(Minghui.org) Seorang wanita berusia 63 tahun di Kota Tangshan, Provinsi Hebei, ditahan karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan olah jiwa dan raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.

Zhang Xiujuan sedang tidur nyenyak pada malam tanggal 9 Juni 2026 ketika ia terbangun oleh suara gedoran keras di pintunya. Ia tidak segera membuka pintu, namun suara gedoran itu semakin keras. Karena khawatir mengganggu istirahat malam para tetangganya, ia membuka pintu, namun mendapati beberapa petugas berseragam dan berpakaian preman menerobos masuk. Mereka menunjukkan surat perintah penggeledahan dan mulai menggeledah rumahnya.

Polisi menyita lebih dari 20 buku Falun Gong dan uang tunai lebih dari 2.000 yuan. Mereka membawa Zhang ke Pusat Penahanan Pertama Kota Tangshan, tempat ia ditahan sejak saat itu. Suaminya, yang tidak berdaya akibat stroke, berada dalam situasi yang sangat sulit setelah penangkapannya.

Lima belas praktisi Falun Gong setempat lainnya juga ditangkap antara tanggal 9 dan 11 Juni 2026.

Sebelum insiden penganiayaan terbaru ini, Zhang telah berulang kali menjadi sasaran karena keyakinannya.

Dua Kali Perjalanan ke Beijing untuk Membela Falun Gong

Zhang pergi ke Beijing untuk membela Falun Gong pada tanggal 21 Juli 1999, sehari setelah penganiayaan dimulai. Sekembalinya, ia ditahan secara paksa di tempat kerjanya, Pabrik Tekstil Tangshan, selama lebih dari sepuluh hari. Ia ditahan dua kali lagi, masing-masing pada bulan September 1999 dan Februari 2000, dengan masa penahanan lebih dari satu bulan setiap kalinya. Ia juga didenda lebih dari 1.000 yuan.

Zhang melakukan perjalanan lagi ke Beijing pada tanggal 24 April 2000. Ia ditangkap dan dibawa ke Kantor Penghubung Kota Tangshan di Beijing. Direktur kantor penghubung menampar wajahnya dengan keras dan memborgolnya bersama lebih dari sepuluh praktisi lainnya. Malam itu, ia dibawa kembali ke Tangshan dan ditempatkan di Pusat Penahanan Distrik Guye.

Instruktur Wang Guohong dari Kantor Polisi Xixinlou menginterogasi Zhang keesokan harinya. Ia menampar wajah Zhang sebanyak sembilan kali. Sore harinya, pihak pabrik tempatnya bekerja menjemputnya, dan seorang wakil kepala bagian menampar wajahnya dua kali. Ia kemudian memborgol Zhang ke sebuah tempat tidur di kantor pabrik. Keesokan harinya (26 April 2000), ia dibawa ke Pusat Penahanan Pertama Kota Tangshan. Kepala Bagian Wang Yuhe memerintahkan para tahanan untuk memborgol dan memasang belenggu pada kaki dan tangannya dalam dua kesempatan. Salah satu kejadian berlangsung selama lima hari, dan ia tidak diberi makanan atau air selama waktu tersebut.

Pihak pabrik mengirim Zhang ke Kamp Kerja Paksa Pertama Provinsi Hebei pada tanggal 17 September 2000. Penjaga bernama Du mengikat tangan dan kakinya menggunakan perban untuk mencegahnya melakukan latihan Falun Gong. Ia juga memaksanya telanjang bulat untuk memeriksa apakah ia menyembunyikan materi Falun Gong. Sebagai bentuk protes, ia melakukan mogok makan selama 11 hari. Ia dibebaskan dengan pembebasan bersyarat pada tanggal 27 Oktober 2000.

Ditangkap di Jalan pada Tahun 2001 dan Kembali Dimasukkan ke Kamp Kerja Paksa

Zhang sedang berjalan di jalanan sekitar pukul 9 malam pada tanggal 6 Juli 2001 ketika ia dihentikan oleh seorang petugas dari Kantor Polisi Xijiatao. Petugas itu bertanya apakah ia berlatih Falun Gong dan menuduhnya menempelkan selebaran Falun Gong di dinding umum. Ia memerintahkan Zhang untuk pergi ke kantor polisi. 

Zhang menolak, lalu petugas itu menyetrum kepalanya dengan tongkat listrik. Petugas lain kemudian muncul dan menjatuhkannya ke tanah. Mereka memanggil mobil patroli polisi. Sekitar empat petugas lainnya datang dan menggotongnya ke dalam mobil patroli.

Wakil kepala polisi Li Baotian menampar wajah Zhang lebih dari sepuluh kali dan memasukkannya ke dalam sebuah kandang. Tiga atau empat jam kemudian, Liu Zheng, seorang kepala bagian dari Kantor 610 Distrik Guye, datang dan menampar wajahnya dua kali. Ia membiarkan Zhang tetap dalam keadaan diborgol sepanjang malam itu. Keesokan harinya, ia dikirim ke Pusat Penahanan Distrik Guye.

Seorang sipir wanita bernama Wang Lei mencambuk Zhang dengan selang karet selama lebih dari 10 menit. Akibatnya, kaki kanannya mengalami memar parah dan baru pulih dua minggu kemudian. Wang juga memerintahkan seorang tahanan bernama Liu Yan untuk memukulinya. Ia tidak bisa makan selama lima hari setelah kejadian itu.

Atas perintah Liu, pihak pusat penahanan memborgol Zhang serta lebih dari sepuluh praktisi lainnya dan mengarak mereka di jalanan pada tanggal 13 Juli 2001.

Zhang dipindahkan ke Kamp Kerja Paksa Pertama Provinsi Hebei pada tanggal 15 Oktober 2001 untuk menjalani masa hukuman yang tidak diketahui durasinya. Ia tidak diperbolehkan tidur dan dipaksa mempelajari materi-materi yang memfitnah Falun Gong. Ia dibebaskan pada tanggal 2 April 2002.

Ditahan di Pusat Cuci Otak selama 10 Bulan (2002–2003)

Lebih dari sepuluh orang dari Departemen Kepolisian Kota Tangshan, Kantor 610, Departemen Kepolisian Distrik Guye, dan Pabrik Tekstil Tangshan menerobos masuk ke rumah Zhang pada tanggal 2 November 2002. Lima pria memukul dan menendangnya hingga suaminya berteriak menyuruh mereka berhenti.

Ia menolak untuk ikut bersama mereka, sehingga mereka menggotongnya masuk ke dalam mobil patroli. Kepala Bagian Liu dari Departemen Kepolisian Kota Tangshan menginterogasinya di Kantor Polisi Linxi. Liu menampar wajahnya lebih dari sepuluh kali. Hidungnya memar, pipi kirinya terluka robek, dan wajahnya bengkak.

Liu kemudian memborgolnya pada sebuah kursi logam. Petugas lain melilitkan kabel dari tongkat listrik ke kedua jari kelingkingnya dan menyumpal mulutnya dengan kain. Petugas itu lalu memutar pegangan tongkat tersebut berulang kali. Setiap kali pegangan diputar, ia berteriak kesakitan dan berkeringat deras. Petugas itu menertawakan teriakannya. Jari-jarinya patah akibat sengatan listrik tersebut.

Polisi bergantian mengawasinya dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang, dan tidak mengizinkannya tidur selama dua malam. Mereka menginjak-injak kepalanya, menyebabkan banyak rambutnya rontok. Wajah dan tangannya bengkak. Ia sempat kehilangan kesadaran pada satu titik.

Zhang dipindahkan ke Kantor Polisi Lindong pada malam tanggal 4 November 2002. Dua hari kemudian, seorang petugas keamanan dari pabrik tempatnya bekerja membawanya ke Sekolah Studi Hukum Kota Tangshan (sebuah pusat cuci otak). Ia menolak menonton video yang memfitnah Falun Gong dan akibatnya disiksa.

Pada tanggal 14 April 2003, Wang Zhijie dan Meng Tielin menyeretnya di atas tanah. Wang menendangnya lima atau enam kali dengan sepatu kulitnya. Ia juga memukul kepala Zhang dengan keras. Meng menampar wajahnya dengan keras sebanyak dua kali.

Wang dan Zhang Yaning mendorongnya keluar dari sel menuju sebuah ruangan kantor pada tanggal 14 September 2003. Zhang Yaning menampar wajahnya dengan keras sebanyak delapan kali, menyebabkan dua luka robek pada bibirnya. Ia mengalami pendarahan dan tidak bisa makan selama dua hari. Dia juga tidak diperbolehkan tidur selama beberapa waktu.

Selama sepuluh bulan berada di pusat pencucian otak, tempat kerjanya menghentikan pembayaran gajinya, dengan total hampir 3.000 yuan.

Terpaksa Hidup dalam Pelarian pada 2008 dan Ditangkap pada 2010

Empat mobil polisi mendatangi gedung apartemen Zhang pada siang hari tanggal 20 Februari 2008. Saat itu dia tidak ada di rumah. Polisi menerobos masuk dan menyita komputer, pencetak (printer), dan alat pemotong kertas miliknya. Setelah mengetahui adanya penggerebekan tersebut, dia terpaksa hidup jauh dari rumah.

Pada tanggal 28 Agustus 2010, saat sedang berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong bersama seorang praktisi lain di sebuah pasar rakyat di Kota Qian’an (yang berada di bawah administrasi Kota Tangshan), Zhang ditangkap oleh petugas dari Kantor Polisi Kota Praja Taipingzhuang. Mereka menyeret kedua praktisi tersebut sepanjang jalan menuju kantor polisi. Akibatnya, sebelah sepatu mereka masing-masing terlepas.

Zhang kemudian ditempatkan di pusat pencucian otak. Dia jatuh dari sebuah ruangan di lantai empat setelah pukul 01.00 dini hari pada tanggal 29 Agustus 2010. Dia mengalami cedera parah pada tulang panggul dan tulang pahanya. Beberapa giginya tanggal. Mulut dan matanya bengkak, serta lengannya memar.

Putrinya bergegas mendatangi Rumah Sakit Rakyat Qian’an beberapa jam kemudian dan mempertanyakan kepada polisi mengapa ibunya bisa jatuh dari tempat yang tinggi. Polisi berdalih bahwa "dia jatuh sendiri." Putrinya menduga bahwa tindakan kekerasan polisi terhadap ibunya telah mendorongnya untuk melompat keluar dari gedung tersebut.

Ditangkap pada 2016

Zhang ditangkap pada tanggal 6 Juni 2016 saat sedang berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong di sebuah pasar rakyat. Petugas Kantor Polisi Yangliuzhuang menyerahkannya kepada Departemen Kepolisian Kabupaten Luan. Dia dibebaskan pada waktu yang tidak diketahui.

Laporan Terkait : 

Tangshan City, Hebei Province: Update on the Group Arrests of Local Falun Gong Practitioners in June 2026

Kota Tangshan, Provinsi Hebei: Sebelas Praktisi Falun Gong Ditangkap dalam Tiga Hari

Dozens of Falun Gong Practitioners from Tangshan City Arrested

An In-Depth Look at the Criminal Nature of the Chinese Communist Party's Brainwashing Apparatus

Tangshan City Law Enforcement School Is an Illegal Concentration Camp