(Minghui.org) Praktisi mengadakan sebuah kegiatan di Zagreb, Ibu Kota Kroasia, pada tanggal 18 Juli 2026, untuk menyerukan diakhirinya penganiayaan selama 27 tahun yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong.
Praktisi mendirikan stan di Alun-alun Raja Tomislav di pusat kota, menampilkan spanduk dan gambar yang memperlihatkan penganiayaan serta praktik pengambilan paksa organ tubuh yang direstui oleh negara di bawah kendali Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Praktisi menggelar kegiatan di Alun-alun Raja Tomislav di Zagreb, Kroasia, untuk menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong yang telah berlangsung selama 27 tahun. (Minghui.org)

Praktisi memperagakan latihan Falun Gong.(Minghui.org)



Praktisi memberikan informasi kepada orang-orang yang lewat mengenai Falun Gong dan penganiayaan tersebut. (Minghui.org)
Cuaca pagi itu tidak menentu dengan beberapa kali hujan deras, sehingga pejalan kaki sesekali harus berjalan dengan sangat cepat. Meskipun banyak orang berlalu-lalang dengan terburu-buru, begitu melihat spanduk-spanduk tersebut, mereka mendatangi stan informasi dan bertanya apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu. Para praktisi memberikan informasi mengenai Falun Gong dan penganiayaan kejam yang terjadi di Tiongkok. Banyak orang menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan tersebut.




Orang-orang menandatangani petisi untuk mendukung praktisi. (Minghui.org)
“Jika Bisa, Saya Akan Menandatangani Petisi Itu Lagi”
Gordon menandatangani petisi tersebut saat kegiatan berlangsung. Kemudian pada hari yang sama, ia kembali menghampiri seorang praktisi saat sedang menunggu kendaraan. Ia menunjuk ke arah sebuah spanduk dan bertanya, “Bisakah Anda menjelaskan gambar pertama di spanduk ini?” Praktisi tersebut kemudian menjelaskan bahwa gambar itu memperlihatkan metode penyiksaan yang dilakukan oleh polisi PKT, di mana mereka menggunakan tongkat listrik bertegangan tinggi untuk menyetrum wajah seorang praktisi.
Dia berujar, “Hal ini sungguh mengerikan dan sulit diterima, namun saya paham bahwa itu benar adanya. Saya juga telah mendengar kabar mengenai penahanan ilegal dan penyiksaan terhadap orang-orang Uighur oleh PKT. Saya sangat mendukung Anda. Jika bisa, saya pasti akan menandatangani petisi itu lagi.”
Praktisi tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan menyarankan agar ia memberi tahu keluarga serta teman-temannya mengenai Falun Gong dan penganiayaan tersebut. Praktisi itu juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diadakan bukan hanya demi praktisi yang menderita di Tiongkok, melainkan juga untuk menyadarkan lebih banyak orang di seluruh dunia bahwa PKT telah menganiaya orang-orang yang baik, dan bahwa penganiayaan semacam itu bisa menimpa siapa saja. Gordon sependapat dengan hal tersebut.
Wartawan Mengetahui Penganiayaan Sedang Berlangsung
Seorang pria paruh baya yang mengenakan kaus hitam dan kacamata hitam menghampiri stan tersebut dan meminta untuk menandatangani petisi.
Dia berujar, “Saya mengetahui semua fakta mengenai penganiayaan ini. Saya seorang jurnalis.” Ia menyebutkan bahwa dirinya telah tinggal di Tiongkok selama bertahun-tahun dan memiliki banyak pengetahuan tentang hal itu. Dia menambahkan, “Penganiayaan yang dialami Falun Gong di Tiongkok sangat kejam.”
Seorang wanita paruh baya yang sedang melintas juga mengatakan bahwa ia adalah seorang jurnalis dan telah mendengar tentang PKT telah menganiaya Falun Gong selama bertahun-tahun.
“Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) Menarik Perhatian Banyak Orang

Seorang pejalan kaki menandatangani petisi. (Minghui.org)
Sebuah halte trem listrik terletak di sebelah alun-alun, dan banyak penumpang yang berlalu-lalang. Untuk menginformasikan kegiatan tersebut kepada lebih banyak penumpang, seorang praktisi bernama Nikola menggunakan mikrofon untuk memperkenalkan Falun Gong dan menjelaskan perihal penganiayaan tersebut secara berulang kali. Saat ia mulai berbicara dan menyapa orang-orang, mereka yang sebelumnya sedang mengobrol sambil menunggu trem menjadi tenang, dan para pejalan kaki memperlambat langkah mereka. Orang-orang menoleh untuk melihat praktisi yang sedang menyampaikan pidato tersebut.
Nikola berkata, “Falun Gong adalah sejenis meditasi dan latihan spiritual yang berlandaskan pada prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Mempelajari Falun Gong sepenuhnya gratis. Saat ini, ada puluhan juta orang di lebih dari 100 negara dan wilayah yang berlatih Falun Gong.”
Saat prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) disebutkan, para pejalan kaki meletakkan ponsel mereka dan menoleh ke arah stan tersebut. Beberapa orang yang sedang menunggu trem juga menoleh untuk menyimak dengan saksama.
Nikola melanjutkan penjelasannya, “Pada tahun 1990-an, Falun Gong sangat populer. Media pemerintah dan pejabat pemerintah pun sangat memujinya. Namun, setelah sebuah survei pemerintah menunjukkan bahwa jumlah praktisi Falun Gong jauh melampaui jumlah anggota Partai Komunis, PKT mulai memberikan stigma negatif terhadap Falun Gong, kemudian melarangnya pada bulan Juli 1999 dan melancarkan penindasan brutal terhadap Falun Gong.”
“Praktisi Falun Gong yang ditahan atau dipenjara terus-menerus menghadapi risiko kehilangan nyawa karena penyiksaan, tanpa akses terhadap perawatan medis, dan terjadi pengambilan organ secara paksa.”
Dia berujar, “Dua puluh tujuh tahun telah berlalu, namun penindasan belum juga berhenti. PKT bahkan telah memulai penindasan lintas negara serta propaganda fitnah terhadap para praktisi Falun Gong di seluruh dunia.”
Praktisi juga membagikan brosur kepada orang-orang yang lewat, yang menyampaikan apresiasi mereka. Seseorang berkata, "Terima kasih telah memberi tahu saya tentang informasi ini; ini sangat penting.” Yang lain berkata, "Semoga sukses untuk Anda semua."
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org