkok sedang merosot, tidak ada keyakinan, dan moralitasnya kian memburuk.
“Tiongkok membutuhkan semangat baru. Saya percaya bahwa ‘Sejati, Baik, Sabar adalah nilai universal yang paling berharga untuk menghidupkan kembali peradaban Tiongkok kita," ucap Hou.
Pada siang hari, praktisi Falun Gong melakukan pawai di pusat kota di tengah hujan, dan mereka mengadakan nyala lilin pada pukul 9 malam.
(Bersambung)
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org