(Minghui.org) "Saya menandatangani petisi 10 tahun yang lalu, tepat di sini, di pusat kota Bern. Saya mendukung Anda sekalian!" ujar Neyia, seorang pensiunan guru tari, saat ia mengambil pena dan membubuhkan tanda tangannya pada petisi yang mendesak Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong dan pengambilan organ tubuh praktisi secara paksa.
Para praktisi mengadakan kegiatan di Kornhaus Platz, Bern, pada tanggal 18 Juli 2026 untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai penganiayaan terhadap Falun Gong. (Minghui.org)
Bern: Mendukung Mereka yang Melakukan Hal yang Benar
Saat Neyia menandatangani petisi di Kornhaus Platz pada 18 Juli 2026, para praktisi di Swiss sedang bersiap melakukan kegiatan untuk memprotes penganiayaan tersebut: sebagian menyiapkan materi untuk dibagikan, sementara yang lain memasang spanduk di area pejalan kaki. Beberapa orang menguji sistem suara untuk pidato, sementara yang lain mulai melakukan latihan. Selebaran dalam berbagai bahasa, papan petisi, dan buku-buku tentang Falun Gong telah tertata rapi di atas meja.
Setelah menandatangani petisi, Neyia menceritakan saat pertama kali ia mendengar tentang Falun Gong, "Banyak orang mengenakan kaus kuning cerah sedang bermeditasi, dan saya bertanya-tanya tentang apa ini sebenarnya. Saya membaca materi dan laporan anda secara daring; saya juga melihat anda melakukan latihan di taman mawar [objek wisata setempat], pemandangannya sangat indah."
Ia memuji kegiatan yang bertujuan mengungkap penganiayaan terhadap Falun Gong tersebut dan berkata, "Menurut saya, ini sangat penting. Hal ini menunjukkan sisi lain dari Tiongkok; Tiongkok adalah negara dengan keyakinan spiritual tradisional, bukan sekadar komunisme. Tiongkok memiliki spiritualitas yang mendalam."
Ia menunjuk ke arah para praktisi dan berkata, "Lihat, ada anak muda di antara mereka, serta wanita lanjut usia seperti saya. Saya melihat orang Swiss dan orang Asia; ini sungguh luar biasa."
Pemandangan tersebut juga mengingatkan para praktisi bahwa sebelum penganiayaan dimulai, para lansia dan anak-anak, petani maupun dosen, biasa berkumpul bersama di pagi hari untuk melakukan latihan, dan media pun memberitakan tentang popularitas Falun Gong yang terus meningkat. PKT mulai menganiaya para praktisi yang menjalankan prinsip Sejati-Baik-Sabar pada bulan Juli 1999.
PKT tidak hanya menyiksa para praktisi secara brutal, rezim tersebut bahkan mencuri organ tubuh mereka untuk transplantasi, yang mengakibatkan kematian mereka. Neyia berkata, "Ini mengerikan, sebuah kejahatan mutlak, mengambil organ tubuh orang tanpa persetujuan." Ia menjelaskan alasannya menandatangani petisi tersebut, "Saya berharap dapat memberikan keberanian kepada para praktisi yang ditahan. Hal ini dapat melindungi rakyat Tiongkok."
Ia merasa kegiatan-kegiatan ini tidak hanya membantu para praktisi mendapatkan dukungan, "Masyarakat juga perlu melihat kegiatan ini agar mereka mendapatkan informasi. Setiap orang turut berkontribusi dengan menandatangani petisi ini." Ia menambahkan, "Hal terpenting adalah mendukung mereka yang melakukan hal yang benar. Kebaikan memiliki kekuatan yang lebih besar dan keadilan akan semakin kuat."

Para praktisi melakukan latihan di taman mawar Bern setiap akhir pekan. (Minghui.org)

Pejalan kaki mengetahui informasi mengenai penganiayaan tersebut. (Minghui.org)
Zurich: Mantan Pejabat Terpilih Menyatakan Penghormatan atas Keteguhan Praktisi Falun Gong
Para praktisi memperagakan latihan sebagai bagian dari kegiatan mereka di Zurich. (Minghui.org)
Mantan anggota parlemen negara bagian St. Gallen, Dr. Eva Keller, berpartisipasi dalam kegiatan praktisi di Zurich pada tanggal 25 Juli 2026. Selama bertahun-tahun sebelumnya, ia telah menulis surat dukungan untuk menyuarakan aksi damai praktisi terhadap penganiayaan yang terjadi setiap bulan Juli.
Ia memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai latihan spiritual ini melalui percakapan dengan para praktisi. Sebagai contoh, ketika mengetahui bahwa para praktisi menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar Tiongkok di London selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu selama lebih dari dua dekade untuk menyerukan penghentian penganiayaan, ia berkata, "Kegiatan seperti ini sangat hebat dan luar biasa; saya sangat menghormatinya."

Dalam pidatonya, mantan anggota parlemen negara bagian St. Gallen, Dr. Eva Keller, menyatakan keprihatinannya atas penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong dan berterima kasih kepada mereka karena telah membantu lebih banyak orang mengetahui fakta mengenai pelanggaran hak asasi manusia tersebut. (Minghui.org)
Ia mengatakan dalam pidatonya: "Hari ini, kita mengenang para praktisi yang dianiaya. Penganiayaan yang mereka alami akibat tindakan negara [pihak yang berkuasa] tak terhitung banyaknya. Hal yang lebih mengejutkan lagi bagi saya adalah bahwa penganiayaan ini telah melampaui batas-batas negara. Jadi, di manakah mereka yang dianiaya dapat menemukan perlindungan?"
Ia mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir: "Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum, khususnya bagi Falun Gong. Hanya ketika pelanggaran hak asasi manusia diungkapkan, harapan akan perubahan dapat muncul. Hal terburuk adalah melupakan mereka yang dianiaya; terima kasih telah mencegah hal itu terjadi."
Dalam sebuah wawancara, Dr. Keller mengatakan bahwa ia sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia dan bersedia angkat bicara demi hak asasi manusia. Ia juga meyakini bahwa upaya setiap orang untuk menentang penganiayaan akan efektif, namun hal ini menuntut "kerja sama semua orang, yang bertolak belakang dengan taktik cuci otak dari atas ke bawah yang dilakukan para diktator. Hal ini membutuhkan beragam orang dan beragam gagasan."
"Kita bisa mendengarkan pendapat yang berbeda, lalu membentuk pandangan kita sendiri, mencari informasi saat diberi kesempatan, serta terus berpikir dan menaruh perhatian." Para politisi, ujarnya, seharusnya "... menyadari apa yang sedang terjadi di Tiongkok. Mungkin perlu lebih proaktif angkat bicara untuk menjaga hak asasi manusia dalam isu-isu yang melibatkan Tiongkok."
Kita Tidak Bisa Mengabaikan Kekejaman yang Terjadi
Warga di Zurich menandatangani petisi untuk menghentikan penganiayaan. (Minghui.org)
Pidato para praktisi yang memperkenalkan Falun Gong dan mengungkap kekejaman PKT (Partai Komunis Tiongkok) menarik perhatian Abdelkader Ignou. Ia memiliki usaha penyewaan mobil dan menjabat sebagai ketua sebuah organisasi. "Bahkan saat ini, masih ada kasus pengambilan organ tubuh dari orang yang masih hidup; orang-orang tak berdosa dibunuh. Hal-hal ini membuat saya sangat sedih," ujarnya. "Terkadang orang memilih untuk menutup mata terhadap tindakan kejam yang terjadi di dunia saat ini, namun kita tidak bisa mengabaikan hal-hal semacam itu. Hal ini [penganiayaan] seharusnya tidak terjadi."
"Wanita itu berbicara dengan sangat baik," katanya. "Menurut saya, luar biasa bahwa Anda semua bersuara di sini dan orang-orang memberikan perhatian." Ia menambahkan, "Setiap orang yang berhenti sejenak untuk bersuara atau menandatangani petisi ini sungguh luar biasa. Hanya dengan cara inilah kita benar-benar bisa membawa perubahan; kita harus menghentikan pembantaian ini."
Meskipun ini adalah kali pertama ia mendengar tentang Falun Dafa, ia berkata, "Setiap orang memiliki hak untuk hidup. Kita tidak boleh menganiaya orang karena keyakinan agama mereka atau membunuh mereka demi mengambil organ tubuhnya."
Ia mengatakan bahwa dengan menandatangani petisi, orang-orang dapat "menyuarakan pendapat mereka dan membantu sesama mendapatkan kembali martabatnya. Saya merasa sangat bangga bisa menyatakan sikap saya secara terbuka di sini."
Vesna Tavic, seorang perawat, memiliki pandangan serupa. Ia menganggap tindakan para praktisi Falun Gong yang turun ke jalan demi menegakkan keadilan sebagai hal yang luar biasa. Ia mengambil selebaran dan mengatakan akan membagikan informasi tersebut kepada teman-temannya: "Saya berharap dapat mendukung mereka [praktisi Falun Gong] serta memberi tahu orang-orang mengenai fakta kebenaran dan apa yang benar."
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org






