(Minghui.org) Praktisi di Singapura mengadakan kegiatan di Hong Lim Park pada 21 Juli 2026, untuk merayakan ulang tahun ke-30 berdirinya Himpunan Falun Dafa Singapura, serta ceramah yang diberikan oleh Guru Li Hongzhi pada upacara pendiriannya.

Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah disiplin spiritual yang dipopulerkan oleh Guru Li di Tiongkok pada tahun 1992 dan didasarkan pada prinsip Zhen Shan Ren (Sejati, Baik, Sabar). Ketika latihan ini menjadi sangat populer di Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penganiayaan nasional pada 20 Juli 1999, yang berlanjut hingga saat ini.

Kegiatan di Taman Hong Lim menarik perhatian penduduk setempat dan wisatawan. Orang-orang berhenti untuk menyaksikan peragaan latihan Falun Gong dan pertunjukan genderang pinggang, serta untuk melihat pameran Zhen Shan Ren (Sejati, Baik, Sabar).

Praktisi mengadakan kegiatan di Taman Hong Lim pada 21 Juli 2026. Ketua Himpunan, Dr. Huang Weiqiang (tengah, memegang mikrofon) berbicara dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Guru Li atas nama para praktisi. (Minghui.org)

Dr. Huang Weiqiang, ketua Himpunan Falun Dafa Singapura, berbicara pada perayaan tersebut berkata, “Pada 28 Juli 1996, Guru secara pribadi menghadiri upacara pendirian Himpunan Falun Dafa Singapura dan memberikan ceramah. Untuk menyesuaikan diri dengan hukum setempat dan operasional organisasi sosial, Himpunan Falun Dafa telah didirikan di Singapura sebagai organisasi yang terdaftar secara hukum selama 30 tahun.”

Dr. Huang mengenang bahwa tempat kegiatan tersebut penuh sesak pada hari itu, mengumpulkan sekitar 400 orang dari berbagai bidang termasuk politik, jurnalisme, budaya, dan agama. Dr. Huang berkata, “Bagi makhluk hidup di negeri ini, sungguh suatu keberuntungan luar biasa untuk dapat mendengar Fa atau bahkan memperoleh Hukum Besar dan berlatih. Ini adalah berkah dan kehormatan yang sangat besar. Rasa syukur ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.”

Praktisi melakukan latihan bersama di Taman Hong Lim pada 21 Juli 2026. (Minghui.org)

Di sore hari, di bawah langit biru yang cerah, praktisi memperagakan lima perangkat latihan Falun Gong dan menampilkan pertunjukan gendrang pinggang. Pakaian emas para penabuh gendrang tampak mencolok di bawah sinar matahari, dengan spanduk warna-warni di latar belakang. Senyum praktisi memancarkan kegembiraan dan vitalitas, menyentuh hati semua orang yang hadir.

Pertunjukan Tim gendrang pinggang. (Minghui.org)

Orang-orang dari Berbagai Negara Menikmati Perayaan

Taman Hong Lim terletak di distrik Downtown Core Singapura, dekat dengan Pecinan bersejarah, dan merupakan tujuan wisata populer. Praktisi Falun Gong mengadakan kegiatan luar ruangan di taman ini setiap tahun.

Orang-orang mampir ke kegiatan praktisi untuk menikmati pertunjukan dan pameran. (Minghui.org)

Seorang turis Italia mendengarkan musik latihan yang lembut sambil menyaksikan peragaan tersebut, dan berkata, "Sangat damai!"

Sebuah keluarga beranggotakan enam orang, terdiri dari tiga generasi, datang berkunjung dari Spanyol dan semuanya duduk untuk menyaksikan pertunjukan genderang pinggang. Mereka mengapresiasi musiknya dan memuji gerakan tarian para pemain genderang.

Emilio, putra sulung berusia 16 tahun, mengobrol dengan praktisi, yang merekomendasikan sebuah video pengantar Falun Gong dalam bahasa Spanyol di Gan Jing World, dan memberitahunya bahwa situs web Falun Dafa memiliki halaman berbahasa Spanyol yang mencakup buku, audio, dan video. Emilio senang mendengar ini dan mengatakan dia akan secara daring mempelajari lebih lanjut ketika dia kembali ke rumah.

Lucia dari Italia termasuk di antara beberapa turis yang terkejut sekaligus senang mengetahui bahwa buku utama Zhuan Falun tersedia dalam bahasa mereka. Seorang praktisi memperkenalkan Falun Gong kepadanya, menjelaskan bahwa Falun Gong telah menyebar ke lebih dari 100 negara dan wilayah serta Zhuan Falun telah diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa. Lucia mengapresiasi peragaan latihan tersebut, dan berkata, “Suasananya sangat damai.” Dia mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk mempelajari latihan-latihan tersebut.

Alina, mahasiswi pertukaran pelajar dari Ukraina, telah berada di Singapura selama empat bulan. Dia menatap lukisan berjudul Mengajarkan Fa dengan saksama dan berkata, “Orang dalam lukisan ini adalah seorang santo.”

Berbicara tentang penganiayaan Falun Gong oleh PKT, dia menyebutkan bahwa dia telah mengalami kebrutalan komunisme di tanah airnya, di mana orang-orang tidak diizinkan untuk memiliki kebebasan atau keyakinan.

Alina berbicara lama dengan praktisi untuk mempelajari lebih lanjut tentang latihan tersebut. Sebelum pergi, dia mengatakan bahwa dia ingin belajar bersama praktisi dan berencana untuk membaca Zhuan Falun bersama mereka.

Banyak warga Singapura juga tinggal dan mengobrol dengan praktisi. Beberapa di antaranya sebelumnya pernah bertemu praktisi Falun Gong selama perjalanan mereka ke luar negeri dan tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Falun Gong. Mereka melakukan percakapan mendalam dengan praktisi tentang topik-topik seperti kebajikan dan karma, kehilangan serta perolehan, meningkatkan xinxing, dan keyakinan pada dewa. Kim, yang berusia 50-an, telah mencari latihan spiritual dan senang menemukan Falun Dafa.

Beberapa orang menyatakan minat untuk membaca buku-buku Falun Dafa dan mendaftar untuk kelas Falun Dafa gratis selama sembilan hari.

Latar Belakang

Latihan Falun Dafa menyebar ke luar Tiongkok sejak tahun 1995 dan lokasi latihan bersama telah didirikan di seluruh Singapura. Praktisi di Singapura mengajukan pendaftaran organisasi kepada pemerintah untuk memperkenalkan latihan ini dan memberi manfaat bagi masyarakat di Singapura, dan menerima persetujuan pada pertengahan tahun 1996.

Pada 28 Juli 1996, Guru Li menghadiri upacara pendirian Himpunan Falun Dafa Singapura dan memberikan ceramah kepada praktisi. Ceramah ini kemudian diterbitkan dalam *Ceramah Fa di Berbagai Tempat I* (“Ceramah Fa pada Upacara Peresmian Himpunan Dafa Singapura”).