(Minghui.org) Praktisi Falun Gong berpartisipasi dalam Pekan Almedalen (Almedalsveckan) tahunan, juga dikenal sebagai Pekan Politisi, di Taman Almedalen di Visby di pulau Gotland dari tanggal 22 hingga 26 Juni 2026.
Setiap musim panas, tokoh politik dari berbagai partai, serta perwakilan dari sektor bisnis, media, organisasi non-pemerintah, dan individu yang peduli berkumpul di kota abad pertengahan ini untuk mengadakan forum dan mendengarkan debat dan presentasi, serta mengambil bagian dalam kegiatan lain untuk membahas isu-isu sosial terkini.
Karena pemilihan nasional akan diadakan pada musim gugur ini, Pekan Almedalen dihadiri oleh orang-orang dari berbagai bidang tahun ini, dengan sekitar 100.000 peserta.
Praktisi Mengadakan Berbagai Acara
Para praktisi Falun Gong mengadakan peragaan, perangkat latihan, seminar, dan pemutaran film "State Organs" untuk memperkenalkan Falun Gong dan meningkatkan kesadaran akan penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap latihan kultivasi jiwa-raga tradisional ini.
Para praktisi Falun Gong meningkatkan kesadaran akan penganiayaan PKT selama Pekan Almedalen di Visby, Gotland, 22–26 Juni 2026. (Minghui.org)
Orang-orang Menandatangani Petisi
Donners Plats di pusat kota paling banyak dikunjungi sekitar tengah hari. Para praktisi mengadakan peragaan, perangkat latihan, dan mengumpulkan tanda tangan di sana setiap hari.
Kontras yang mencolok antara adegan latihan yang damai dan reka ulang pengambilan organ paksa dan penyiksaan yang disetujui negara oleh PKT menarik perhatian orang-orang yang lewat.
“Apa itu Falun Gong? Mengapa Falun Gong dianiaya?” adalah pertanyaan yang banyak diajukan orang. Anggota dari berbagai partai politik, pejabat pemerintah, dan warga dari berbagai bidang mempelajari tentang penganiayaan, menerima materi informasi, dan menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan tersebut.
Orang-orang berbincang dengan praktisi dan menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok. (Minghui.org)
Para Pemimpin Politik Menyuarakan Dukungan

David Josefsson, Anggota Parlemen (Minghui.org)
David Josefsson, seorang Anggota Parlemen dan anggota Aliansi Antar-Parlemen untuk Tiongkok (IPAC), mengatakan kepada para praktisi, “Sangat penting bagi Anda untuk datang dan berpartisipasi dalam pekan forum ini. Apa yang anda sampaikan kepada lebih banyak orang sangat penting. Anda juga mengingatkan semua orang bahwa ini sangat penting! Ini sama sekali tidak boleh dilupakan. Saya juga percaya bahwa setiap orang yang menghadiri forum akan melihat Falun Gong, dan dengan demikian diingatkan untuk selalu mengingat kebrutalan rezim PKT.”

Daniel Sonesson menyuarakan dukungan untuk Falun Gong. (Minghui.org)
Daniel Sonesson, pemimpin Partai Koalisi Warga dan kandidat dalam pemilihan mendatang, mengatakan bahwa ia telah beberapa kali menyaksikan acara para praktisi Falun Gong: “Tidak mengherankan jika PKT menganggap Falun Gong sebagai ancaman. PKT adalah kediktatoran yang menindas, otokratis, dan ekstrem—kediktatoran komunis adalah salah satu kediktatoran terburuk.
“Fakta bahwa rezim PKT mengancam Falun Gong, justru menunjukkan bahwa mereka juga merasa terancam dengan apa yang dilakukan Falun Gong. Oleh karena itu, betapapun kejamnya mereka, para praktisi Falun Gong harus tetap percaya bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar. Anda harus tetap teguh.” “Teruslah berjuang. Jangan menyerah. Jadilah semakin kuat, jangkau lebih banyak orang, dan biarkan semakin banyak orang mengenal tentang penganiayaan,” katanya.
Ungkapan Apresiasi Masyarakat
Para praktisi memperagakan latihan di depan stan informasi setiap hari. Mereka juga membagikan berbagai materi, berbicara dengan orang-orang, dan mengumpulkan tanda tangan pada petisi. Suasananya tenang, dan banyak orang berhenti untuk mempelajari latihan tersebut.
Orang-orang mempelajari latihan dan menandatangani petisi di stan Falun Gong. (Minghui.org)
Seorang wanita yang telah melakukan penelitian tentang transplantasi organ selama bertahun-tahun di Swedia berbicara dengan seorang praktisi untuk waktu yang lama tentang pengambilan organ secara paksa di Tiongkok. Praktisi tersebut berbicara dengannya tentang penganiayaan Falun Gong, transplantasi organ, dan etika. Peneliti itu berkata, “Ini adalah kejahatan dan setiap orang berkewajiban untuk menghentikannya!” Ia juga setuju bahwa masalah ini harus dibahas secara luas di Swedia dan, mudah-mudahan, pengambilan organ tanpa persetujuan dapat dihentikan melalui undang-undang.
Alex dari Ukraina senang melihat ada situs web Falun Gong berbahasa Ukraina dan situs latihan kelompok di kotanya. Ia mengambil tangkapan layar situs web dan informasi kontak dengan ponselnya. Ia mengatakan akan menghubungi praktisi di Ukraina ketika kembali ke rumah. “Terima kasih banyak! Falun Gong membawa harapan bagi orang-orang yang dikelilingi perang,” katanya.
Meningkatkan Kesadaran Melalui Berbagai Cara
Acara peningkatan kesadaran para praktisi juga mencakup seminar tentang PKT, pemutaran film, dan banyak lagi.

Setelah seminar, Nima Gholam Ali Pour (kanan) melanjutkan diskusi tentang masalah ini dengan pakar Tiongkok, Wu. (Minghui.org)
Nima Gholam Ali Pour, Anggota Parlemen, berpartisipasi dalam seminar tersebut dan setuju bahwa topik ini sangat penting. Ia juga mengatakan bahwa ia telah mengajukan mosi di Parlemen untuk mengakhiri pengambilan organ secara paksa. “Saya telah mengajukan topik ini beberapa kali, karena tindakan yang melanggar hak asasi manusia ini sama sekali tidak dapat ditoleransi. Ini tidak boleh dibiarkan terjadi. Begitu terjadi, komunitas internasional harus bertindak, terutama negara-negara demokrasi. Kita tidak bisa meninggalkan orang-orang yang menderita akibat pelanggaran mengerikan ini.”
Pour juga berbagi bahwa, belum lama ini, ia membahas kejahatan pengambilan organ secara paksa di Tiongkok dengan Menteri Kesehatan Elisabet Lann dan mengusulkan agar pemerintah mengambil tindakan. “Itu adalah saran yang saya ajukan kepada Menteri Kesehatan. Saya berharap dapat menggunakan kesempatan itu untuk menekankan penggunaan berbagai langkah, termasuk memberikan panduan kepada Dewan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional, atau meminta dewan tersebut untuk membimbing rumah sakit dan lembaga agar menghindari kerja sama dengan lembaga-lembaga Tiongkok yang dikenal terlibat dalam tindakan-tindakan penyalahgunaan semacam ini.”
State Organs Mengungkap Kekejaman yang Masih Berlangsung

Jessica (Minghui.org)
Jessica, seorang perawat, membawa putrinya dan temannya ke pemutaran film dokumenter pemenang penghargaan State Organs selama pekan forum.
Ia mengatakan hampir tidak mungkin bagi orang-orang yang hidup di masyarakat bebas untuk membayangkan bahwa hal-hal gelap dan kejam seperti itu ada. “Lebih banyak orang, terutama kaum muda, harus menonton film ini, mempelajari masalah ini, dan menghargai kebebasan yang telah mereka raih dengan susah payah,” katanya. Ia mengagumi kemampuan para praktisi Falun Gong untuk tetap teguh pada keyakinan mereka dan nilai-nilai Sejati-Baik-Sabar meskipun mengalami penganiayaan.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org














