(Minghui.org) Komisi Eksekutif-Kongres untuk Tiongkok (CECC) mengeluarkan pernyataan pada 21 Juli 2026, yang mengutuk penganiayaan Falun Gong selama 27 tahun yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Anggota Kongres Chris Smith, Ketua Bersama CECC, menyatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus tahu bahwa mereka akan menghadapi keadilan.

Anggota DPR Chris Smith, Ketua Bersama CECC. (Situs web Kongres)
CECC menyatakan bahwa sudah 27 tahun sejak PKT melancarkan penganiayaan terhadap Falun Gong. “Penganiayaan sistematis terhadap komunitas spiritual yang damai ini adalah salah satu kekejaman PKT yang paling mengerikan—mulai dari penyiksaan hingga pengambilan organ secara paksa hingga penindasan transnasional.
“Mereka yang bertanggung jawab telah lolos dari pertanggungjawaban, dan masih banyak praktisi yang dipenjara. Kebebasan mereka—serta keadilan—harus menjadi prioritas bagi AS dan semua negara yang menjunjung tinggi kebebasan.”
Anggota DPR Chris Smith juga membuat pernyataan di situs web resminya yang mengutuk penganiayaan yang dilakukan oleh PKT.
“Praktisi Falun Gong telah dipenjara, disiksa, dihilangkan, dan menjadi korban pengambilan organ secara paksa—semua karena Partai tidak dapat menoleransi gerakan damai yang berada di luar kendalinya.
“"Terlepas dari tekanan dan intimidasi yang luar biasa dari rezim otoriter yang kuat, semangat pantang menyerah Falun Gong belum runtuh," lanjut Smith, yang telah memimpin lebih dari 100 sidang kongres tentang pelanggaran hak asasi manusia dan isu kebebasan beragama di Tiongkok.
“Penganiayaan terhadap Falun Gong bukanlah babak sejarah yang telah usai. Ini adalah kejahatan yang terus berlangsung—mereka yang bertanggung jawab harus tahu bahwa mereka akan menghadapi keadilan.
“Amerika Serikat harus mendesak pembebasan setiap praktisi yang ditahan dan menjatuhkan sanksi kepada pejabat PKT yang bertanggung jawab atas kekejaman yang dilakukan terhadap Falun Gong,” ucapnya.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org